Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Cctv


__ADS_3

"Tadi koko ke rumah sakit tapi ruangannya sudah kosong melompong...." Kata Basofi mencoba memprovokasi mami Sofiyah agar memarahi putrinya yang sudah duduk diantara mereka. Dan itu berjalan sesuai dengan yang dia harapkan.


"Fi.... kamu nggak ngasih tahu kokomu dulu sebelum kita pulang tadi?" Tanya maminya yang membuat Sofiyah jengkel setengah mati pada Basofi kenapa harus meributkan hal itu di depan maminya.


"Tadi Fiah kirim pesan ke pak Mikail, asistennya koko..." Sofiyah mencoba membela dirinya.


"Harusnya kamu telpon koko mu dulu niiik!!" Maminya malah memarahi dirinya.


"Fiah cuma takut mengganggu koko saja mi..." Sofiyah mencoba membela diri.


"Kirim pesan kan bisa??" Maminya justru memihak pada Basofi.


"Memangnya pak Mike tidak ngasih tahu koko?" Tanya Sofiyah sewot sambil menatap Basofi dengan muka kesalnya.


"Iya, dia ngasih tahu setelah aku sampai di rumah sakit"


"Fi.... !!!" Sepertinya maminya lagi-lagi kecewa pada dirinya dan itu membuat Sofiyah semakin memendam kesal dan kekecewaan pada Basofi. " Kasihan koko sudah-sudah seharian kerja terus ke rumah sakit sudah nggak ada siapa-siapa"


Akhirnya Sofiyah memilih diam mendapatkan omelan dari sang mami yang jarang sekali bicara panjang lebar seperti itu.


"Sudah mi... nggak papa. Harusnya tadi saya nelpon Aya dulu. Mami baru sehat, jangan stres, semuanya dibikin enjoy saja!"


'sok bijak banget' Sofiyah malah mengataj niat baik Basofi.


Setelah mereka berbincang sebentar, Basofi memaksa mama Soraya agar masuk ke dalam kamar dan beristirahat di sana. Dia juga bertanya apa ada yang mereka butuhkan agar Basofi bisa mencarinya sebelum dia pulang.


Setelah memastikan wanita yang menjadi sahabat mamanya itu merasa nyaman di dalam kamar ia kemudian pamit pulang setelah memastikan kembali tidak ada lagi yang mereka butuhkan.


Saat Basofi pulang Sofiyah mengantarkan nya dan dia menumpahkan kekesalan yang sudah dipendamnya pada lelaki yang beberapa bulan ini dekat dengan keluarganya.


"Bisa tidak koko tanya masalah-masalah pribadi seperti itu langsung padaku. Koko ingat kan kalau dulu pernah memintaku untuk berpura-pura kalau kita ini bahagia dengan perjodohan ini dan saling menerima. Sekarang kenapa malah koko selalu memojokkanku di depan mami? Aku tahu aku tidak menarik dan tidak akan sebanding dengan gadis-gadis mu itu. Dan sekarang aku juga ingin bahagia dan bersama dengan orang yang mencintaiku...!!" Sofiyah menghentakkan kakinya dan segera berniat pergi meski Basofi masih berada di situ.


"Nggak usah kerja dulu besok! Jaga mami sampai benar-benar sembuh! Kamu nggak mau kan ada apa-apa sama mami?" Kata Basofi menekan suaranya agar Sofiyah mau mengindahkannya tapi gadis itu sama sekali tak menanggapinya, dia tetap berjalan meninggalkan Basofi dan masuk ke dalam rumahnya.


Basofi akhirnya pulang dengan pak memikirkan perkataan Sofiyah barusan.


'Tidak semenarik gadis-gadis yang dekat denganku? Apa mungkin dia tertarik padaku meski cuma secuil saja?'


.


.


.

__ADS_1


Keesokan paginya saat Babas memasuki lantai atas ia dibuat terkejut dengan keberadaan Sofiyah yang sudah duduk manis di balik mejanya. Sofi yang melihat kedatangan bos besarnya itu pun langsung berdiri menyambutnya.


Sang Direktur menatapnya dengan tajam. Bagaimana bisa Sofiyah tidak mau mendengarkan kata-kata nya sama sekali. Keberadaannya seperti dianggap angin lalu saja.


Niat Basofi untuk berbuat baik pada Sofiyah dan memulai semuanya dari awal lenyap begitu saja. Ia masih belum bisa mengatur emosinya sendiri saat ini jika berhadapan dengan makhluq yang bernama wanita.


Pemimpin perusahaan itu kemudian masuk ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya bersama Mikail yang berdiri di sampingnya. Terlihat sekali kalau dia sedang berusaha menahan emosi.


"Kenapa jalan taubat itu susah sekali? Kalau seperti ini rasanya aku ingin kembali seperti dulu lagi..." Kata Basofi pada dirinya sendiri dan Mikail yang sedang berdiri di belakangnya dapat mendengarnya dengan jelas.


"Istighfar pak Bos! Alloh itu sayang pada orang-orang yang mau bersabar...!" Kata Mikail sambil menelan salivanya karena pada kenyataannya di bahkan belum bisa menjalankan apa yang baru saja dia katakan.


"Kau sedang mengajariku atau mengatai dirimu sendiri?" Tanya Basofi yang masih emosi.


"Maaf bos.... Barusan aku berkata pada diriku sendiri"


"Bagus kalau kau tahu itu."


Mikail mendengus dan bergumam dalam hatinya, kalau bukan karena gaji yang fantastis aku tidak akan mau menemanimu Bas!


Mana data-data yang kuminta kemarin?" Kata Basofi tanpa rasa kasihan pada Mikail yang selalu mendapatkan luapan kemarahan darinya.


Mikail kemudian memberikan tabletnya pada Basofi. Sang atasan yang arogan itu kemudian membaca data diri seseorang yang dia benci saat ini. Ia kini mengamati dengan seksama foto-foto seorang lelaki yang tak lain adalah Rayhan yang sedang bersenang-senang bersama beberapa wanita bule di kolam renang umum.


"Kapan semua ini terjadi?" Tanya Basofi.


"Dlam beberapa bulan ini."


"Bagaimana dia saat di Indonesia?"


" Dia baru beberapa hari disini dan sepertinya dia cuma mendekati Sofi" Jawab Mikail.


Basofi berpikir mungkin dia sudah insyaf seperti dirinya dan ingin memulai hubungan yang serius dengan Sofiyah. Dia menyelidiki latar belakang Rayhan untuk memantapkan hatinya akan melepaskan Aya atau mempertahankannya. Meskipun sedikit sakit dan tak terima jika pada akhirnya gadis kecil itu akan bersama pria lain tapi kali ini dia betul-betul ingin menjadi orang baik. Ia akan merelakan Sofiyah pergi jika Rayhan adalah pria baik yang bisa membahagiakan Sofiyah.


Tangan Babas bergerak dengan lincah di atas tablet dan memperlihatkan Rayhan yang sedang berada di klub di kota itu dengan membawa botol minuman keras bersama wanita-wanita lokal di sekelilingnya. Posenya juga jangan tanya


bagaimana, tentu saja hot dan intim sekali.


"Kau bilang dia cuma mendekati Sofiyah lalu apa ini?"


"Ooh itu FWB saja..."


"Kau ini....!???!!!" Basofi yang geram kemudian melemparkan bolpoin mahalnya tepat di kepala asistennya yang langsung mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Kau mendapatkan semua ini darimana?" Tanya Babas lagi.


"Beberapa dari CCTV, dari akun sosial medianya dan juga akun teman-temannya"


"Lalu apa tujuannya mendekati Sofiyah?"


"Mereka dulu berpacaran. Kemudian Rayhan pergi kuliah ke luar negri dan tidak pernah berhubungan dengan serius hanya FWB an saja. Aku belum tahu dia serius menyukai Sofi atau penasaran padanya"


Tok tok tok !!!!


Terdengar suara ketukan pintu dan Sofiyah kemudian masuk ke ruangan milik sang direktur meski si empunya ruangan belum mengizinkan.


Basofi menggerakkan kepalanya untuk mengusir Mikail agar keluar dari ruangannya.


"Aku sudah bilang tidak usah bekerja dulu. Kau tidak mendengarku?" Basofi langsung mencecar Sofiyah begitu Mikail sudah keluar.


"Ada mama tadi. Beliau bilang ingin menemani mami seharian ini dan memintaku untuk pergi bekerja"


"Mama di sana?"


"Iya dan mama bilang nanti koko di minta ke sana setelah pulang kerja"


"Ada apa?"


"Entah..." Jawab Sofiyah ketus.


Basofi kini tak ikut marah jika Sofiyah sedang kesal, dia hanya diam saja agar gadis itu puas meluapkan amarah padanya.


Ada apa pula mamanya seharian menemani mami Sora dan memintaku ke sana?


.


.


.


**************


FWB adalah singkatan dari friend with benefit. Istilah itu dipakai oleh orang-orang luar yang melakukan hubungan badan tanpa memiliki perasaan atau hubungan. Mereka melakukannya karena sama-sama ingin saja. Dan itu sekarang sudah lumrah juga di Indonesia.


Naudzubillah min dzalik!!! Semoga kita semua, anak cucu kita dijauhkan dari hal-hal yang seperti itu.


******

__ADS_1


__ADS_2