
"Agis sepertinya kamu lebih berisi sekarang yah," ucap Yusti saat membantu Agistha memakai kebaya rancangannya.
"Aku juga merasa seperti itu mih, pipiku saja lebih terlihat chubby sekarang," kata Agistha sambil berkaca.
Kebaya yang dibuat Yusti kali ini memiliki ukuran yang sama seperti kebaya yang ia buat minggu lalu. Bedanya minggu lalu agak longgar dan sekarang benar-benar ngepas serta bentuk lekuk tubuh Agistha begitu terlihat.
Agistha pun keluar dari ruang ganti dan ternyata Reza baru saja sampai di butik milik mamahnya tersebut karena 1 jam sebelum Agistha sampai, Yusti sudah menelepon Reza untuk datang fitting baju pengantinnya.
Reza tidak mengejapkan matanya sama sekali saat melihat Agistha berbalut kebaya putih dengan kain songket membuatnya terlihat begitu dewasa dan anggun serta sangat cantik walaupun belum ada polesan make up di wajahnya hanya memakai hijab sekolahnya namun tidak mengurangi kecantikan Agistha.
"MasyaAllah, sabar Za tunggu sampai Agistha lulus sekolah, walaupun besok dia istri lu tetap saja belum bisa menyentuhnya lebih," kata Reza dalam hatinya sambil melamun memandang Agistha.
"Ehem," Yusti berdehem membuat Reza tersadar dari lamunannya dan Reza pun terkesiap mendengar deheman mamihnya.
"Sana gantian, baju kamu ada di ruang ganti nanti setelah selesai keluar ya, biar mamih foto kalian berdua. Agistha pun tampak malu-malu mendapat tatapan Reza yang tidak dapat diartikan itu.
__ADS_1
Sementara Kania melihat kedua sejoli didepannya hanya terkekeh pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian Reza keluar dengan memakai set beskap. Agistha pun menatap Reza begitu kagum. Baru kali ini dia melihat Reza dengan tampilan berbeda namun tidak mengurangi ketampanannya.
Akhirnya mereka berdua berfoto bersama meskipun hanya sebatas bahu ke bawah.
Agistha dan Reza tampak serasi, Kania jadi membayangkan dirinya menikah bersama Riko nanti sambil senyam-senyum.
"Kania kamu kenapa kok senyam senyum gitu?" tanya Agistha pada Kania yang tertangkap basah sedang melamun.
"Eh enggak Gis, aku seneng banget liat kalian berdua. Jadi pengen ikutan," jawab Kania terkekeh.
Kania pun tersipu malu, entah kebahagiaan yang saat ini ia rasakan sepertinya tidak dapat dibandingkan dengan hal apapun.
"Terkadang masalalu membuatku merasa insecure saat melihat orang lain lebih dari diriku, tapi masalalu juga mengajarkanku apa arti perjuanganku untuk bangkit meraih masa depan yang begitu cerah dan bahagia," ucap Kania dalam hatinya.
__ADS_1
Agistha dan Reza pun sudah berganti baju memakai baju yang awal mereka gunakan.
"Udah waktunya makan siang, kita makan siang sama-sama yuk," ajak Reza pada Agistha, Kania dan juga Yusti kemudian mereka pun mengangguk setuju.
~Restoran Sunda
Mereka sudah duduk di kursi dan memesan makanan kali ini mereka sepakat untuk memesan paket nasi liwet kecuali Agistha.
"Mamih kenapa nasi liwet nanti kebayanya semakin tidak muat di tubuhku," ucap Agistha dengan nada merengek.
"Ya kamu tidak bisa makan banyak kecuali setelah menikah nanti," kata Yusti terkekeh dan Agistha hanya mengerucutkan mulutnya.
"Sabar ya Agis, tinggal besok kok kan bisa minta sama mas Reza untuk datang lagi kesini setelah menikah, iya gak mas?" ucap Kania kemudian bertanya pada Reza.
Reza pun mengangguk cepat, "betul sekali itu, sudah gak usah sedih ya nanti cantiknya hilang loh," goda Reza dan Agistha pun tersipu malu.
__ADS_1
"Ciee ciee bucin mode on," kata Yusti dan Kania bersamaan lalu mereka pun tertawa bersama.
Bersambung..