
Basofi kelabakan dan segera keluar dari mobil, ia memilih melanggar janjinya pada Sofiyah untuk tetap berada di dalam mobil dan tidak mengganggu mereka.
Matanya mengelilingi seisi kafe dengan perasaan kalut, sedangkan orang-orang yang berada di situ justru menatapnya dengan pandangan kagum. Pria tampan dengan pakaian lengkapnya yang nampak sangat formal dan parlente membius mata para gadis sehingga enggan memalingkan muka dan memilih untuk tetap melihatnya.
Ia menuju ke kasir untuk bertanya keberadaan dua orang yang sedang dicarinya.
"Ooh.... cewek yang matanya sipit, yang pakai jilbab tadi...?" Tanya si kasir.
" Iya dia sama cowok yang tinggi" Basofi buru-buru menjelaskan.
" Kayaknya ke arah sana tadi... Mereka cuma minum tapi sampai nggak sampai habis juga. Tuh..!!.." Pegawai kafe itu menunjuk sisa minuman yang ditinggalkan kedua sejoli yang belum dibereskan oleh pegawai kafe lainnya.
Basofi mengikuti arah yang ditunjukkan oleh mbak kasir dengan muka panik dan jemari tangan yang mengepal erat.
"Aya.....!!!! Ya Alloh selamatkan Aya, jaga dia!! Ya Alloh.... semoga tidak terjadi apa-apa. Lindungi dia ya Alloh.... !!!" Basofi berdo'a sambil melangkahkan kakinya lebar-lebar meninggalkan tempat itu.
Basofi berjalan dengan cepat sambil menoleh kiri kanan berharap melihat sosok gadis sipit yang dicarinya. Hatinya kebat-kebit ketakutan. Ia tak rela jika Sofiyah melakukan apa yang dulu sering dia kerjakan. Baginya Sofiyah adalah gadis suci yang harus dijaganya sepenuh hati dan tidak mungkin melakukan hal tercela semacam itu tapi dia meragukan pria yang menemani Sofiyah.
Basofi segera berlari saat ia melihat Sofiyah dan Rayhan berjalan bersisian tepat di pintu masuk hotel yang berada tepat di samping kafe hanya saja letaknya agak masuk ke dalam karena di luarnya adalah pelataran tempat parkir dan taman kecil.
"Aya.......!!" Basofi menarik lengan Sofiyah membuat gadis itu langsung tersentak dan melihat ke arahnya begitupula dengan Rayhan yang berada di samping Sofiyah.
"Jangan kasar ....!!!!" Rayhan mencoba melepaskan genggaman tangan Basofi di lengan Sofiyah tapi tak bisa.
"Ayo pulang!!" Kata Basofi.
__ADS_1
"Dia mau ikut bersamaku..." Rayhan menyela.
Sofiyah yang berada di antara keduanya menatap tajam pada pria yang masih mencengkeram lengannya. Ia kesal karena Basofi melanggar janjinya untuk tetap berada di mobil dan tidak akan mengganggunya.
"Ay.... sebentar lagi Maghrib..!!" Kata Basofi mencoba mempengaruhi Sofiyah agar kembali ingat pada Tuhannya.
"Sofi bukan anak kecil yang harus diingatkan kapan waktunya solat...." Rayhan mencoba menahan amarah dan mempertahankan sifat kalemnya di depan Aya.
"Kak Rey.....!" Sofiyah memegang lengan Rayhan dengan lembut membuat Basofi mengarahkan pandangannya pada langit-langit bangunan hotel karena tak kuat melihat sikap Sofiyah yang lembut pada pria lain. Gadis itu tak pernah semanis itu di depannya meskipun dia menyadari kalau itu juga karena sikapnya yang dulu selalu mencela dan menghinanya.
"Sorry...! I pulang dulu...." Kata Sofiyah dengan tatapan sendu.
"Sof.... besok hari terakhir I am here... please stay with me....!!"
"I promise.... besok kita ketemu lagi....! I am sorry kak Rey...." Sofiyah menatap pria jangkung yang kini melihatnya dengan wajah sedih.
Gadis itu berubah menjadi cemberut dan mencoba menepiskan tangan besar Basofi yang masih mencengkeram tangannya.
Begitu masuk mobil Sofiyah langsung memalingkan mukanya ke arah jendela. Kesal bukan main pada pria tampan yang sekarang berubah menjadi dewasa dan penyabar.
"Maaf....!!" Katanya dengan suara berat. Tak terpikir olehnya mengatakan satu kata yang paling berat untuk diucapkannya. Mungkin ini pertama kalinya dia mengatakan hal itu dengan tulus pada seorang wanita. Hatinya sakit saat melihat Sofiyah murung dan sedih seperti itu sehingga memilih meminta maaf menanggalkan segala jumawa dalam dirinya.
"Koko sudah janji kan tidak akan keluar dari mobil?" Dia menyilangkan tangannya masih dengan pandangan ke arah jendela.
"Aku ketakutan tadi...." Katanya pelan.
__ADS_1
"Takut? Takut kenapa?" Kini Sofiyah menatap pria yang sedang mengemudikan mobil dengan pandangan matanya fokus ke depan.
"Ak-aku... aku takut kamu kenapa-napa..." Basofi malah tergagap menjawab pertanyaan Sofiyah. Kini ia malah serupa gadis yang terintimidasi. Mungkin saja kalau Mikail melihatnya ia akan tertawa riang kesenangan karena ini momen langka yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Alassan!! Memangnya aku kenapa? Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak semurahan yang kamu kira...!" Rona wajah Sofiyah merah karena api amarah.
"B-bbbbkuan seperti itu maksudku...." Jujur dia tak menganggap Sofiyah murahan hanya saja dia takut Rayhan membuat jebakan. Ia sudah malang melintang di dunia ini dan melihat banyak sisi pria hidung belang. Ditambah lagi data-data dari Mikail yang menguatkan pradunganya tentu saja membuatnya kelabakan takut jika sesuatu terjadi pada gadis mungil yang disayanginya.
"Asal koko tahu, kak Rey itu tidak seperti yang koko pikirkan, dia berbeda dengan koko " Sofiyah mengatakannya cukup pelan tapi Basofi bisa mendengarnya dengan jelas.
Dibandingkan dengan pria lain itu sangat menyedihkan tapi ia memilih merafal istighfar dalam hati. Menyesali dosa besar yang diperbuatnya bukan hanya sekali tapi berkali-kali.
"Ya aku memang pria yang nista.... tak perlu membandingkan aku dengan lelaki lain! Bahkan aku tahu dosaku bisa menutupi daratan dan seisinya tapi tak bolehkah aku berubah?" Kata terakhirnya berhenti tepat di depan kediaman Sofiyah.
Gadis itu melepas sabuk pengamannya dengan menggigit bibir bawahnya. Merasa bersalah atas kata-kata yang terlontar karena marah barusan. Ia tak memungkiri jika kini Basofi tak pernah lagi kedatangan tamu wanita yang biasanya di ajaknya bercinta. Tak pernah lagi dia mendengar kata-kata pedas yang menyakiti hatinya. Juga tak pernah terdengar lagi kata-kata mesum dari mulutnya.
"Sampaikan salamku pada mami juga permintaan maaf ku karena aku sedang terburu-buru jadi tak bisa mampir terlebih dulu" Basofi mengatakannya tanpa melihat wajah si cantik yang kini sedang memandanginya penuh sesal.
Terdengar suara adzan dari masjid yang berseberangan dengan rumah Sofiyah tapi Basofi memilih tetap menjalankan mobilnya dan solat di tempat lain yang penting tak berada di sekitar situ.
*************
Aku minta izin pada readers sekalian yang terkasih dan tersayang. Minggu ini aku up nya mungkin nggak teratur dan sedikit karena sedang sibuk menyiapkan mauludan minggu depan.
Mohon maaf dan terima kasih sebelumnya untuk semua dukungan kalian. Jujur like dan komen kalian itu bisa membuat mood ku jadi baik dan hatiku jadi berbunga-bunga bahagia tak terkira.
__ADS_1
Love you all