
Beberapa langkah sebelum sampai di toilet, Basuki berjalan mundur untuk melihat gadis mungil yang kini posisinya membelakangi dirinya. Ia bahkan sempat berhenti untuk bisa mengamati gadis itu dari atas ke bawah. Bodinya tidak bagus-bagus amat tapi entah kenapa matanya seperti tak bisa berpaling darinya.
Lelaki yang sedang terpessona (aku terpessona melihat paras wajahmu yang cantik.... Moon maap ya readers!. Refleks aja nyanyi gitu pas denger terpesona) itu berjalan mundur ke belakang dan tidak menyadari jika bagian pintu toilet itu lebih tinggi dari lantainya.
BRAKKKK!
Pintu toilet yang tertimpa tubuh besar Basuki dan kemudian membentur tembok sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring membuat semua orang yang sedang berada di dapur besar itu menoleh kepadanya.
Ia terjatuh terjengkang ke belakang meski beberapa detik kemudian dia masih berusaha mencari pegangan tapi ya namanya toilet kan kadang licin ya walhasil kini Basuki terduduk dengan bagian belakang kepalanya terantuk tempat sabun yang terbuat dari porselen. Untung posisi bak mandinya tidak sejajar dengan pintu coba kalau iya sudah masuk ke dalam bak mandinya kali. Yeaelah Basuki...! Sampe segitunya ya.
Basuki merasa sangat malu sekali. Meski kesakitan ia tetap berusaha untuk berdiri dan tanpa di sangka-sangka si gadis incarannya tadi segera mendatanginya.
Basuki yang kini sudah berdiri di dalam toilet dan si gadis yang berada di luar pintu toilet saling berpandangan.
Gadis itu bukannya bersimpati pada Basuki dia malah memegang pintu dan memeriksanya apakah pintunya rusak atau tidak
Basuki menelan ludahnya, merasa cengo dia. Bisa-bisanya di cengin cewek kecil di depannya. Sebegitu burukkah wajahnya di mata gadis kecil ini?
Tidak berhenti sampai situ, gadis itu langsung berbalik meninggalkannya begitu saja tanpa menyapa atau apa gitu kek? Makin mengkerutlah tuh Basuki kayak nggak ada harga dirinya sama sekali.
Tak kekurangan akal Basuki memanggilnya lagi cari alasan apa ke..k, yang penting bisa ngobrol lebih lama dengan si gadis.
"Maaf non....." Katanya sambil kepalanya berpikir keras selanjutnya mau ngomong apa lagi.
Si gadis menoleh dan menatap nya sesaat, "Anda baik-baik saja kan?" Tanyanya enteng saja.
Sebenarnya Basuki merasakan tulang ekornya sakit luar biasa tapi rasa malunya lebih besar lagi.
__ADS_1
"Saya baik-baik saja, tapi ini...." Ia menunjukkan pantatnya yang basah karena jatuh ke lantai kamar mandi yang basah.
"Kalau sakit langsung ke rumah sakit saja" Kata gadis itu tak bersimpati.
"Maksud saya kalau boleh saya pinjam dalem*n " Basuki langsung menutup mulutnya karena salah berbicara. "Eh mak-maksud saya celana" Jelasnya.
Gadis itu mengernyit merasa pria ini kenapa seperti orang cabul ya? Ia tak langsung menjawab dan memindai pria itu dari bawah sampai ke atas.
"Maaf, saya mau solat Ashar tapi celana saya kotor jadi kalau boleh saya mau pinjam baju yang bersih. Saya janji akan mengembalikannya" Kata Basuki tiba-tiba. Ia sudah tak tahu lagi yang dibicarakannya apa. Sudah jelas yang berdiri di depannya adalah seorang gadis kenapa malah meminjam celana dari dia. Lagian duitnya juga banyak bisa langsung cus ke pertokoan yang berderet di daerah situ kenapa ngomongnya malah kemana-mana ya pak Basuki ini.
Tapi ternyata eh ternyata si gadis yang mendengar kata mau solat langsung berubah wajahnya jadi tersenyum di kulum. Tak di sangka-sangka dia malah terlihat antusias. Memang waktu Ashar tidak lama lagi karena jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga.
"Tunggu di sini sebentar..." Katanya sambil tersenyum tipiis sekali kemudian berlalu pergi meninggalkan pak Basuki.
"Sora, mau kemana?" Tanya salah satu koki di sana.
"Ini mau ngambilkan baju singkek itu. Kasihan bajunya basah semua...."Katanya sambil berjalan dengan cepat.
Tak lama setelah itu gadis bernama Sora tadi datang membawa pakaian pria, sebuah kemeja, celana pendek dan sarung.
"Pakaian kotor kamu taruh di kresek ini saja!" katanya sambil menyerahkan tas kresek warna hitam kepada Basuki.
Beberapa saat kemudian Basuki pun keluar dari kamar mandi dengan pesona yang berbeda. Ganteng sih tapi ada lucu-lucunya. Para pegawai yang ada di dapur yang kesemuanya beretnik jawa itu melebarkan senyumannya. Baru kali ini mereka melihat ada orang Cina yang memakai sarung.
Basuki tahu mereka sedang menertawakannya dan ia merasa kurang nyaman. Ia pun segera keluar dari area dapur menuju ke restoran depan sambil matanya memindai orang satu persatu mencari Sora. Dan akhirnya ia melihat Sora sedang menyapu di halaman depan restoran.
"Bisa minta tolong nitip ini ke laundry. Besok atau lusa akan saya ambil sekalian mengembalikan baju" Kata Basuki mencari alasan agar bisa bertemu lagi.
__ADS_1
Sora pun menerima kresek hitam itu sambil bilang ya. Basuki jadi gemes sendiri karena tanggapan Sora itu singkat saja.
"Saya Basuki...." Katanya memberanikan diri untuk memperkenalkan namanya terlebih dahulu.
Dari situlah awal perkenalan Papi Basuki dan Mami Soraya.
Setelah hari itu Pak Basuki sering datang ke restoran itu dan lama-lama timbullah benih-benih cinta pada gadis bermata sipit itu.
Dari situ keduanya saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Barulah dia tahu ternyata Soraya ini bukan keturunan orang Tionghoa. Ia berdarah asli jawa dan memang saudara-saudaranya juga mempunyai mata yang sipit tapi hanya Soraya yang berkulit putih sehingga orang-orang selalu mengira dia keturunan Cina.
Basuki juga akhirnya tahu jika Sora adalah cucu dari pemilik restoran itu yang sekarang di kelola oleh paman dan bibinya karena orang tuanya sudah meninggal. Ia tinggal di situ dan di suruh bantu-bantu jadi ia mengerjakan apa saja yang sekiranya bisa di kerjakan nya. Tiap bulan dia juga mendapat bagian dari hasil restoran tapi ia tidak mendapatkan gaji dari kerjanya.
Sora tidak mempermasalahkan hal itu yang penting masih ada keluarga yang menyayanginya.
Basuki yang sudah cinta mati sedang di landa ketakutan dan dilema. Dia belum berterus terang pada keluarganya tentang dirinya yang sudah masuk islam dan sekarang di tambah lagi dengan keinginannya untuk menikahi orang dari suku Jawa dan beragama Islam pula.
Terus begimana
*********
Kenapa mager banget ini hari yak? Maunya rebahaa..an aja. Males nulis gitu, lebih enak baca punya othor-othor lain yang tulisannya runut, mudah di mengerti, konfliknya ada dan enak aja gitu kalau di baca.
Yang dr ani and family udah end dan sebagai gantinya ada ini Bukan Laila majnun.
Pada mampir ke sana yak! Lihat-lihat kek, komen kek, tekek kek.
__ADS_1
Sorry ya tulisanku hari ini rancu banget, abis lihat Bang Hirodata bawaannya pingin ngehibaaahh aja.
Sorry everyone