Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Mama


__ADS_3

"Mama!!" Sofiyah mengusap air mata diwajahnya dengan kasar sambil berlari ke arah mama mertuanya.


"Mama?" Basofi tergugu diam mendapati sang mama sedang memergoki dirinya mencium Sofiyah dengan paksa. Dia merasa sedikit canggung saja.


"Kenapa sayang?" Mama Rosi memeluk menantunya penuh kelembutan sedang pada putranya sendiri ia menatap tajam seolah ingin menyabetnya dengan tatapan matanya.


"Ma!" Basofi menyapa sang mama yang sedang memeluk istrinya.


"Kamu apakan menantu mama Bas?" Ucapnya dengan sengit.


"Apa sih ma? Nggak diapa-apain kok. Iya kan sayang?" Babas mengusap puncak kerudung Sofiyah yang ditepis oleh istrinya dengan pelan membuat pria itu kecewa kemudian mengusap leher bagian belakangnya.


" Ayo masuk dulu! Kita bicara di dalam!" Kata sang mama pada menantunya dan Basofi segera berjalan di depan mereka kemudian segera membuka pintu begitu sampai di tempat tinggal Basofi dan Sofiyah.


Sofiyah merasa lebih baik karena ada ibu mertua disampingnya yang selalu siap membelanya.


"Kamu bereskan pakaian kamu ya sayang! Kamu tinggal sama mama saja!" Kata nya pada sang menantu yang mengangguk patuh.

__ADS_1


"Ma, kenapa begitu?" Babas meminta penjelasan pada mamanya kemudian melihat sang istri yang berjalan menuju ke kamar sendiri. Ia sudah horny dan ingin bermain-main dan bersenang-senang dengan istrinya.


"Ay!! Kau tidak akan ikut mama kan Ay?" Pria itu membuntuti si istri mengharap perhatian dan mencoba merayu agar ia memilih tetap bersamanya daripada pulang bersama sang ibu.


Mama Rosi heran kenapa menantunya masuk ke dalam kamar tamu dan bukan kamar utama di ruangan itu. Ia kemudian menuju kamar Basofi untuk memastikan apa yang ada di kepalanya itu salah.


Dadanya berdebar-debar takut apabila pemikirannya benar kalau putra dan menantunya selama ini pisah kamar. Benar saja, apa yang ditakutkannya ternyata benar adanya. Lemari Basofi hanya berisi baju-bajunya saja tanpa ada pakaian wanita di dalamnya. Begitupun diatas meja rias tak ada makeup wanita hanya ada beberapa barang pria yang tidak seberapa.


Ia mengelus dadanya mencoba untuk mengontrol suasana hatinya agar tidak marah-marah. Wanita paruh baya itu bingung dengan rumah tangga sang putra. Apa yang terjadi diantara keduanya. Kenapa pisah kamar? Dan tadi ia juga memergoki Basofi mencium Sofiyah dengan paksa. Ini yang tidak suka sebenarnya siapa. Atau jangan-jangan putranya itu cuma mempermainkan menantunya dan tetap bermain dengan wanita lain di belakang istrinya.


Sementara Basofi yang ada di kamar Sofiyah merengek memohon-mohon agar Sofiyah tetap berada di sisinya.


Babas mungkin lupa kalau dia yang lebih dulu mendiamkan istrinya, menyuruh Sofiyah tinggal di kamar tamu dan tak mengajaknya bicara jika tak penting-penting sekali.


Sofiyah sudah menaruh beberapa baju di atas tempat tidurnya tapi ia bingung mau dimasukkan kemana. Koper saja dia tak punya.


"Kalau koko mau tinggal disini biarin saja sayang. Pokoknya kamu harus tinggal sama mama!"

__ADS_1


"Ini...." Sofiyah bingung sambil melihat beberapa pakaiannya yang masih tergeletak di atas tempat tidurnya


Sang mertua mengitari seisi ruangan dan tak mendapati sesuatu yang berharga di kamar menantunya. Ia menjadi semakin kesal pada putranya sendiri.


"Sudah biarkan saja. Di rumah mama semua yang kamu butuhkan sudah mama sediakan. Ayo sayang!" Ibu-ibu bawel tapi penyayang itu menggeret tangan menantunya yang pasrah-pasrah saja.


"Keterlaluan kamu Bas. Kalau bukan anak sendiri sudah mama buang kamu! Punya istri nggak diopeni malah disia-siakan begini!" Mama Rosi mengomel saat melewati Basofi yang diam mematung melihat kemarahan mamanya.


" M-maksudnya apa ma?" Basofi sedikit berteriak sambil mengejar mamanya yang emosi sambil menyeret tangan Sofiyah.


Wanita yang masih nampak cantik di usianya itu berhenti kemudian menatap Basofi dengan penuh kemarahan.


"Kenapa Fiah kamu tempatkan di kamar tamu? Kamu itu suami macam apa? Kamu bekerja untuk siapa? Coba lihat istrimu ini! Tidak dibelikan make up tidak di belikan perhiasan. Kamu mau kayak papamu gitu?"


Deg


Jantung Basofi seperti tertohok mendengar kata-kata sang mama. Secara tak langsung dalam beberapa hal dia memang memperlakukan Sofiyah layaknya sang papa memperlakukan sang mama.

__ADS_1


Padahal dia sangat membenci papanya karena telah menyia-nyiakan ibu kandungnya dan sekarang dia justru berbuat hal yang sama.


Mama Rosi segera meninggalkan tempat Basofi sambil berjalan lebih cepat lagi sehingga Aya harus sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah kakinya dengan sang mertua.


__ADS_2