Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
thx all


__ADS_3

Begitu sampai di depan pesantren Sofiyah ingin cepat-cepat keluar dari dalam mobil. Melepaskan sabuk pengamannya dengan gerakan terburu-buru kemudian menaruh tas kresek yang sedari tadi di peluk dalam pangkuannya, menaruhnya di tengah, di atas tuas.


"Bawa masuk belanjaanmu itu!" Kata Basofi sebelum Sofiyah membuka pintu.


Gadis berwajah oriental itu memberikan tatapan tajam pada pria arogan di sebelahnya.


Basofi pun tak mau kalah, mata keranjangnya berkilat tajam, netra kedua anak manusia itu saling menyambar siap untuk berperang.


"Jangan ge-er, itu untuk mami bukan untukmu!" tegas Basofi yang membuat wajah Sofiyah merah karena kesal juga malu.


Bilang saja kalau mau ngasih ngapain mesti sembunyi-sembunyi pakek bawa-bawa nama mami, rutuknya dalam hati.


Tanpa mengucap terima kasih gadis berkerudung merah maroon itu segera keluar dari mobil sambil membawa kresek besar berisi berbagai camilan yang tadi dipilihnya sendiri. Bibirnya cemberut mengerucut membuat wajahnya semakin terlihat cute.


Pria tampan berbadan tinggi besar itu menarik kedua sudut bibirnya. Kebahagiaan baginya bisa menggoda Sofiyah. Ia pun segera menyusul sang gadis melangkahkan kakinya yang panjang menuju rumah tinggal calon mertua.


Ia mengucap salam saat akan memasuki rumah, kebiasaan baru yang akhir-akhir ini sering ia lakukan. Terdengar jawaban pelan dari Sofiyah dari dalam. Tanpa menunggu dipersilahkan lebih dulu oleh tuan rumah dia pun langsung duduk di ruang tamu yang sempit itu. Kalau dulu mungkin dia akan merasa jijik tapi sekarang dia sudah merasa biasa sekali.


Karena lelah yang mendera ia membaringkan tubuhnya di atas karpet tipis yang sederhana. Mencoba menghilangkan penat barang sejenak saja. Sambil menatap langit-langit rumah yang jauh dara kata indah, ia mengeluarkan ponselnya.


Basofi menelungkupkan badannya sambil mengutak-atik layar hape hendak memesan makanan lewat aplikasi si hijau karena perutnya terasa lapar. Sengaja tadi tidak mengajak Sofiyah makan di luar karena ingin makan bersama di rumah mini ini bersama mami dan Sofiyah. Ingin menyenangkan hati calon mertuanya yang sedang menanggung lara karena kehilangan sebagian hatinya.


Sofiyah meletakkan minuman yang baru di buatnya di dekat Basofi yang sedang asyik berselancar di dunia maya.


"Mami sedang tidur..." Sofiyah berkata pelan.


"Hm..." Gumam Basofi tanpa mengalihkan pandangan dari hapenya.


"Aku tinggal mandi nggak papa kan ko?"


Kalimat itu sukses membuat Basofi menoleh ke arah Sofiyah.


"Maksudmu?" Otak pria ini tiba-tiba saja jadi tumpul karena benaknya sudah berlarian ke mana-mana. Dia sudah sedikit membayangkan bagaimana Sofiyah jika sedang berada di kamar mandi.


"Maksudku, kalau nanti koko pulang tolong tutup pintunya karena aku mungkin akan lama" jelas Sofiyah.

__ADS_1


"Kau mengusirku?" Sinis nadanya.


"Bukan begitu... memangnya koko tidak pulang?" Kata Sofiyah tak enak hati.


"Aku pulang nanti malam setelah tahlilan. Kenapa, kau tidak suka?" Pertanyaan yang sudah dipahami Sofiyah jika jawabannya haruslah iya.


"Sukaa.!! Puas?" Jawab Sofiyah dengan ketus sambil berlalu masuk ke dalam rumah lagi.


Ia bingung dengan sifat Basofi yang kadang terlihat sangat baik dan di lain waktu ia seperti iblis. Yang jelas saat bersama para orang tua ia akan menjadi anak baik terutama kepada papi dan maminya.


Basofi kemudian duduk untuk menikmati minuman yang dihidangkan gadis kecilnya. Menyesapnya dalam-dalam kemudian mengamatinya. Warnanya coklat seperti kebanyakan teh pada umumnya tapi didasar gelas terlihat ada jahe yang di geprek juga beberapa irisan jeruk lemon. Rasanya menyegarkan kerongkongan dan menenangkan pikiran.


Sambil bersandar Basofi mendengar suara pengajian dari speaker masjid.


Saat Sayyidina Umar dalam keadaan kritis beliau membentuk majelis syuro untuk memilih khalifah sepeninggalnya. Beliau menunjuk enam orang sahabat mulia yang dijamin masuk surga. Mereka adalah Abdurrahman bin auf, Ustman bin Affan, Tolhah bin ubadah, Zubair bin awwam, Ali bin abi tholib, Sa'ad bin Abi waqosh.


Dan setelah di desak-desak akhirnya beliau juga memasukkan putranya yakni Abdulloh bin Umar untuk menjadi anggota majelis syuro dengan syarat jika Abdulloh bin Umar boleh mengeluarkan suaranya saat kedua pihak mendapatkan jumlah suara yang sama. dan Abdulloh bin Umar juga tidak mempunyai hak untuk di pilih.


Dan sebelum majelis syuro ini bersidang, Sayyidina Umar memanggil satu persatu dari keenam orang ini untuk di runtuhkan ambisinya agar saat bersidang nanti mereka akan melaksanakannya dengan kejernihan hati tanpa berambisi untuk menjadi seorang pemimpin.


"Wahai Abdurrahman, apakah engkau ingin menjadi seorang pemimpin?" tanya Khalifah Umar.


Abdurrahman bin auf hanya terdiam saja.


"Demi Allah wahai Abdurrahman, engkau itu adalah seorang yang mulia. Hanya ada satu kelemahan pada dirimu. Sayang sekali kelemahan itu tidak pantas ada pada seorang pemimpin atau kholifah."


Abdurrahman kemudian manggut-manggut dan berkata, " penilaian anda sangat tepat. Demi Allah aku sama sekali tidak menginginkan jabatan sebagai kholifah".


Setelah itu beliau pun undur diri dan sesaat setelah itu masuklah Saad bin Abi waqosh.


Pada Saad bin Abi waqosh, khalifah Umar berkata," wahai Saad sesungguhnya engkau ini jika menaklukkan sebuah negara maka engkau adalah yang paling sanggup diantara orang-orang yang ada. Tapi kalau engkau memimpin sebuah desa engkau akan kesulitan dan kewalahan".


Sa'ad bin Abi waqosh tersenyum dan mengatakan, " Engkau benar ya Amirul mukminin. Bukankah telah terjadi ketika engkau menunjukku sebagai gubernur di Kufah."


Setelah itu Zubair bin al awwam di suruh masuk dan Khalifah Umar bertanya, "Wahai Zubair apakah engkau menginginkan jabatan sebagai khalifah?"

__ADS_1


Pada saat itu Zubair bin Al awwam menjawab dengan bersemangat, "Tentu saja kenapa tidak? Bukankah dalam kedekatan nasab dengan Rosululloh maupun kedudukan siapa yang lebih dulu masuk islam kami ini tidak kalah darimu?"


Sayyidina Umar kemudian mengatakan, "Demi Allah wahai Zubair seandainya aku bisa aku akan memilihmu sayang sekali engkau ini kalau ridho seperti malaikat tapi kalau sedang marah kau ini seperti setan. Lalu bagaimana keadaan kaum muslimin kalau pemimpin mereka pada satu kondisi seperti malaikat dan di saat lain seperti setan pada saat sedang marah. Demi Alloh itu akan menjadi berbahaya".


Zubair bin Al awwam pun kemudian undur diri dan menyadari apa yang dikatakan oleh sayyidina Umar adalah benar.


Kemudian masuklah Tolhah dan sebelum beliau bicara Sayyidina Umar membungkamnya dengan mengatakan, "Wahai Tolhah aku tidak mengenalmu lagi sejak engkau menjadi congkak setelah Rosululloh memujimu sebagai seorang syahid yang masih ada di atas bumi wahai Tolhah dan bahkan Rosululloh wafat dalam keadaan masih marah kepadamu."


Kemudian masuklah Ali dan Khalifah Umar mengatakan, "Wahai Ali,demi Alloh, seandainya bukan karena sikap kelakar dan humorismu yang berlebihan niscaya engkaulah yang paling layak untuk menjadi khalifah. Sayang sekali engkau mempunyai kelemahan yaitu suka bercanda."


Kemudian masuk pula Sayyidina Ustman dan sang Khalifah berkata, "Wahai Ustman demi Alloh aku khawatir tentang engkau karena engkau pasti akan memilih orang-orang yang dekat denganmu dan orang-orang yang engkau sayangi sebagai pembantu-pembantu mu untuk mengurus kekuasaan ini sehingga akan membuat marah orang-orang lalu merekapun akan menyerangmu. Dan sepertinya mereka memang akan memilihmu dan engkau akan menghadapi takdir yang berat."


Sayyidina Utsman pun mengangguk dan memahami penjelasan Sayyidina Umar bin Khattab.


"Paket...!!!" teriak seseorang dari luar yang bisa ditebak itu adalah pengantar paket.


Basofi yang sedari tadi khusuk mendengarkan pengajian segera berdiri untuk mengambil pesanannya.


Secara kebetulan Sofiyah juga sudah menyelesaikan ritualnya. Yakni mandi dan solat Ashar.


Basofi menatap Sofiyah yang tampil sederhana kali ini. Hanya memakai kaos lengan panjang dan kerudung instan. Tampak segar setelah diguyur air dan wajahnya nampak bersinar.


%%%%%%@@@@@@%%%%%%%



Ini yang baca orang semua kan? Bukan pasukan ghoibnya Fadil jaidi kan?🤭🤭


Soalnya yang meninggalkan jejak cuma beberapa saja tapi nggak masalah. its ok.


Intinya makasih banyak, aku senneng bangget...banggetz 😘😘😘


swear!! Ini bener-bener diluar ekspektasiku, šŸ˜šŸ¤©šŸ˜


__ADS_1


__ADS_2