Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 113 : Menikah Lagi


__ADS_3

Setelah sampai di Ponpes Al-Kahfi, mereka pun turun dari mobil lalu berjalan ke kediaman ustadz Fahri.


"Assalamualaikum," ucap Rachima dan yang lainnya bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab ustadzah saat membuka pintunya.


"Wah rame sekali, mari masuk," ajak ustadzah dan mereka pun masuk ke dalam.


"Ada perlu apa bu Rachima, bu Yusti?" tanya ustadzah sambil semuanya duduk.


"Begini ummi, jadi ini Rivaldi dan Devi orangtua kandung Vania. Mereka ingin berpindah keyakinan tapi saya mau minta tolong kepada ustadz Fahri untuk membantu mereka menjadi mualaf," jelas Yusti.


"MasyaAllah, alhamdulillah semoga keputusan bapak dan ibu bisa istiqomah ya seperti Vania ini," ucap ustadzah tersenyum sambil mengelus lembut punggung Vania.


"Kalau begitu saya panggilkan ustadz sebentar ya," sambung ustadzah kemudian pergi dari hadapan mereka.


Ustadzah pergi ke kamarnya untuk memanggil ustadz Fahri, setelah selesai menjelaskan kepada ustadz Fahri, keduanya pun keluar kamat. Ustadz Fahri pergi ke ruang tamu sementara ustadzah menyiapkan hidangan untuk tamu.


"Assalamualaikum," ucap ustadz Fahri.


"Waalaikumsalam," jawab semuanya bersamaan.


"Perkenalkan ustadz saya Rivaldi dan ini Devi," ucap Rivaldi sambil berdiri dan menjabat tangan ustadz Fahri.

__ADS_1


"Saya ustadz Fahri, silahkan duduk kembali pak Rivaldi," kata ustadz Fahri dan mereka pun duduk kembali.


Ustadz Fahri pun mulai menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan kepada Vania beberapa waktu lalu. Setelah mendapat penjelasan dari ustadz Fahri keduanya pun paham.


"Berhubung disini saksinya sudah cukup, lebih baik kita mulai saja ya mengucap dua kalimat syahadat nya," ucap ustadz Fahri dan semuanya pun mengangguk.


Proses mengucap dua kalimat syahadat yang di lakukan oleh Rivaldi dan Devi berjalan dengan lancar. Ustadz Fahri langsung membacakan doa.


"Semoga pak Rivaldi dan juga bu Devi bisa istiqomah dalam keyakinannya saat ini dan belajar islamnya," ucap ustadz Fahri lalu semuanyapun mengaamiinkannya.


"Ustadz bisakah saya meminta tolong sekali lagi?" tanya Rivaldi.


"Bisa, silahkan," jawab ustadz Fahri.


"Terima kasih ustadzah," ucap Rachima dan Yusti bersamaan.


"Terima kasih ummi," ucap Vania dan Andi.


"Iya sama-sama ayok, diminum tehnya dan dimakan dulu kuenya," ajak ustadzah dan mereka pun mengangguk.


"Saya ingin menikah kembali dengan Devi," ucap Rivaldi, semuanya pun langsung saling bertukar pandang.


"Bisa, namun alangkah lebih baik sebaiknya pak Rivaldi maupun bu Devi mengurusnya ke KUA supaya pernikahan kalian bisa sah di mata hukum," jelas ustadz Fahri membuat Rivaldi berpikir sejenak dan akhirnya buka suara.

__ADS_1


"Baiklah ustadz kalau begitu kami permisi ya, kami akan segera mengurus pernikahan kami. Assalamualaikum," ucap Rivaldi.


"Waalaikumsalam," jawab ustadz Fahri sambil mengangguk.


"Baiklah ustadz dan ustadzah kami juga mau pamit ya, Vania dan Andi tetap jaga kesehatan kalian ya," kata Rachima kepada ustadz Fahri, ustadzah, Vania dan juga Andi.


"Assalamualaikum," ucap Rachima dan Yusti bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab ustadz Fahri dan juga ustadzah.


Rachima dan Yusti pun masuk ke dalam mob begitupun dengan Rivaldi dan juga Devi. Mobil mereka pun melaju ke kediaman mereka masing-masing.


🌾🌾


3 hari kemudian


Rivaldi dan Devi ditemani oleh Vania dan Andi sudah berada di KUA untuk melangsungkan prosesi akad nikah. Keduanya hanya berpakaian sederhana.


Beberapa menit kemudian akad nikah pun telah selesai dan sekarang Rivaldi maupun Devi sudah resmi kembali menjadi pasangan suami istri lagi. Raut bahagia terpancar dari keduanya. Senyum terukir indah di sudut bibi mereka.


Vania bahagia karena sekarang kedua orangtuanya telah bersatu kembali. Ditambah ada Andi yang akan menjadi suaminya kelak.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2