Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Ngomong dong


__ADS_3

Di hari ketiga saat Basofi tak menjemput Sofiyah maminya seperti sedih sekali membuat Aya yang sebenarnya senang karena tak direcoki lagi oleh Basofi kini menjadi tak enak hati pada maminya.


"Salam buat koko ya Nik...." Kata sang mami saat ia berpamitan berangkat kerja dan Pak Ali sudah siap di depan rumahnya.


Sebenarnya Sofiyah sudah mengatakan pada pak Ali agar memintakan izin pada majikannya biar dia diperbolehkan berangkat sendiri naik motornya tapi menurut pak Ali saat ia mengatakan hal itu kepada majikannya, dia hanya diam saja.


Sesampainya di tempat kerja ternyata Basofi dan Mikail sudah datang terlebih dahulu. Sofiyah jadi bingung kenapa hari-hari ini atmosfer perusahaan jadi aneh. Memang ada pertemuan di luar sekitar jam sembilan pagi tapi bukankah aneh jika bahkan para karyawan banyak yang belum datang justru direktur utamanya sudah datang terlebih dahulu.


Seperti biasa Sofiyah melihat jadwal bos nya hari ini kemudian segera menuju ke ruangan direktur untuk membacakan agenda sang atasan.


Belakangan ini bos nya yang playboy itu seakan tidak bisa jauh dari asistennya. Mikail selalu menempel seperti perangko pada Basofi.


Setelah menyelesaikan tugasnya Sofiyah diam sebentar dan Basofi tahu itu tapi dia tetep kekeh untuk diam.


" Tadi....." Sofiyah ragu untuk melanjutkan kata-katanya karena Basofi benar-benar cuek padanya.


" Saya permisi pak..." Kata gadis itu sambil sedikit membungkukkan badan. Ia pun berjalan keluar karena merasa Basofi sudah tidak menghargainya sama sekali dan pergi adalah solusi yang terbaik.


Basofi menatap kepergian Sofiyah sampai gadis itu duduk di mejanya.


"Ayolah Bas.... kenapa kau kekanakan sekali. Kalau kau suka perjuangin dong... !Jangan hanya diam saja. Jangan jadi nggak jelas seperti ini! Ku dekati dia tidak boleh.... tapi kau sendiri membiarkannya begitu saja."


" Kau mau makan sambal lagi?" Tanya Basofi kasar.


"Ampun Bos.... !!! Aku akan diam. Aku capek bolak balik ke kamar mandi dari kemarin sore.


Setelah bersiap-siap ketiganya naik dalam satu mobil. Mikail sebagai sopir sedangkan Basofi dan sekretarisnya duduk di bangku penumpang.


Suasana sangat mencekam membuat Mikail tak nyaman berada di situ tapi dia diam saja karena ia tak mau kena semprot atasannya.


Basofi dan Sofiyah duduk berjauhan, sibuk sendiri-sendiri. Basofi membaca berkas-berkas yang harus ia pelajari tentang klien barunya. Visi misinya juga menelusuri jejak record mereka selama ini.


Sedangkan Sofiyah juga melihat ipadnya untuk membaca ulang apa yang akan ia


presentasikan nanti.


Beberapa saat kemudian ponsel Sofiyah bergetar dan nama kak Raihan terpampang di sana.


Sofiyah tidak ragu untuk mengangkatnya karena kemarin saat dia di kantin bersama dengan Rayhan, Basofi cuek-cuek saja jadi Sofiyah membuat kesimpulan jika sekarang Basofi sama seperti dirinya. Menjalankan kehidupan masing-masing dan hanya perlu berpura-pura di depan orang tua mereka seperti kesepakatan mereka sebelumnya.

__ADS_1


"Iya kak....."


" On the way mau meeting dengan klien di luar"


"I am sorry. I can't"


" I am sorry kak...."


"Iya. See you..." Sofiyah menutup panggilannya sambil tersenyum melihat foto Rayhan.


Jelas saja Basofi langsung tidak konsentrasi. Ia menutup berkas-berkas nya setelahnya mencoba menguping pembicaraan mereka tapi tak bisa. Ia pun kemudian membuka ponselnya mencari sesuatu yang bisa mengalihkan pikirannya agar tidak fokus pada Sofiyah terus.


Pertemuan bisnis itu berjalan lancar hingga waktu makan siang sehingga Sofiyah dan Mikail ikut menikmati makan siangnya di restoran situ.


"Maaf pak perut saya sakit sekali. Saya mau ke kamar mandi dulu" Kata Mikail buru-buru. Ia berlari sambil memegang perutnya karena isi perutnya sudah tak tahan ingin keluar.


"Saya permisi mau solat sebentar..." Kata Sofiyah pada bos nya yang pura-pura tak mau melihatnya. Ia pergi ke musholla yang ada di samping restoran itu dan Basofi mengikuti nya dari jauh karena ia juga mau menunaikan solat Duhur juga tapi tak ingin terlihat oleh Sofiyah.


Masih malu kalau ketahuan melaksanakan solat fardlu.


Setelah Babas selesai solat ia buru-buru kembali ke tempat semula agar tak keduluan Sofiyah. Ia kemudian berpura-pura sedang minum seolah-olah dari tadi hanya duduk diam di situ tak beranjak kemana-mana.


"Kita balik duluan...." Katanya sambil mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja.


" Lalu pak Mike bagaimana?"


"Dia masih lama...!" Jawabnya sambil berjalan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Mikail tanpa pemberitahuan terlebih dulu.


Basofi langsung masuk dan duduk di belakang kemudi sedangkan Sofiyah dengan malu-malu kemudian ikut naik di jok depan mengikuti bos nya. Dan di dalam mobil keduanya hanya terdiam sambil melihat jalanan.


Sofiyah tersentak dari lamunannya saat ponselnya berdering. Gadis itupun segera mengangkat telpon yang ternyata dari maminya.


"Assalamualaikum mi...."


" Di jalan ini mau kembali ke perusahaan. Tadi ada meeting dengan klien di luar. Kenapa mi?"


"Ehm.... " Sofiyah seperti ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan maminya.


"Koko ada......" Katanya memberanikan diri sambil melirik Basofi.

__ADS_1


Basofi tak menjawabnya dengan kata-kata hanya menengadahkan tangannya meminta hape Sofiyah.


"Ya mi...." Kata Basofi menyapa calon mertuanya.


"Alhamdulillah sehat mi. Mami apa kabar?" Tanyanya dengan ramah.


"Iya Basofi minta maaf mi. Akhir-akhir ini saya sibuk sekali. Nanti sore akan saya usahakan mengantarkan Aya"


"Baik-baik saja mi. Memangnya Aya cerita apa?"


"Hehe kami baik-baik saja..." Kata Basofi.


"Iya sama-sama mi..."


"Waalaikumsalam...."


Dan ia pun menyerahkan hape Sofiyah yang ternyata sudah mati.


" Mami ngomong apa barusan?" Tanya Sofiyah penasaran.


" Biasa aja..." pelit sekali kata-katanya. Tapi Sofiyah masih ingin berusaha sekali lagi agar hubungan mereka mencair kembali meskipun tak ingin bersama setidaknya interaksi mereka bisa seperti orang normal pada umumnya, tidak diam-diaman seperti orang yang sedang ngambekan.


" Mami tadi pagi nitip salam ..." Kata Sofiyah memancing Basofi agar mau bicara bukan hanya satu dua kata.


Sebenarnya Sofiyah bahagia Basofi tak bicara banyak padanya sehingga ia tak pernah lagi mendapat semburan kemarahan dari bos nya atau Kata-kata yang biasanya menyakitkan perasaannya.


Tapi saat Basofi diam terlalu lama Sofiyah jadi bingung sendiri. Ia malah ingin mendengar Basofi marah-marah padanya.


"Kau ini kenapa sih Ko?" Sofiyah mulai tak sabar.


" Memangnya aku salah apa sampai koko mendiamkan aku seperti itu?!" Kata Sofiyah hampir berteriak karena tak tahan didiamkan oleh pria tampan sekaligus bos nya itu.


Karena tak mendapat respon dari orang yang diajaknya berbicara gadis itu segera memalingkan mukanya ke arah jendela. Sudut matanya mulai mengeluarkan air mata. Dengan gerakan cepat ia kemudian mengusapnya tak ingin ketahuan oleh Basofi kalau dia cengeng sekali.


"Aku tak ingin membatalkan perjodohan kita. Bukannya aku tak ingin hanya saja aku ingat wasiat papi yang menitipkanmu padaku beberapa hari sebelum kepergiannya"


Sofiyah marah campur sedih juga sakit hati mendengar perkataan Basofi.


"Aku akan menjelaskan semuanya pada orang tua kita kalau kita tidak saling tertarik apalagi saling mencintai. Aku yakin mereka bisa menerimanya" Kata

__ADS_1


Sofiyah mantap mengingat hari Minggu besok ia sudah membuat janji untuk ketemuan dengan Rayhan untuk membicarakan masa depan mereka berdua.


__ADS_2