
~Rumah Sakit
Riko telah tiba di depan kamar rawat inap Reza.
TOKTOKTOK (suara ketukan pintu)
Riko pun membuka pintunya perlahan. Dilihatnya sangat sepi.
"Sepi sekali, apa Reza gak ada yang menemani?" kata Riko sambil berjalan menuju ruang rawat Reza.
"Assalamualaikum," ucap Riko, ternyata masih ada Yusti yang sedang asik memainkan ponselnya sedangkan Reza menonton televisi.
"Waalaikumsalam," jawab Reza dan Yusti langsung menoleh ke sumber suara.
"Eh, Ko. Za, mamih tinggal ya laper nih. Riko kamu temani Reza dulu ya," ucap Yusti pada Reza dan Riko, mereka pun mengangguk.
Yusti keluar dari kamar rawat Reza lalu pergi menuju ke kantin rumah sakit.
"Za, gimana keadaan lu?" tanya Riko sambil meendaratkan tubuhnya di sofa.
"Alhamdulillah sudah lebih baik, walaupun masih terasa lemas dan sedikit pusing," jawab Reza dengan wajah datar. Riko pun sudah sangat faham sekali sifat Reza yang dingin dan berwajah datar. Jadi, tak perlu dipermasalahkan.
"Oh iya, gue mau nunjukkin sesuatu sama lu," ucap Riko langsung mengambil sebuah flashdisk yang berada didalam saku kemejanya.
"Apaan?" tanya Reza.
"Laptop lu mana Za? pinjem dong, gue gak bawa laptop kesini," jawab Riko membuat Reza berdecak.
__ADS_1
"Di ruang tamu kayaknya tas laptop gue, lu ambil aja sana," jawab Reza sedangkan Riko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian mengambil laptop Reza di ruang tamu.
Setelah dapat, Riko kembali ke ruang rawat Reza. Riko mencari data yang ia dapat dari orang suruhannya dengan Vino.
"Nih Za, gue dapet informasi mengenai dalang dibalik kebangkrutannya om Andre, coba lu baca dengan teliti deh," kata Riko sambil memberikan laptop kepada Reza.
Reza pun membaca dengan seksama dan teliti, ia begitu tercengang saat tertera nama Diani.
"Diani, bukankah wanita ini dulu mantan sektretaris papih yang dipecat mamih karena berusaha menggoda papih. Apa ini berarti ada unsur balas dendam?" kata Reza dalam hatinya.
"Ko, lu belum tau keberadaan Diani sekarang? gue rasa sekarang dia gak jauh dari kita berada Ko. Lu udah selidikin belum?" ucap Reza serius.
"Dari sebelum lu sadar, gue udah ngasih tau info ini ke tuan Vino, dan sekarang masih dalam tahap pencarian, gue juga udah lapor ke polisi supaya bisa bantu mencari Diani berada," jawab Riko.
"Ya sudah gue serahin semuanya sama lu ya Ko, gue harap pencarian kita gak sia-sia," kata Reza sambil berpikir keras.
"Oh iya, gue mau tanya dong ini sebagai temen aja kita," kata Reza kembali santai.
"Mau tanya apaan emangnya lu?" tanya Riko penasaran.
"Lu beneran jadian sama Kania?" tanya Reza membuat Reza membulatkan matanya dengan sempurna.
"Hehe, tau darimana emang lu?" jawab Riko cengengesan.
"Jahat lu! kita kan temenan udah lama banget, kok lu gak pernah cerita ke gue sih!" sahut Reza tidak menyangka.
"Yaelah, gimana mau cerita ke lu, kan lu baru aja sadar dari koma Za. Lagian gue sama Kania baru aja jadian sebelum ke kamar lu," imbuh Riko santai.
__ADS_1
"Hahaha iya ya, selamat ya. Langsung nikahin jangan mau nikmatin aja lu Ko," kata Reza tertawa.
"Sial! emang gue cewek apaan Za, tenang aja nanti Kania bakal gue nikahin dah setelah lu," ucap Riko mantap.
"Gitu dong Ko baru itu laki-laki," kata Reza terkekeh.
"Makanya lu cepet pulih dong, biar cepet nikah sama Agis. Kasian tuh selama lu koma setiap habis keluar dari ruang ICU pasti matanya sembab. Kayaknya dia sayang banget sama lu Za," ucap Riko membuat Reza senyam-senyum sendiri.
"Mulai deh bucin! bucin! waras dikit napa Za," lanjut Riko.
PLUK! Reza melempar gulungan tisu yang berada ditangannya pada Riko.
"Biarin aja kenapa! eh tapi Agis lagi ngambek sama gue Ko," ucap Reza langsung memasang wajah sedih.
"Kenapa emangnya Za?" tanya Riko penasaran.
Kemudian Reza menceritakan keusilannya pada Agistha ke Riko, yang membuat Agistha merajuk sampai saat ini.
"Lu sih jadi orang kelewatan, kalau gue jadi Agis juga bakal lakuin hal yang sama. Tapi, sayangnya gue bukan Agis! kan gue cowok bro, mana mungkin kan ekye jadi bences yang demen sejenis makhluk hidup yang paling sexy," ucap Riko sambil menirukan gaya bicara waria.
"Idih! kok gue geli ya jadinya deket lu Ko," imbuh Reza.
"Sial*n lu Za," sahut Riko dan mereka pun tertawa.
Seisi kamar rawat Reza begitu ramai sejak Riko masuk. Karena kalau mereka sudah berbincang sebagai teman. Ibu-ibu arisan pun akan kalah heboh dari Reza dan Riko.
Bersambung..
__ADS_1