
"Sayang, ikut aku yuk ke suatu tempat," ajak Reza.
"Ke suatu tempat?" tanya Agistha.
"Iya, sekarang kamu siap-siap ya kita berangkat sekarang," jawab Reza dan Agistha pun mengangguk cepat.
"Tunggu sebentar ya sayang," ucap Agistha dan Reza langsung mengecup kening Agistha.
15 menit kemudian keduanya telah siap.
"Sayang, aku mau ke kamar mamah sama papah ya mau pamit," ucap Agistha.
"Sudah aku pamitin kok sayang, mamah sama papah juga sudah istirahat, yuk pergi. Suasana malam menuju Puncak lebih indah loh," timpal Reza.
"Baiklah ayok," ajak Agistha kemudian mengalungkan tangannya dilengan Reza.
Sepanjang perjalanan Reza dan Agistha bersenandung riang, mereka saling bertukar cerita, saling menjahili. Mereka benar-benar menikmati waktu mereka berdua.
Setelah sampai di depan vila, Agistha tertidur pulas. Reza tak tega untuk membangunkannya. Ia pun mengangkat tubuh Agistha ala bridal style.
Para pelayan pun menyambut kedatangan tuan dan nyonya nya.
"Selamat datang tuan dan nyonya," ucap para pelayan sambil membungkukkan sedikit tubuh mereka.
"Tolong bantu saya membukakan pintu kamar ya," ucap Reza dan salah satu pelayan pun mengikuti Reza, sementara pelayan yang lainnya kembali ke tugas mereka masing-masing.
"Ini kamar tuan dan nyonya," ucap pelayan itu sambil membukakan pintu kamar.
"Terima kasih, namamu siapa?" ucap Reza kemudian bertanya pada pelayan tersebut.
"Saya Gibran tuan," jawab Gibran dan Reza pun mengangguk.
"Iya sudah kembali ke pekerjaanmu ya," ucap Reza sambil membawa Agistha masuk ke dalam kamar mereka.
"Baik tuan," jawab Gibran sambil menundukkan kepalanya kemudian ia pun pergi dari depan kamar tuan dan nyonya nya tak lupa menutupkan kembali pintunya
Di dalam kamar, Reza membaringkan Agistha perlahan ke tempat tidur.
"Lelah banget kayaknya kamu sayang, sampai dengkuranmu terdengar jelas," ucap Reza bermonolog sambil tertawa pelan.
Reza pun langsung menuju ke kamar mandi untuk berendam karena ia juga merasa tubuhnya sangat lelah.
Agistha pun terbangun dari tidurnya, ia merasa asing dengan kamar yang ia tempati.
__ADS_1
"Dimana aku? kenapa kamarnya mewah sekali? dimana mas Reza?" tanya Agistha bermonolog sambil mencari keberadaan Reza.
Reza yang sedang asik berendam air hangat, menghirup aroma lavender yang begitu menenangkan sehingga tak sadar ia pun tertidur. Agistha mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
TOKTOKTOK (ketukan pintu)
"Sayang, sayang, apa kamu didalam?" teriak Agistha.
Karena cukup lama Agistha berteriak ia pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi tersebut. Ternyata pintunya tidak dikunci oleh Reza. Mata Agistha membulat dengan sempurna melihat Reza yang tidak berpakaian memejamkan kedua matanya diatas bathtub.
"Sayang, sayang bangun sayang," ucap Agistha sambil menggoyang-goyangkan bahu Reza.
Reza pun terbangun sejak Agistha membuka pintu namun ide jahilnya muncul. Reza sengaja tidak membuka matanya karena ingin mengerjai Agistha.
"Sayang kamu tidur atau pingsan sih hiks hiks hiks, sayang!" ucap Agistha dengan perasaan cemas, takut dan juga bingung.
Agistha memeriksa nafas Reza dari lubang hidungnya namun tidak ada nafas yang keluar karena Reza sengaja menahan nafasnya. Agistha pun semakin panik, akhirnya ia berniat untuk melakukan nafas buatan.
Namun baru saja bibir Agistha menempel pada bibir Reza, Reza lebih dulu menarik tengguk leher Agistha untuk menyatukan pautan mereka. Agistha tersentak kaget dan membulatkan matanya sambil memukul-mukul dada bidang Reza.
"Huaaaaaaa," teriak Agistha kemudian BYUUUURRR... Agistha ikut masuk kedalam bathtub yang berisi air hangat namun masih berpakaian lengkap.
"Sayang ih kamu mah! basah semua kan jadinya," gerutu Agistha sambil menunjukkan wajah murungnya.
Tidak puas di kamar mandi, mereka pun melanjutkan pertempurannya di tempat tidur.
🌾🌾🌾
Keesokan harinya mereka pun terbangun.
"Sayang kita dimana sih ?" tanya Agistha sambil memainkan jarinya di dada Reza.
"Sayang geli, nanti kamu bisa membangunkannya lagi," ucap Reza sambil menggelitik pinggang Agistha.
"Iya iya ampun sayang maaf maaf," kata Agistha tertawa.
"Ini vila kamu sayang, aku sengaja membelinya untukmu sebagai tanda syukurku memiliki istri seperti mu," ucap Reza dan mata Agistha langsung berkaca-kaca.
"Makasih ya sayang, aku mencintaimu karena Allah," kata Agistha kemudian Reza memeluk Agistha dengan sangat erat.
"Mandi yuk setelah itu kita sholat shubuh berjamaah dan mengaji," ajak Reza dan Agistha pun mengangguk cepat.
1 jam kemudian mereka pun telah selesai berganti baju.
__ADS_1
"Sayang ikut jogging yuk sama aku, udaranya segar sekali loh," ajak Reza.
"Oke sayang, aku siapkan sepatunya dulu ya," ucap Agistha bersemangat.
Kemudian mereka pun keluar vila dan berkeliling bersama.
"Sayang aku haus, aku lupa tidak membawa minum," ucap Agistha sambil mengatur nafasnya.
"Disana ada warung, kita kesana yuk," kata Reza sambil menunjuk sebuah warung di ujung jalan.
"Ayok sayang," ajak Agistha.
Sesampai di warung Agistha pun mengambil air mineral dingin begitupun dengan Reza. Namun ada yang menarik perhatian Agistha yaitu gado-gado.
"Sayang aku mau gado-gado itu," ucap Agistha dengan menunjukkan puppy eyes nya. Reza merasa tidak tega ia pun mengiyakannya. Mata Agistha langsung berbinar-binar.
"Sayang, apakah kamu mau?" tanya Agistha pada Reza.
"Boleh deh aku mau tapi tidak pedas ya," jawab Reza.
"Bu, gado-gado 2 ya tidak pedas," ucap Agistha pada ibu penjual gado-gado.
"Pakai lontong gak neng?" tanya ibu itu.
"Pakai bu tapi lontongnya dipisah ya," jawab Agistha dan ibu itu pun mengangguk.
Setelah pesanan gado-gado selesai dibuat Reza pun membayarnya. Dan keduanya kembali ke vila. Sesampai di vila, mereka menikmati gado-gado sambil menonton film di ruang keluarga.
"Sayang sejak kapan kamu membeli vila ini untukku?" tanya Agistha sambil menikmati gado-gadonya.
"Sejak kamu magang dulu," jawab Reza.
"Sejak magang? bukankah itu sudah 1 tahun yang lalu?" tanya Agistha kembali.
"Apa jangan-jangan kamu sudah jatuh hati padaku ya," ledek Agistha.
"Enggak kok sayang," jawab Reza sambil meminum airnya . "Enggak salah lagi maksudnya," sambung Reza dan Agistha pun tertawa.
"Lalu setelah kamu tau tentang penyakitku, kenapa kamu masih mau menerima dan jatuh hati padaku?" tanya Agistha sambil memasang raut wajah serius.
"Karena aku mencintaimu, dan cinta aku ke kamu itu karena Allah. Jadi gak ada alasan untuk berhenti mencintaimu hanya karena kekurangan yang kamu miliki. Jika Allah sudah berkehendak, aku harus apa ? selain ikhlas menerimanya," jawab Reza membuat hati Agistha bergetar. Tak disangka air matanya lolos begitu saja membasahi pipi mulusnya.
Bersambung..
__ADS_1