Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
03


__ADS_3

Basofi


Entah kenapa aku kesal sekali saat dia mengaku tertarik pada Daniel. Aku yakin bukan karena aku mulai tertarik kepadanya, Itu hanya karena aku sangat membenci Daniel dan segala hal yang berhubungan dengannya.


"Telpon Daniel dan katakan kalau besok kamu bisa berangkat sendiri ke tempat kursus jadi dia tak perlu menjemputmu..." Kata ku tanpa rasa bersalah.


"Why? give me a reason!"


"Aku tak suka semua hal yang berhubungan dia" Kataku penuh percaya diri.


" its your bussines. Nggak ada hubungan sama I."


"Aku tidak mau tahu. Hubungi dia dan katakan kalau kau tidak mau dijemput besok....!"


"Kenapa bukan you sendiri yang bilang?"


"Bisa tidak sekali saja tidak membantah?" Egoku melambung tinggi merasa tak pernah ada seorang perempuan pun yang pernah membantahku apalagi mendebatku seperti dia.


"Memangnya you siapa I ? I am just free"


Aku mengikuti arahan google map dan berhenti di titik merah yang sedang berkelip-kelip. Ku kunci pintu mobil disebelahnya melalui tempat ku duduk.


Aku tersenyum sinis saat dia membuka pintu mobil dan tak berhasil. Sepertinya ia kesal setelah mencoba membukanya tapi pintunya tak kunjung terbuka. Ia pun menoleh ke arahku yang sedang memajang wajah so coll. Aku melihat jalanan di depan sambil membelai daguku yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus.


"Tolong buka pintunya..!" Katanya kesal dan aku malah ingin semakin mengerjainya. Melihatnya marah malah menjadi hiburan tersendiri untuk ku.

__ADS_1


"Hubungi Daniel dulu.....!" Kataku menatap wajahnya.


"Aku bahkan tidak punya nomernya...!!!!?" Ia mengatakan dengan menyatukan gigi-giginya karena saking geramnya mungkin.


"Siapa yang percaya? Kalian begitu akrab... soo... Apa kamu lebih suka berduaan denganku di dalam mobil? Atau .... ingin mengerjakan sesuatu di sini? Bersama ku?" Godaku


"What do you mean??!!" Katanya. "Oh my God!!!" Ia frustasi sekali dan itu terlihat amat sangat lucu sekali.


"Memangnya apa yang kamu pikirkan? Kau tidak berpikir kita akan berbuat mesum kan?" Kata ku sambil menaik-turunkan alisku?


"What the ....." Ia mengepalkan tangannya, sepertinya dia geram sekali.


Aku malah melihatnya dengan tatapan mengejek.


Ia menggeser hapenya dan mulai mengetikkan sesuatu kemudian menelpon seseorang. Ia menaruh hape di telinganya dan menunggu seseorang mengangkat telponnya.


"iya mi...." Ohh ternyata dia menelpon maminya, ku kira tadi..... dia....


Sesaat kemudian pintu rumah yang berada tak jauh dari kami terbuka dan nampak pak Basuki, papinya keluar. Beliau berjalan ke arah kami dan mau tak mau aku pun membukakan pintu mobil untuk Sofiya.


Aku bergegas keluar dari mobil dan menyambut uluran tangannya lalu kucium dengan penuh hormat.


Dari rumah besar yang ada di bagian tengah kawasan itu beberapa anak lelaki tampak berjalan beriringan sambil memeluk buku. Mereka memakai baju koko, sarung dan kopyah. Tampak sekali mereka mencuri-curi melihat kami dan auranya. . Sepertinya ini kawasan pesantren.


Oh shiitt.... kenapa mama tidak pernah menceritakan hal ini padaku.

__ADS_1


"Sudah pulang?" Tanya pak Basuki kepada sang putri yang mencium tangannya.


"Iya pi...." jawabnya.


" Papa mama sehat nak?" Tanya ayahnya kepadaku.


"Iya... sehat pi...." Jawabku cepat dengan ikut memanggilnya papi sama sepertinya.


"Darimana saja kok baru pulang?"


"Nggak ke mana-mana kok Pi. Habis makan malam langsung saya antarkan pulang. Sebenarnya tadi Aya merengek belum mau pulang, dia kerasan di sana". Aku memandangnya dan dia mendelik, menatap tajam padaku mungkin hatinya sudah mengumpat ku karena bibirnya bergerak-gerak seakan ingin menumpahkan segala kata untuk melabrakku. Dan itu terlihat lucu. Semakin dia marah semakin aku suka reaksinya.


"Ya sudah..... hati-hati di jalan ya nak! Salam sama papa mama!"


Terus terang sekali.... Aku di usir langsung disuruh pulang. Disuruh mampir dulu sekedar basa basi pun tidak.


Hah.... ya sudahlah... Aku juga bingung mau ngomong apa.


"Iya mi...."


Aku mencium tangan keduanya kemudian mendekati Sofiyah dan mengusap kepalanya yang berbalut kerudung.


"Pulang dulu ya!" Kata ku so sweet, aku sendiri pingin muntah mendengarnya tapi aku ingin sekali menggodanya dan membuat dia uring-uringan. Itu sesuatu yang menyenangkan.


"Iya, hati-hati ko!"

__ADS_1


Kami benar-benar terlihat seperti pasangan romantis kan?


Tak lupa kupasang senyum semanis mungkin saat berpamitan untuk meninggalkan kesan calon mantu yang baik saat sudah di dalam mobil dan bersiap meninggalkan kawasan itu


__ADS_2