
Keesokan harinya, Reza telah berada di depan rumah Agistha. Karena hari ini Agistha sudah mulai masuk sekolah kembali.
TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)
"Siapa ya mah pagi-pagi begini bertamu?" tanya Rukman yang masih menikmati sarapannya di meja makan.
"Pah aku udah selesai, aku mau berangkat ya," pamit Agistha seraya mencium punggung tangan Rukman.
"Loh Agis! kamu gak bareng sama papah?" tanya Rukman yang masih belum selesai menyelesaikan sarapannya. Belum sempat Agis menjawab, Reza sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah Agistha diikuti oleh Rachima.
"Agis berangkat bareng aku ya pah?" tanya Reza membuat Rukman hampir saja tersendak makanannya.
"Reza mengagetkanku saja!" ucap Rukman sedangkan Reza hanya terkekeh.
"Agis kamu sudah siap?" tanya Reza dengan senyumannya yang membuat moodboaster tersendiri untuk Agistha.
"Sudah mas, yuk berangkat!" ajak Agistha.
Agistha dan Reza pun berpamitan kepada Rukman dan Rachima untuk berangkat. Masih di kediaman Agistha, Rukman bertanya-tanya soal sikap Reza dan Agistha yang sudah kelihatan begitu akrab sekali.
"Mah, papah jadi khawatir deh," ucap Rukman membuat Rachima mengerutkan kedua alisnya.
"Khawatir kenapa pah?" tanya Rachima lembut.
"Setelah lamaran kemarin sikap Reza dan Agistha terlihat begitu dekat sekali, papah hanya takut saja soalnya kan pernikahan mereka masih dibilang hampir 1 tahun lagi. Apa lebih baik kita majukan saja ya mah minggu depan?" kata Rukman membuat Rachima berfikir keras karena sebenarnya ia masih tak ingin berpisah dengan anak gadis satu-satunya itu.
__ADS_1
"Iya sih pah apalagi kan kalau perempuan dan laki-laki yang bukan mukhrim berduaan pasti selalu ada setan yang mengganggunya," kata Rachima kembali berfikir lagi.
"Kalau mamah setuju nanti aku yang bilang ke Vino biar urusan acara mamah sama bu Yusti bekerja sama, bagaimana?" usul Rukman.
"Iya deh pah aku setuju," ucap Rachima.
#Sekolah Agistha
Agistha yang baru saja sampai diantar oleh Reza langsung berpamitan turun dari mobilnya.
"Aku sekolah dulu ya mas," ucap Agistha yang akan membuka sabuk pengamannya, karena terlalu gugup akhirnya dengan cepat Reza mendekat ke arah Agistha. Tercium aroma maskulin yang sangat membuat nyaman dari parfum Reza.
Reza pun mencium wangi lembut yasmine dari parfum Agistha. Membuat keduanya saling pandang dengan jarak yang sangat dekat dan tatapan yang sangat lekat.
Cklip (sabuk pengaman terbuka)
"Ehem, mas aku masuk dulu ya takut keburu bel," kata Agistha cepat dan Reza kembali ke kursi kemudinya.
"Iya selamat belajar dan semangat! calon istriku," ucap Reza dengan senyumannya yang begitu manis membuat wajah Agistha memerah kembali.
Agistha pun turun dari mobilnya kemudian masuk ke dalam sekolahnya sedangkan Reza menacapkan pedal gasnya menuju kantornya dengan wajah yang berseri-seri.
Sesampai di kelas Agistha sudah disambut oleh Kania.
"Pagi calon nyonya Andara," goda Kania membuat Agistha menatap tajam ke arah Kania karena tak ingin teman-temannya bertanya-tanya.
__ADS_1
"Pagi, sittt jangan sebut gitu dong aku malu tau," kata Agistha sambil menutup mulut Kania dengan telapak tangannya dan membawanya ke kursi mereka.
"Gaes, hari ini bayar uang kas ya, siapin uangnya masing-masing 50ribu!" kata Laras yang sudah memegang buku kas, karena bendahara kelas Agistha yaitu Pinkan sedang sakit.
"Oke!" kata para murid bersamaan.
Saat ini Agistha telah naik ke kelas XII AP 2. Dan tak lama lagi akan mengikuti rangkaian ujian untuk memenuhi standar kelulusan mereka.
Itu artinya tak lama lagi Agistha akan menjadi seorang istri dari Reza Alfiandara.
Hari ini pun dilewati Agistha dengan suka cita. Pelajaran pun telah usai, para murid pulang ke rumah masing-masing.
"Agis, ke kantin dulu yuk, aku laper banget nih," ajak Kania sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi minta diisi.
"Oke deh hayo," jawab Agistha.
Mereka pun jalan menuju kantin. Saat keduanya melewali lorong kelas. Tiba-tiba kepala Agistha merasa pusing.
"Kania tunggu sebentar, kepalaku pusing sekali," kata Agistha yang memegangi kepalanya.
Sittt Ngengngngng Wussss
Itulah yang terdengar di telinga Agistha.
"Ada apa denganku? apa aku kembali merasakan hadirnya mereka lagi di sekitarku? perasaan setelah kejadian 6 bulan lalu aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi," batin Agistha.
__ADS_1
Kania pun langsung memapah Agistha ke tempat yang agak ramai, dan mendudukan Agistha di teras depan kelas yang masih banyak muridnya.
Bersambung..