Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Setan meratapi diri


__ADS_3

Keduanya saling berpandangan selama beberapa detik. Basofi kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Sofiyah dan menciumnya penuh penghayatan sambil memejamkan mata. Sedangkan Aya hanya menikmati tanpa ikut membalasnya.


Basofi akhirnya melepaskan tautan bibirnya dengan nafas yang terengah-engah.


"Tidurlah!" Kata Babas sambil merengkuh tubuh kecil Sofiyah.


"Ko...." Sofiyah tahu Basofi sedang menahan hasratnya karena suaranya yang berat dan juga tubuh bagian bawahnya yang mengeras mengenai tubuhnya. Seolah berkata kalau aku menginginkan dirimu.


"Hem?" jawab Basofi berusaha menetralisir nafsunya yang bergejolak.


Sofiyah tak tahu lagi harus bicara apa karena sesungguhnya dia belum bisa mengungkapkan isi hatinya. Beda lagi kalau marah. Tentu semua unek-unek akan keluar tak terkendali dari mulutnya dan akan meluncur begitu saja.


"Ada apa?" Tanya Basofi karena tak mendapat jawaban dari sang istri.


"Ayy... tadi selepas mengaji ada teman ustadz Syafiq dan kami berbincang di depot masjid. Temannya itu bercerita kalau ustadz Syafiq dulu pernah mengkadali istrinya saat di awal pernikahan mereka.


"Maksudnya?"


"Usia ustadz Syafiq dan istrinya terpaut cukup jauh, dua puluh satu tahun"


"Ha.... kok bisa?"

__ADS_1


"Kata ustadz ceritanya panjang. Mungkin suatu saat bisa ditulis menjadi novel" Kata Babas sambil memainkan rambut Aya.


"Lebay!" Jawab Sofiyah.


"Ustadz Syafiq saat itu berusia empat puluh satu tahun sedangkan sang istri berusia sembilan belas tahun. Sang istri adalah santri di pondok dan ustadz mengajar Al-Qur'an disana. Pertama kali melihat si istri, ustadz Syafiq yang tak pernah berpacaran itu langsung terpana. Kemudian beliau langsung memberanikan diri memintanya lewat pak kyai.


Tak disangka lamaran diterima tapi ustadz Syafiq meyakini jika itu dilakukan oleh sang gadis karena unsur mematuhi perintah guru bukan karena si gadis juga tertarik padanya.


Tibalah saat malam pertama, ustadz Syafiq pun menyiapkan strategi agar tak kehilangan momen indah seumur hidupnya.


Di atas tempat tidur yang sama keduanya saling diam sambil melihat atap rumah. Ustadz Syafiq kemudian mulai berbicara.


"Dek, mau nggak dapat pahala dengan membunuh syetan?"


"Aku ajari ya tapi jangan teriak, tahan suaranya!"


Sang istri yang masih polos itu hanya mengangguk kan kepala kemudian mengikuti instruksi yang diberikan oleh suaminya.


Jadilah malam itu malam pertama ustadz Syafiq dan istrinya.


Setelah sekian lama berumah tangga kekuatan ustadz Syafiq pun mulai menurun dan sang istri yang makin ranum semakin mengerti dan ketagihan dengan kegiatan suami istri itu. Karena tak kunjung di nafkahi sampai sang istri balik ingin mengakali.

__ADS_1


"Gus, ayo bunuhin syetan!" Katanya karena sudah tak tahan dan ustad Syafiq yang sudah berumur dan tidak dalam keadaan prima menjawab," setannya masih kecil-kecil dek" Jawabnya.


"Justru masih kecil harus segera dibunuh biar tidak menyesatkan banyak manusia!" Katanya sedikit memaksa.


"Aneh-aneh aja!" Jawab Sofiyah menimpali sambil menahan senyumnya.


"Sekarang usia istrinya berapa?" Tanya Aya.


"Sekarang sudah 45 tahun dan ustadz Syafiq 66 tahun. Dan mereka dikaruniai enam orang anak" Kata Basofi lagi.


"Hah? Ya Alloh... kok bisa? Kapan-kapan aku ingin ketemu istrinya ya ko?" Sofiyah merengek-rengek sambil menggoyangkan lengan suaminya. Tiba-tiba saja dia penasaran dengan sosok yang diceritakan oleh sang suami.


"Boleh. Tapi sekarang kamu nggak mau membunuh para setan?" Tanya Babas penuh harap.


"Istilahnya kenapa membunuh setan sih ko?"


"Kata ustadz kalau kita melakukannya dengan istri kita itu pahalanya besar, setara dengan jihad. Tapi kalau melakukannya dengan orang yang tak halal untuk kita setan akan berbahagia dan berpesta pora. Hukumnya dosa besar dan harus dirajam. Kalau dosaku yang begitu banyak itu mungkin hukumanku adalah di bunuh ya Ay. Kelakuanku dulu kan kayak setan"


Basofi jadi sedih mengingat dosa-dosanya yang banyaknya mengalahkan banyaknya buih di lautan.


"Ko.... ayo kita bunuh setan. Biarkan mereka menangis karena kita melakukannya dengan jalan yang halal!" Kata Sofiyah mencoba menenangkan Basofi yang tiba-tiba jadi sedih.

__ADS_1


"Ayo!!" Jawab Babas semangat dengan wajah yang berseri-seri.


__ADS_2