
~Kediaman ustadz Fahri
Vino dan Rukman baru saja sampai di kediaman ustadz Fahri.
"Jadi ada apa nih bapak-bapak datang kemari ?" tanya ustadz Fahri.
Kemudian Rukman pun menjelaskan apa yang telah dialami oleh Agistha kemarin di rumah sakit. Ustadz Fahri begitu tercengang mendengarnya.
"Mari pak Vino dan pak Rukman ikut saya ke ruangan saya," ajak ustadz Fahri kemudian Vino dan Rukman pun mengikutinya masuk kedalam ruangannya.
Sebenarnya ruangan yang dimiliki ustadz Fahri seperti mushola minimalis, namun banyak buku-buku yang tersusun rapih di rak dindingnya. Ustadz Fahri lebih senang solat tahajjud yang di sebut ruangannya karena terasa nyaman serta lebih damai.
"Bismillahirrohmanirrohiim, pak Vino dan pak Rukman, sebenarnya jiwanya Andre juga berada disini sekarang bersama kita," ucap ustadz Fahri membuat Vino dan Rukman merinding bibir mereka langsung kelu tak mampu berucap apa-apa.
Jiwa Andre yang dimaksud ustadz Fahri disini adalah sebenarnya jin yang menyerupai sosok Andre, jin ini menyerap apa yang tengah dirasakan oleh Andre di alam sana. Tak banyak yang sadar, seseorang yang sudah meninggal memang tidak bisa bertemu lagi dengan mereka yang masih hidup di dunia. Ia sudah sibuk dengan urusannya dengan Allah swt., tak heran banyak sekali jin yang menyerupai seseorang yang sudah meninggal, padahal jin hanya menyerap setiap energi dari orang tersebut baik energi negatif maupun energi positif yang belum tertuntaskan selama hidupnya di dunia.
Komunikasi ustadz Fahri dan Andre
"Ustadz! bilang sama mereka kembalikan harta saya yang telah mereka ambil!" ucap Andre yang dipenuhi oleh amarah dan dendam. Matanya memerah namun ada genangan air mata yang sulit sekali untuk terjatuh.
"Istighfar Andre, kamu sudah berada di sisi Allah sekarang. Memohonlah pada Allah dan biarkan anakmu bahagia. Soal hartamu yang masih tertinggal di dunia sudah tidak bisa lagi mengikutimu ke akhirat," ucap ustadz Fahri membuat Andre semakin tak terima.
"Gak! mereka harus mati juga seperti saya! mereka harus miskin juga seperti saya!" kata Andre yang semakin marah.
__ADS_1
"Istighfar! gak ada gunanya lagi kamu balas dendam! pikirkan kembali amal ibadahmu! pertanggung jawabkan semuanya dihadapan Allah! jangan pernah mengganggu saudaramu yang masih hidup di dunia!" tegas ustadz Fahri.
Air mata Andre akhirnya terjatuh juga, ia merasa selama hidup di dunia ia telah menyakiti banyak orang, terutama istrinya sendiri. Andre terdiam dan menundukkan kepalanya.
Ustadz Fahri terus beristighfar dan bertanya pada Rukman dan Vino.
"Pak Rukman, pak Vino mungkin ada yang ingin kalian sampaikan pada Andre?" tanya ustadz Fahri.
"Ada pak," jawab Vino mantap.
"Silahkan," kata ustadz Fahri.
Walaupun Vino tidak bisa berkomunikasi dengan Andre, tapi Vino yakin Andre dapat mendengar dirinya.
Mendengar kata Diani, Andre langsung mengangkat kepalanya seolah amarahnya mulai naik pitam.
"Istighfar Andre! coba jawab perlahan," kata ustadz Fahri pada sosok Andre.
"Diani! jadi dia biang keroknya. Sial! dia adalah selingkuhanku dulu. Saya udah berikan semua yang dia mau. Saya gak nyangka dia selicik itu. Bahkan saya gak pernah berpikir kalau dia yang melakukan semua itu!" ucap Andre yang semakin naik pitam.
Baru saja sosok Andre akan menghilang namun ustadz Fahri menariknya kembali.
"Jangan gunakan amarahmu untuk membalas dendam! itu akan semakin memberatkanmu di akhirat. Memohonlah pada Allah swt. biar Dia yang membalas atas perlakuan Diani terhadapmu. Dia Maha Mengetahui hukuman apa yang pantas didapatkan Diani," kata ustadz Fahri.
__ADS_1
Andre terdiam sejenak, semakin lama emosinya semakin mereda, dan akhirnya sosok Andre pergi dari sana.
"Pak Vino, pak Rukman, kita berdoa saja semoga arwah Andre bisa tenang setelah ini dan amal ibadahnya di terima di sisi Allah swt.," kata ustadz Fahri kepada Rukman dan Vino.
"Baik ustadz," ucap Rukman dan Vino bersamaan dan mereka pun berdoa bersama untuk alm. Andre.
"Bagaimana Agistha, Rukman?" tanya ustadz Fahri.
"Yang saya lihat sekarang Agis sudah bisa mengontrol dirinya sendiri ustadz, dan juga sudah tidak seperti dulu lagi walaupun yang saya tau agak sulit menyesuaikan diri saat melihat hal yang tak kasat mata," jawab Rukman.
"Syukurlah kalau begitu, saya ikut seneng dengernya. Kalau keadaan Reza bagaimana pak Vino?" tanya ustadz Fahri pada Vino.
"Kata istri saya tadi Reza sudah sadar ustadz dan alhamdulillah sudah semakin membaik," jawab Vino.
"Alhamdulillah, kalau untuk perjodohan anak kalian bagaimana?" tanya ustadz Fahri pada Vino dan Rukman.
"Insyaallah akan tetap di laksanakan tapi menunggu Reza sembuh total ustadz, mohon doanya ya pak untuk kesembuhan Reza," jawab Vino.
"Insyaallah, doa saya selalu menyertai kalian orang-orang baik," ucap ustadz Fahri dan di aamiin ni oleh Vino dan Rukman.
Setelah berbincang-bincang, Vino dan Rukman pun berpamitan kepada ustadz Fahri untuk pulang ke rumah.
Bersambung..
__ADS_1