Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Maaf


__ADS_3

Selepas solat isyak berjamaah Aya dibawa ke kamar Basofi oleh mama mertuanya. Sedang Basofi sendiri keluar entah kemana.


"Kamu kunci saja nanti malam, biar koko tidak bisa masuk dan kamu bisa tidur dengan tenang ya sayang!" Kata sang mertua yang memperlakukannya dengan sangat baik.


"Kamu lihat-lihat dulu semuanya. Kalau ada keperluan kamu yang belum mama sediakan kamu bilang saja sama mama. Makeup nya juga seperti yang dulu biasanya kamu pakai. Langsung ganti baju tidur saja pasti kamu capek. Mama juga sih yang salah. Menantu baru datang langsung diajakin masak. Bukannya disuruh istirahat dulu. Maafin mama ya sayang!" Mama mertua super duper baik itu merasa bersalah pada menantu kesayangan nya.


"Nggak papa mah. Fiah malah seneng karena punya pengganti mami" Kata Sofiyah berseri-seri membuat mertuanya ikut senang juga.


"Ya sudah kamu istirahat saja biar besok bisa bangun lebih fresh lagi! Nggak enak kan kalau ada papa, mama malah ngobrol sama kamu. Mama harus menemani papa dulu. Besok baru kita bisa cerita-cerita Ya sayang?" Mama Rosi mengulas senyum dan menepuk pelan pundak Sofiyah.


Setelah menutup pintu dan menguncinya sofiyah berkeliling melihat lemari dan semua yang ada di kamar itu. Kamar mandi dalam pun tak lepas dari pantauan nya.


Karena memang Sofiyah bukan pribadi yang cerewet dan pilih-pilih ia tersenyum saja melihat pakaian-pakaian yang dipilihkan oleh sang mertua. Yang penting tidak norak.


Dia mengambil baju tidur lengan panjang juga celana dan segera berganti pakaian. Meskipun seringkali lembur dan bekerja sampai malam tapi kegiatan masak-memasak rupanya memang sedikit berbeda dan sekarang baru terasa lelahnya.


Sofiyah merasa tenggorokannya kering ingin minum juga ingin cemil-cemil. Karena itu ia menyambar kerudungnya dan ditaruh begitu saja diatas kepalanya. Yang penting menutup rambutnya toh tak ada siapa-siapa, begitu pikirnya. Lupa kalau ada Daniel yang juga tinggal disitu.


Dengan mengendap-endap ia berjalan ke bawah menuju dapur. Maklum saja di tempat baru rasanya sedikit berbeda meskipun para penghuni nya baik-baik tapi ada sedikit rasa canggung terselip.


Di dapur rupanya para art sedang makan bersama saling bertukar cerita dan terdengar juga gelak tawa. Suasana sangat ceria dan Sofiyah tak ingin mengganggu mereka. Meski merasa sedikit aneh apa mereka memang biasanya berisik seperti ini?.


Sofiyah melanjutkan niatnya mengambil air minum dan camilan untuk dibawa ke atas.


"Fiah....! How are you" Sapa Daniel yang tiba-tiba muncul dari dapur membuat Sofiyah kaget dan mengelus dadanya.

__ADS_1


"Ternyata you...!"


"What? me? What do you mean?"


"Just.... nothing. Everything its ok" Sofiyah bingung juga mau menjelaskan bagaimana. Sebenarnya dia mau bilang ternyata sumber keberisikan dari dapur tadi karena dirinya.


"You ngomong apa si Fi...?" Daniel duduk di depan Sofiyah sambil menyantap mi kesukaannya.


"You want?" Daniel menawarkan makanan yang sedang dimakannya.


"No thanks". Dia menolak meskipun air liurnya hampir saja menetes padahal dia baru saja makan malam. Entah kenapa dia sudah lapar lagi.


"Yakin?". Daniel yang tahu kalau Sofiyah juga penggemar mi seperti dirinya menggoda gadis yang seumuran dengannya.


Suara deru mobil terdengar berhenti di halaman. Sofiyah yakin itu adalah mobil Basofi yang sejak tadi pergi entah kemana. Meskipun masih marah juga kesal pada suaminya nyatanya ada sebagian dari dirinya yang merindukan Basofi. Ingin melihat wajahnya walau sekejap sebelum beranjak ke peraduan sebagai bekal agar bisa tidur nyenyak.


"Minta dikit....!" Sofiyah akhirnya tak tahan dengan gaya makan Daniel yang menggiurkan.


Sambil tersenyum mengejek, Daniel membagi mi nya dengan kakak iparnya dan mereka menikmatinya bersama-sama


Basofi masuk dengan ekspresi datarnya namun setelah melihat ternyata ada Sofiyah sedang bersama Daniel raut mukanya langsung berubah. Gurat cemburu terpampang jelas di wajahnya. Langkah kakinya cepat mendatangi sang istri dan bersikap posesif. Mencium kening Sofiyah dan membenarkan letak jilbabnya agar menutupi rambut juga telinganya dengan sempurna.


"Sayang, kamu masih lapar nggak?" Tanya Babas sambil menarik kursi dan duduk disamping sang istri.


"Nggak!" Jawab Sofiyah sambil melirik si tampan yang terlihat lesu dan tidak nafsu. Inginnya masih marah dan mempertahankan egonya tapi di depan Daniel ia tak boleh memperlihatkannya.

__ADS_1


Daniel segera beranjak dari duduknya, tahu sedang ada drama keluarga karena dia hidup diantara dua mama yang kerapkali diam tapi sesungguhnya mereka sedang bertengkar pikirannya jadi peka.


Tak lama setelah itu si mbok masuk ke ruang makan.


"Aden mau disiapkan makanan?" Tanya si mbok dengan sopan.


"Nggak usah mbok. Aku mau bikin nasi goreng" Kata Basofi sambil melirik sang istri. "Kamu tungguin diatas saja, nanti aku bawa kesana!" Kata Basofi hendak mencium kening Sofiyah lagi tapi istrinya itu langsung beranjak berdiri dari duduknya membuatnya menelan ludah.


Sofiyah segera menuju kamar suaminya sambil membawa minum dan beberapa camilan dan buah. Dikuncinya pintu itu rapat-rapat agar si empunya kamar tak bisa masuk ke dalam.


Ia segera mengirim pesan memberi tahu pada Basofi kalau malam ini dia mau tidur sendiri.


'Aku akan menunggu di depan pintu sambil membawa nasi goreng buatanku. Aku akan menunggu sampai hatimu luluh. Maafkan aku !'


.


.


.


.


Guys aku nulis ini saat kepalaku pening cenut- cenut bukan main. Badan meriang panas dingin padahal hari Ahad besok punya hajat lagi. Nikahan adik bungsuku.


Doain cepet sembuh ya! Sekarang orang-orang sudah pada bantu-bantu aku malah tidur terus sepanjang hari.

__ADS_1


Sehat itu memang nikmat yang amat sangat besar. Kalau sudah sakit begini baru terasa kalau itu sesuatu yang sangat berharga.


Semoga cuma flu biasa bukan penyakit yang aneh-aneh. Doain ya teman-teman!


__ADS_2