
"Kita sudah hampir sampai" Kata koko yang daritadi menenggelamkan kepalaku di dadanya. Aku hanya pasrah saja menikmati harum tubuhnya. Cukup menenangkan. Aku tak menyangka jika hubungan kami bisa berjalan baik secepat ini. Puji syukur pada Tuhan pencipta alam semesta, Alhamdulillah.
Aku menarik kepalaku dan yang pertama kali kulihat adalah wajah tampan yang sedang tersenyum padaku. Karena terlena dengan pesonanya aku menghadiahkan sebuah kecupan di bibirnya.
Mobil berjalan sangat pelan dan aku pun mulai mengedarkan pandangan. Ada gerbang tinggi menjulang dengan penjaga yang membawa senapan panjang.
"Ko...,!" Aku mengguncang paha koko berkali-kali, kenapa jadi menakutkan begini.
"Ini kita mau kemana?" Tanyaku lagi tapi tak mendapatkan jawaban apa-apa. Salah satu penjaga menganggukkan kepala setelah melihat koko yang membuka kaca jendela. Ia pun menggerakan tangan pada temannya memberi isyarat agar membuka pintu gerbang.
Begitu pintu terbuka kami di sambut oleh bunga-bunga yang tertata rapi di kanan dan kiri jalan. Bukan seperti jalan setapak tapi ini jalan besar kira-kira bisa dipakai mobil empat yang saling berjajar. Mulutku sampai melongo ketika dari jarak yang cukup jauh terlihat ada bangunan menyerupai istana.
__ADS_1
Rumah papa dan mama mertua terbilang cukup mewah tapi ini lebih mirip disebut istana. Tiang dan atapnya di dominasi warna merah dan gold, seperti orang tionghoa pada umumnya. Dan menaranya yang tinggi menjulang menyerupai bangunan di cerita Rapunzel.
Kami juga pernah menjadi orang kaya dan sering berhubungan dengan orang-orang kaya tapi yang seperti ini baru kali ini aku melihatnya di dunia nyata. Mewah, megah dan kokoh seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa pemiliknya adalah orang berada yang punya kekuatan dan kekuasaan yang tersembunyi. Aku nggak pernah menyangka bahwa keluarga besar koko ternyata sekaya ini.
Begitu turun kami disambut air mancur di tengah jalan sebelum kami masuk ke dalam rumah yang terdapat beberapa penjaga disana. Aku tak melepaskan tanganku dari lengan koko. Bukan bergelayut manja tapi karena takut sekaligus nervous dalam waktu bersamaan.
"Jangan takut seperti itu agar mereka tidak menindasmu!" Kata Koko sambil menepuk punggung tanganku yang mencengkeram lengannya.
Pintu lebar dan tinggi itu di buka oleh kedua penjaga sambil menundukkan kepala dan berkata dengan serempak, "selamat datang tuan muda!".
Aku sedikit terlonjak mendengarnya. Ini masih di dunia nyata kan? Apa kami tidak menginjak bumi lagi? Batinku.
__ADS_1
Ini kenapa lagi, di tempat seindah dan semewah ini mereka malah membikin jalan dengan tema kolam ikan. Aku buru-buru menjinjing gaunku agar tidak terkena air yang mengalir di sepatu kami.
"Ini kaca sayang, airnya ada di dalam sana tidak akan mengenai sepatu dan gaunmu" Kata koko sambil berbisik membuatku malu dan buru-buru menurunkan gaunku. Karena kurang puas aku pun melihat ke bawah lagi. Ikan-ikan hias itu berenang berlarian tanpa terusik dengan langkah kaki kami.
Kenapa orang kaya itu aneh-aneh saja, apa karena harta mereka tak akan habis sampai tujuh turunan sehingga mereka bingung bagaimana harus membelanjakan? Kini aku bahkan tak takut lagi karena keanehan-keanehan di istana megah ini. Aku yakin orangnya lebih aneh-aneh lagi.
Aku mengedarkan pandangan dan melihat foto keluarga yang super besar di ruangan yang luasnya bisa dipakai pesta dansa dan menampung banyak manusia. Kemudian ada foto keluarga dalam jumlah lebih sedikit di samping kiri kanannya. Seperti keluarga inti. Dan aku melihat ada gambar papa mertua, seorang wanita yang menggamit lengannya kemudian ada koko dan Daniel di sebelahnya.
Aku sampai tak percaya dengan yang kulihat. Sampai sebegitunya mereka tak menganggap mama mertuaku sebagai anggota keluarga sampai mengumumkan pada dunia jika koko adalah putra mamanya Daniel. Aku tak terima dan akan kupastikan akan melawannya.
Ya, untuk mama mertuaku yang baik hati dan selalu bersabar diri bahkan sampai merawat putra madunya sendiri. Bukankah ini memang pantas untuk diperjuangkan. Jadi koko juga bisa menunjukkan pada dunia siapa sebenarnya mama kandungnya.
__ADS_1