
Basofi berjalan memasuki kantin dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Raut mukanya dingin dan datar. Kalau dulu dia slengehan dan menggoda setiap wanita yang menarik untuk nya. Setelah mengenal Sofiyah dia lebih sering menggoda wanita untuk melihat reaksi gadis itu bagaimana ya meskipun terkadang dia melakukannya juga karena hal itu memang sudah mendarah daging dalam dirinya.
Sedangkan si asisten Mikail dengan setia mengikuti bos nya sambil tebar pesona. Bos nya mulai insyaf sekarang ganti asistennya yang gila.
Sebagian besar penghuni kantin berteriak histeris melihat kedatangan mereka. Lebih tepatnya Mikail yang sekarang menjadi idola hanya karena dia yang sering mewakili bosnya untuk berbicara dan membriefing para karyawan di perusahaan itu.
Beberapa hari ini Basofi berulang kali menekan para karyawan yang bertindak tidak sopan pada Sofiyah dan puncaknya adalah kemarin. Mikail atas perintah sang direktur utama mengumumkan bahwa setiap karyawan wajib menunduk saat melihat Sofiyah karena dia adalah calon istri bos besar mereka dan saat berbicara dengannya harus dengan bahasa yang sopan dan tidak diperbolehkan menatap matanya.
Sayangnya si gadis yang mulai memberi warna pada lelaki bujang anak pemilik perusahaan itu sama sekali tak menyadari akan hal itu. Dia malah asyik memikirkan cinta pertamanya yang kini datang mencarinya.
Basofi terang saja kebakaran jenggot melihat semua itu. Ia tak berhenti melihat setiap pergerakan Sofiyah meski sekarang dia seperti cuek dan enggan melihat pada si gadis tapi kenyataannya malah sebaliknya.
Babas berniat untuk bertaubat dan ingin memulai semuanya dari awal. Ia tak ingin memaksakan kehendaknya pada gadis kecilnya seperti sebelumnya. Ia ingin mendekatinya dengan cara yang baik dan normal tapi Babas juga bingung tak tahu bagaimana caranya karena biasanya dia hanya memakai cewek secara acak saja. Bahkan beberapa kali juga tak perlu berkenalan dan langsung tancap saja.
Basofi memulai taubatnya dengan memenuhi panggilan solat lima waktu terlebih dahulu. Meskipun subuhnya sudah lewat waktunya dia tetap solat daripada tidak sama sekali. Ia juga berkonsultasi dengan ustadz di masjid yang dekat dengan kantornya.
Lelaki tampan itu marah saat gadis yang dijodohkan dengannya malah ingin menggagalkan rencana kedua orang tua mereka seperti yang pernah dia ucapkan pada Sofiyah saat pertama kali bertemu dulu. Ia menyesali hal itu tapi Basofi juga merasa harga dirinya di injak-injak Sofiyah padahal hati kecilnya tahu jika dia yang memulai membuat kesalahan terlebih dahulu.
Dan temperamennya yang buruk malah memperparah keadaan. Ia malah membentak Sofiyah saat itu, menyuruh gadis kecilnya keluar dari mobil sesegera mungkin.
Keesokan harinya ia tak mau menjemput Sofiyah karena dia yakin akan marah-marah saat berada di dekatnya dan itu hanya akan menyakiti gadis mungil kesayangan mamanya.
Tapi ternyata Sofiyah tak berusaha bertanya padanya ada apa atau minimal ingin mengetahui kenapa dia tak mau menjemputnya. Padahal dia menunggu hal seperti itu.
Parahnya lagi saat akan pulang direktur utama itu melihat Sofiyah sedang menerima panggilan dengan wajah ceria dan sangat bahagia. Basofi yang masih merajuk dengan mode diam itu menyuruh asistennya Mikail untuk memberi kabar kalau pak Ali supirnya sedang datang. Sedangkan dia mengamati dari dalam ruangannya dengan seksama.
Lagi-lagi dia harus menelan kecewa karena Sofiyah malah kelihatan nyaman-nyaman saja di antar jemput oleh pak Ali. Bukannya bertanya pada dirinya ada apa Sofiyah malah bersemangat untuk segera turun ke bawah.
Dan saat makan siang ini, dia malah sedang asyik makan siang dengan cowok jangkung yang bertemu di mall waktu itu.
Basofi ingin sekali mendatangi mereka dan mengatakan kalau Sofiyah adalah miliknya, calon istrinya tapi dia hanya bisa melihat nya saja dari kejauhan sambil menelan kekesalan.
Matanya sedang mengitari kantin untuk mencari tempat duduk yang strategis agar tetap bisa mengawasi Sofiyah.
Setelah menemukan tempat yang cocok ia mengibaskan tangannya untuk mengusir orang-orang yang duduk di bangku yang dipilihnya dan Mikail dengan lemah lembut menyuruh mereka pindah yang langsung disanggupi para karyawan itu sambil mencoba menggoda Mikail. Mengerlingkan mata bahkan ada yang berani mencolek pinggang Mikail.
__ADS_1
Sementara bos besarnya sedang menahan rasa marah yang sudah berada di ubun-ubun tapi ia menekannya dan bersikeras dalam mode diam pada siapa saja yang ditemuinya terutama pada Sofiyah.
Berkali-kali Basofi melirik ke arah Sofiyah dan mendapati gadis itu tak berhenti tersenyum sambil berbincang bahagia dengan lelaki yang duduk di depannya. Makanan yang tak mengerti apa-apa menjadi sasarannya. Tanpa sadar dia menaruh sambal di atas nasinya dalam jumlah banyak yang membuat Mikail terbelalak matanya.
"Bos....!" Panggil si asisten.
"Hem...."
"Kau jadi suka sambal ya sekarang...?" Tanya Mikail menghentikan makannya dan melihat nasi bos nya yang penuh dengan sambal.
Basofi pun melihat ke arah nasinya dan di detik berikutnya kemudian menelan ludahnya.
"Kalau kau cemburu bilang saja terus terang. Dan kenapa tidak kau datangi saja bos?"
"Diam kau...!"
" Kau seperti pengecut sekarang Bas...!!"
Kata si asisten tanpa rasa takut.
"Makan!" Kata si atasan sambil mendorong piringnya di depan Mikail.
"Gajimu akan ku potong 30 persen kalau kau tak memakannya....." Kata Basofi sambil melirik gadis kecilnya yang hari ini memakai lipstik orange. Tipis-tipis tapi cantik sekali.
Sementara Sofiyah tak berhenti tersenyum sejak kedatangan Rayhan. Mereka asyik berbincang sampai lupa daratan.
"Kak Rey dapat my number dari mana?"
"Ada deh....."
" Kak Rey liburan berapa hari?"
" I stay sepuluh hari saja. Karena itu I pingin menghabiskan waktu bersama. Ada yang ingin I bicarakan secara prifacy."
Sofiyah memandang wajah Rayhan yang menurutnya semakin tampan.
__ADS_1
" Why was your account social media tidak aktif lagi?"
"Banyak yang sudah terjadi kak Rey dan I pingin menghindari semuanya......"
"Harusnya you berbagi dengan I. Jangan menghilang seperti itu" Kata Rayhan sambil meminum es milik Sofiyah dengan sedotan yang sama .
"You makin beautiful sekarang ..." Kata Rayhan.
"Kak Rey juga..."
"Benarkah?"
Sofiyah tersenyum dan memerah pipinya.
"You have a boyfriend?" Tanya Rayhan lagi.
"No.,"
"Cowok yang waktu itu siapa?"
" Atasanku .."
"Mengapa dia bilang you calon istrinya?"
" Kami di jodohkan oleh orang tua kami..." Jawab Sofiyah sejujurnya.
"I want to go to your house..! Boleh?" Kata Rayhan lagi.
"Untuk apa Kak Rey?" Sofiyah nampak panik.
"Just meet your parents...."
"No... no.... Not now.."
"Why?"
__ADS_1
" Tidak sekarang ya kak Rey...."
" I ingin setelah kembali ke Jepang kita sudah bertunangan..."