Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 59 : Menjebak


__ADS_3

~Kediaman Navanka


Rachima sedang merawat Kania yang sedang sakit. Dokter keluarga Navanka pun baru saja selesai memeriksakan kondisi Kania.


"Nak, makan bubur dulu ya setelah itu minum obatnya," ucap Rachima lembut dan Kania pun mengangguk.


"Assalamualaikum jeng," ucap Yusti dari ambang pintu kamar Kania.


"Waalaikumsalam," jawab Rachima dan Kania bersamaan.


"Kania, kamu sakit apa?" tanya Yusti langsung masuk ke dalam kamar menghampiri Rachima dan juga Kania.


"Semalaman demam jeng, tapi alhamdulillah panasnya sudah turun, jeng Yusti ada apa kesini ?" jawab Rachima karena Kania sedang memakan bubur buatannya kemudian bertanya pada Yusti.


"Bagini aku mau ngomongin soal pernikahan anak kita jeng, kata mas Vino dan Reza kalau dilaksanakan hari minggu ini bagaimana menurutmu?" kata Yusti membuat Rachima berpikir sejenak.


"Kalau aku gak masalah selama Agis mau, aku akan dukung, coba nanti saat Agis pulang sekolah lebih baik kita tanya saja ya. Toh tinggal acara pelaksanaan saja kan?" kata Rachima dan Yusti pun mengangguk setuju.


~SMK Betari


Agistha benar-benar tidak keluar kelas sama sekali karena Andi selalu berada di depan kelasnya. Saat jam istirahat tiba, Agistha berpikir lebih baik untuk menelepon Reza saja.


📞Mas Reza.. berdering..

__ADS_1


"Assalamualaikum calon istriku," sapa Reza membuat Agistha seketika menyunggingkan senyumannya.


"Waalaikumsalam, mas aku takut," jawab Agistha membuat Reza langsung panik.


"Ada apa Agis? ada yang mengganggumu di sekolah?" tanya Reza khawatir.


"Iya mas, Andi sedari tadi didepan kelasku terus, sepertinya ada niat terselubung mas," jawab Agistha membuat Reza berpikir sejenak.


"Agis, mau bantu aku gak?" tanya Reza serius.


"Mau selama aku bisa melakukannya mas," jawab Agistha.


"Kamu pasti bisa kok, aku tau kamu hebat," kata Reza membuat Agistha berpikir yang tidak-tidak.


"Hus kamu tuh ya belum apa-apa sudah ambigu aja, aku serius ini," jawab Reza pura-pura kesal.


"Iya iya maaf, mau dibantu apa?" tanya Agistha serius.


"Sepulang sekolah kalau Andi masih didepan kelas kamu biarkan saja di mengikuti kamu sampai parkiran, nanti aku dan orang-orang suruhanku akan membawa Andi ke tempat yang semestinya berada, kamu gak usah takut, kamu kirim pesan ke aku saat pelajaran terakhir kamu sudah selesai ya, mengerti?" jelas Reza dan Agistha pun mengangguk.


"Iya mas, mengerti," jawab Agistha.


~Andara Corp.

__ADS_1


"Pih aku sudah meminta bantuan Agis untuk menculik Andi dan membawanya ke ponpes milik ustadz Fahri. Reza gak mau memasukkannya ke penjara karena usianya masih sangat muda, jadi biarlah dia mendalami ilmu agama di ponpes Al-Kahfi, bagaimana menurut papih?" jelas Reza meminta pendapat Vino.


"Ide brillian, kamu emang anak papih, Za," ucap Vino sambil menepuk bahu Reza sebagai tanda kebanggan untuk dirinya.


🌾🌾🌾


1 jam sebelum Agistha mengirim pesan, Reza sudah lebih dulu berada di parkiran sekolah Agistha dengan 2 buah mobil. Tak lama kemudian Agistha pun mengirim pesan kalau dirinya telah selesai pelajaran terakhir.


Reza dan beberapa orang suruhannya sudah bersiaga di depan sekolah terkecuali Reza yang masuk ke dalam sekolah dengan menggunakan pakaian biasa saja.


Benar saja Andi membuntuti Agistha, namun Agistha tidak menghiraukan Andi.


"Agis, pulang bareng aku yuk. Ayolah, kali ini aja," ajak Andi yang tidak kenal lelah.


Reza pun membuntuti keduanya sampai ke depan lobby, Agistha seperti mencari-cari keberadaan Reza. Sejujurnya Agistha merasa takut jikalau Andi menyirep dia kembali.


Padahal Reza sudah berada tepat dibelakang Agistha. Saat Andi berdiri agak menjauh dari Agistha karena ponselnya tiba-tiba berbunyi dengan cepat Reza bergerak.


"Ayok ikut aku," ajak Reza sambil memegang tangan Agistha dan mengedipkan sebelah matanya.


Agistha langsung yakin kalau itu Reza, ia pun menurut. Namun Andi tiba-tiba mengejar dan beberapa orang suruhan Reza yang sudah menyebar ke sekeliling parkiran langsung dengan cepat menangkap Andi dan memberikannya obat bius lalu memasukkan Andi ke dalam mobil.


Mobil Reza yang dikendarai oleh pak Uus pun langsung melaju diikuti mobil belakang yang ditumpangi Andi menuju ponpes Al-Kahfi milik ustadz Fahri.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2