Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Taubat


__ADS_3

"KELUAR!!!" Basofi membentak Sofiyah yang membuat jantung si gadis seakan berhenti berdetak.


Sofiyah yang merasa harga dirinya jatuh dan di injak-injak oleh lelaki tampan juga brengsek itu langsung bergegas keluar.


Ia tidak tahu kenapa Basofi begitu marah padanya. Bukankah memang seperti itu keinginannya. Lalu apa yang salah?


Sofiyah berlalu begitu saja tanpa bertanya atau meminta penjelasan. Dia meninggalkan Basofi yang sedang di puncak emosi. Kalau tidak ingat sekarang dia ada di lingkungan pondok pesantren ingin rasanya dia menutup pintu mobil milik Basofi dengan sangat keras kalau perlu mungkin sampai rusak.


Sedangkan Basofi, ia sedang berusaha meredam amarahnya dan ingin secepatnya pergi dari tempat itu tapi saat dilihatnya salep milik Sofiyah yang masih tertinggal di mobilnya dia meruntuhkan seluruh egonya.


Ia keluar untuk menaruh salep itu di depan pintu agar tak perlu bertemu dengan wanita yang dia hormati. Tapi maminya Sofiyah ternyata sedang berada di balik pintu. Wajahnya seperti terlihat bingung karena mendapati putrinya pulang-pulang dengan raut muka yang tak terbaca.


"Ada apa Ko?" Tanyanya dengan suara lemah.


"Nggak papa mi. Ini salep Aya ya mi.... "


"Koko nggak duduk dulu?" Tanyanya lagi.


"Maaf ya mi. Saya sedang buru-buru..." Kata Basofi sambil mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Maafin Fiah ya Ko...." Kata mami dengan tulus meski belum tahu permasalahannya apa tapi sebagai orang yang lebih tua tentu dia bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi diantara putrinya dan calon menantunya.


Basofi hanya mengulum senyum dan segera pergi dari sana.


Saat sudah berada di jalan besar Basofi menjambak rambutnya sendiri kemudian berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaarrrgggghhh!!!!!"


Basofi merutuki kebodohannya dengan mencintai gadis kecil yang bahkan belum pernah ia sentuh sama sekali. Karena gadis itu pula ia tak lagi pernah mencelupkan pusakanya pada liang kesukaannya yang dulu menjadi makanan sehari-hari nya.


Basofi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tak tahu arah. Ia hanya ingin melepaskan kekesalannya tak lagi berpikir tentang keselamatan dirinya. Ia hanya ingin melupakan tatapan Sofiyah yang penuh cinta pada lelaki muda tadi.


Ia sudah mulai menempuh jalan tobat meski belum sepenuhnya tepat. Ia sudah berusaha solat minimal sehari sekali. Ia juga tak pernah lagi memakai pusakanya ke sana kesini hanya saja kalau sudah tak kuat menahan desakan hasrat dia akan bersolo ria di kamar mandi dengan menyebut nama Sofiyah.

__ADS_1


Tiba-tiba terbersit keinginan untuk menuju club dan minum-minum di sana untuk melupakan masalahnya karena mungkin Tuhan memang tidak ingin dia bertaubat. Terbukti saat ia mulai mendekatkan diri pada Nya dia malah diberi kejutan yang menyakitkan.


Babas mulai melajukan mobilnya menuju ke tempat maksiat itu. Ia memang jago di ranjang tapi entah kenapa ia tak bisa minum-minuman keras. Minum sedikit saja kepalanya akan melayang dan tak ingat apa-apa karena itulah ia sangat jarang pergi ke tempat-tempat seperti itu. Ia tidak ingin membuat mamanya sedih karena perbuatannya.


Satu sifat baik Basofi adalah menyayangi mama nya lebih dari siapapun, dia adalah yang utama dan Basofi rela melakukan apapun asalkan mamanya bahagia.


Tapi di sisi lain ia amat membenci wanita karena ulah mama tirinya terhadap ibu kandungnya. Karena itulah dia hanya bermain-main dengan banyak wanita tanpa tahu siapa namanya. Dia hanya ingin membalas dendam kepada kaum hawa karena perbuatan ibu tirinya.


Kesukaannya pada dosa besar itu juga sebagai bentuk protesnya pada sang papa yang sampai detik ini masih sering dia abaikan. Ia ingin menunjukkan pada papanya kalau dirinya bisa lebih bejat daripada sang papa yang sudah melukai hati mamanya. Dan anehnya di depan mamanya dia akan berubah menjadi anak baik yang menghormati kedua orang tua nya.


Karena pikirannya yang sedang berkelana mobilnya pun berjalan tak tentu arah. Dia yang punya niat ingin pergi ke club harus berhenti karena mobilnya tiba-tiba ngadat di tengah jalan. Dan setelah diperiksa ternyata bahan bakar mobilnya habis sama sekali.


Dia menoleh ke kanan dan ke kiri dan baru menyadari jika dia sudah berada jauh dari kota. Meskipun saat ini di dompetnya terselip banyak uang namun itu tak berguna sama sekali karena pom bensin sepertinya jauh dari tempatnya berdiri.


Dan secara kebetulan sekali adzan maghrib menggema dari masjid yang ada di seberang jalan. Basofi menghela nafasnya. Niat hati ingin pergi clubing dan mabuk-mabukan pergi ke tempat maksiat tapi ternyata Tuhan malah menuntunnya kembali ke rumah Nya.


Ia tersenyum dengan permainan takdirnya. Basofi sendiri bingung apakah sebenarnya dia termasuk golongan orang yang baik dan beruntung ataukah dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi lagi menyesal di kemudian hari.


Baru saja masuk ke dalam gerbang masjid hatinya sudah terasa sejuk. Yang tadinya bergejolak dan ingin menghancurkan apa saja yang dilihatnya kini berubah menjadi lebih tenang.


Basofi melangkah menuju ke tempat wudlu. Dibasuhnya seluruh wajah, tangan, kepala juga kakinya dengan air mata yang membasahi pipinya. Ia ingat begitu banyak dosa yang sudah dikerjakannya namun Yang Kuasa seakan ingin mengatakan kalau ampunan itu masih tersedia untuknya. Seakan Sang Pemberi rizki itu masih ingin dirinya kembali ke dalam pelukannya dan taubat secara sungguh-sungguh, taubatan nasucha.


Saat ia solat berjamaah dan mengikuti gerakan imam, tangisan itu masih saja terus mengaliri wajah tampannya sampai terisak-isak di dalam solatnya.


Setelah jamaah solat maghrib usai dan sang imam sudah selesai membaca do'a Basofi tak segera beranjak dari duduknya. Ia masih ingin membaca kalimat-kalimat baik yang dihafalnya. Dia membaca istighfar saat mengingat dosa-dosanya. Kemudian membaca hamdalah saat mengingat setiap anugrah yang di berikan padanya. Hal itu diulang-ulang hingga berkali-kali.


Telinganya juga ikut mendengar seorang ustadz yang sedang menjelaskan kitab yang dibacanya meski ia belum paham sepenuhnya tapi ia mencoba untuk mencernanya.


" Ada seorang preman yang setiap harinya bergelung dengan maksiat. Ia biasa mabuk-mabukan, berzina dan dia sudah membunuh 99 orang manusia kemudian dia ingin bertaubat dan datang kepada seorang pemuka agama. Preman ini menjelaskan bahwa dia sudah melakukan dosa besar dan ingin bertaubat tapi dia ragu apakah Tuhan masih mau mengampuninya atau tidak.


Pemuka agama itupun bertanya, "memangnya dosa apa yang sudah kau lakukan?"


"Aku telah membunuh 99 orang manusia"

__ADS_1


Pemuka agama yang kurang ilmunya itu menjawab, " tidak mungkin Alloh akan mengampuni dosa mu"


Karena mendapat jawaban yang tidak sesuai dengan hatinya preman ini pun memenggal leher si pemuka agama sehingga genaplah orang yang di bunuhnya menjadi 100 nyawa.


Ia kemudian berjalan dan mencari lagi seorang pemuka agama dan ia bertemu dengan seorang seikh yang alim dan bijak.


Preman itu kemudian menceritakan tentang dosa-dosanya yang telah melenyapkan 100 nyawa dan ia ingin bertaubat. Ia kemudian bertanya apakah dia masih punya kesempatan untuk bertaubat dan apakah Tuhan masih mau mengampuninya?


Sang seikh berkata dengan bijaksana. "Kesempatan taubat itu untuk siapa saja tapi kau berbuat seperti itu karena lingkunganmu karena itu pergilah ke negeri ini yang disana orang-orangnya rajin beribadah."


Maka berangkatlah sang preman untuk berhijrah tapi sebelum ia sampai di tempat tujuan ternyata nyawanya di cabut oleh malaikat Izrail di tengah jalan.


Alloh pun mengabarkan pada nabi Nya bahwa ia mengampuni semua dosa si preman dan memasukkannya ke dalam orang-orang yang masuk surga"


Semakin menangislah Basofi mendengarkan hal itu, ia bertekad akan bertaubat dengan sungguh-sungguh dan akan belajar agama mulai detik ini.


.


.


.


Keesokan paginya dia menyuruh sopirnya untuk menjemput Sofiyah ke rumahnya dan mengantarkannya ke tempat kerja.


*******


Kisah taubat itu banyak ceritanya. Kalian ada yang punya cerita unik bagaimana kisah taubat kita, saudara, orang tua atau tetangga kita. Share dong...! biar aku masukkan dalam cerita.


Semoga kita juga termasuk orang-orang yang diampuni dosanya dan bisa masuk surga bighoiri hisab. Amiin...


Makasih semua yang mau membaca cerita remahan yang masih banyak cela dimana-mana.....


love you all

__ADS_1


__ADS_2