
Basofi membuka chat nya dengan Sofiyah dan membacanya dari awal. berbaris-baris chat dibacanya dan ada beberapa baris yang sepertinya saat itu dirinya dan Sofiyah sedang marahan dan saling mempertahankan argumennya masing-masing. Pria itu bahkan sampai membacanya berkali-kali.
'Kau cemburu' Itu kalimat Basofi
'Nope' Jawab Sofiyah kala itu.
'Jangan pernah berharap kepadaku karena aku tak akan berniat untuk menjalin hubungan yang serius'
'Iya' Jawab Sofiyah.
' Aku hanya ingin bersenang-senang menikmati dunia ini'
Sofiyah tak menjawab dan itu membuat Basofi mengirimkan sebuah kalimat pedas berikutnya.
'Ingat! Di depan orang tua kita kau harus berpura-pura kalau kita menerima perjodohan ini '
Lagi Sofiyah tak membalasnya membuat lelaki itu mengirim pesan lagi.
' Kita tidak boleh mencampuri urusan masing-masing!
'Kau dan aku hanya sebatas atasan dan bawahan'
'Kau bebas berhubungan dengan siapa saja begitupun sebaliknya'
__ADS_1
'Mungkin sekali-kali kau harus merasakan bagaimana cara menikmati keindahan dunia ini'
'Atau mungkin kau tertarik ingin mencobanya denganku'
'Aku jamin kau akan ketagihan setelah itu'
Basofi yang kesal mengirim banyak pesan tapi kunjung mendapat balasan membuatnya ingin membanting hapenya.
Selama ini belum pernah dia diabaikan seorang gadis seperti sekarang ini. Biasanya merekalah yang mengirim pesan tanpa henti dan bersedia bersabar menunggu jawaban dari Basofi. Dia juga mencampakkan gadis-gadis yang tergila-gila padanya begitu saja dengan alasan yang dibuat-buat.
Basofi tersenyum karena ada notifikasi pesan balasan dari orang yang ditunggunya.
'Menurutku orang yang melakukan hubungan se** dengan setiap orang yang ditemuinya tak pantas disebut manusia karena kelakuannya seperti hewan.
Kalau manusia melakukan hal yang sama dengan binatang padahal dia punya akal, hati dan pikiran bukankah kedudukannya lebih rendah daripada binatang?'
Basofi menelan salivanya saat membaca rentetan kalimat yang dikirimkan Sofiyah beberapa bulan yang lalu.
Dia merasa menyesal sekarang. Kenapa dia sangat arogan saat itu. Basofi memposisikan dirinya diatas sofa agar bisa tidur karena matanya sudah mengantuk sekali. Basofi melihat Sofiyah yang kini tidur terlentang tak membelakanginya lagi.
"Aya.... maaf" Katanya bergumam kemudian menutup matanya yang sudah berat.
Basofi bangun ketika solah-solah kira-kira sepuluh menit sebelum adzan Subuh dan segera bangkit menuju mushollah. Tubuhnya terasa lelah karena tidurnya tidak nyenyak dan jauh dari kata sempurna.
__ADS_1
Dia masih sempat solat sunnah dan berdoa mengadu kepada Yang Maha Kuasa agar di bimbing ke jalan yang benar yang di ridhoi Nya.
Ia solat Subuh dengan khusyuk dan asyik berlama-lama di situ. Bahkan ada pengajian kitab Thibbun Nabawi dari salah satu dokter di sana.
Keren sekali rumah sakit ini, batin Basofi.
Setelah kajian itu berakhir Basofi kembali ke ruangan mami Sora dan mendapati Sofiyah masih asyik bergelung dengan selimut. Sepertinya dia kedinginan dan merasa nyaman dengan selimut Basofi.
Lelaki itu tersenyum tipis sekali, membayangkan Sofiyah berada dalam pelukannya dan tak ingin bangun karena kehangatan dari tubuhnya.
Basofi mengenyahkan bayangan mesumnya dengan Sofiyah karena fajar hampir keluar dan gadis itu belum menunaikan solat subuh.
Ia menggelengkan kepalanya agar pikirannya kembali sadar.
"Ay.... bangun Ay.... Subuh!" Basofi berbisik di telinga Sofiyah agar tidak mengagetkan mami yang sedang pulas dalam tidurnya.
Karena Sofiyah hanya bergerak mengusap telinganya saja tapi tak kunjung membuka mata maka Basofi menaruh mukanya lebih dekat dengan muka Sofiyah sambil mengguncang pundaknya.
"Aya....Subuhnya mau habis. Fuhhhhh!" Basofi sengaja meniup muka Sofiyah agar gadis itu segera bangun dan itu bekerja dengan baik.
Sofiyah perlahan membuka mata dan kelopak matanya berkedip-kedip lucu sekali. Tapi beberapa detik kemudian mata gadis itu terbelalak sempurna karena sadar siapa yang berada tepat di depan mukanya.
Ia langsung duduk sambil memejamkan matanya karena kepalanya langsung pening akibat gerakan terburu-buru nya yang alam bawah sadarnya belum sadar sepenuhnya.
__ADS_1