
Basofi menatap Sofiyah yang tampil santai kali ini. Hanya memakai kaos lengan panjang dan kerudung instan. Tampak segar setelah diguyur air dan wajahnya tampak bersinar.
Ia memberikan makanan yang dipesannya tadi kepada Sofiyah dan gadis kecil berhidung mungil itu segera menerimanya dengan kedua tangannya karena saking banyaknya.
"Kita makan bersama dengan mami tapi aku mau mandi dulu. Badanku gerah semua.."
Basofi meregangkan otot-otot tubuhnya ke kanan dan ke kiri membuat badannya yang tak kekar tercetak dan sukses membuat wajah Sofiyah bersemu merah. Ia segera memalingkan muka dan berjalan menuju dapur kecilnya agar tak ketahuan si atasan tampannya.
"Aku mandi dulu tapi kamu jangan pergi ke mana-mana!" Kata Basofi yang berdiri di belakang gadis kecil yang dijodohkan dengannya. Basofi mengamati dirinya sendiri juga Sofiyah ternyata tinggi Sofiyah hanya sepundaknya.
'kecil mungil' batin Basofi.
Dan seperti kebiasaan Sofiyah yang tak langsung menjawab pertanyaan Basofi selalu menyulut kekesalan dalam diri si pria.
"Aya.... kau tidak mendengarku?!!" Geramnya.
"Iya dengar yang mulia...!" jawab Sofiyah mencoba bercanda karena kini hatinya berdebar-debar dengan posisi berdiri mereka. Sofiyah berdiri di depan meja kecil yang ada di dapur sedang menata makanan untuk mereka bertiga sedang Basofi berdiri di belakangnya.
Lelaki itu langsung masuk kamar mandi yang ukurannya sangat kecil tak sesuai dengan standarnya. Dia masuk begitu saja tanpa membawa pakaian gantinya. Basofi masih terbayang-bayang wajah pak Basuki saat ia memandikannya apalagi ini di rumah yang biasa di tempati oleh almarhum calon mertuanya.
Ia masih takut kalau sendirian di rumah itu hanya saja ia menutupinya dengan sifat arogansinya. Malu untuk menunjukkan sifat penakutnya di hadapan manusia terlebih di depan gadis lemah yang sering dia goda.
Ia melepaskan pakaiannya tapi tak langsung mengguyur badannya dengan air yang ada dalam bak mandi.
"Aya...." Panggilnya dengan suara parau karena rasa takut menyergapnya. Tangannya memegang gayung sudah siap untuk membasahi tubuhnya.
"Iya...!" Jawab Sofiyah agak jengah merasa aneh dengan sikap Basofi yang tiba-tiba manja serupa anak kecil yang takut ditinggal oleh ibunya.
"Jangan kemana-mana! Tetap di situ!" katanya sambil mulai mengguyur tubuhnya. Rasa dingin masuk ke dalam pori-porinya dan membuat tubuhnya menjadi segar.
"Ya ampun ko!" Sofiyah makin merasa aneh dengan sikap Basofi.
"Tetap di situ jangan kemana-mana!!" Perintahnya lagi kali ini sambil memegang sabun dengan erat dan menempelkan di kulitnya. Itu adalah kedua kalinya dia bersentuhan dengan sabun padat tapi dia masih saja kesusahan dan beberapa kali sabunnya terjatuh. Hal itu membuat rasa takutnya hilang untuk beberapa saat.
"Ay...!" Panggilnya karena tak mendengar suara piring yang saling bersentuhan dengan sendok dan garpu.
"Aya...!!!" Ia mengeraskan suaranya tapi tak ada jawaban dari orang yang dipanggilnya.
Ia melongokkan kepala keluar dan menyapu dapur dengan pandangan matanya yang agak buram karena sebagian tertutup busa tapi tak di dapatinya orang yang di carinya.
__ADS_1
Basofi segera memakai handuk yang ada untuk menutupi pusaka nakalnya.
Ia keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa karena ia merasa almarhum calon mertuanya sedang mengawasi dan mengikutinya.
Begitu membuka tirai yang menghalangi ruang tamu dengan ruangan lainnya Basofi langsung ingin mencecar dan memarahi Sofiyah karena berani meremehkan perintahnya. Tapi urung dilakukannya karena ingat mami Sofiyah sedang tidur dan tak ingin suaranya mengagetkan beliau.
"Sofiyah!!" Giginya bergemelatuk menahan suaranya agar tak menggema di setiap sudut rumah kecil ini.
Sofiyah yang sedang menata piring-piring di atas karpet di ruang tamu menoleh ke arah suara dan bola mata sipitnya langsung terbelalak melihat Basofi dalam keadaan setengah telanjang dengan busa shampoo dan sabun yang menempel di tubuh dan kepalanya.
"Apa-apaan sih ko?" Sofiyah juga menahan suaranya sambil menelan ludah. Ia sudah pernah melihat tubuh pria yang lebih vulgar dari pada itu tapi kali ini rasanya berbeda. Ada rasa kesal bercampur malu saat melihatnya meskipun cuma sekilas.
"Jadi basah semua kan?" Sofiyah mencoba mengalihkan perhatiannya pada lantai yang basah gara-gara ulah playboy cap kakatua yang makin hari makin aneh saja.
"Sudah kubilang jangan tinggalkan aku! Kau bisa membuatku mati karena takut..." Dengus Basofi sambil mengikuti Sofiyah yang berjalan ke arah dapur yang menyatu dengan kamar mandi.
Gadis berkulit putih itu merasakan desiran halus di permukaan kulitnya mendengar ucapan Basofi yang absurd. Basofi mungkin tak sadar dengan apa yang diucapkannya tapi berbeda dengan gadis yang diajak berbicara.
"Aku cuma naruh piring di depan ko..." Kata Sofiyah mencoba membela diri.
"Takut kenapa sih ko?" Tanya si gadis lagi.
" Ya sudah, sekarang masuk saja kenapa masih di sini? Jadi basah semua kan?" Gadis itu berkata dengan ketus sambil mengambil pel dan membersihkan lantai yang basah.
"Jangan kemana-mana! Kau dengar itu? Kalau tidak aku akan keluar tanpa memakai apapun. Coba saja dan aku akan membuktikannya!" Kata Basofi sambil masuk ke dalam kamar mandi lagi.
"Dasar gila...!" Gadis mungil itu menggerutu dengan sebal pada pria yang kini nampak lebih aneh dari sebelumnya. "Kenapa mandi saja minta ditunggui, dikira aku ini istrinya apa?"
Berkali-kali Basofi memanggil Sofiyah dan gadis itu pun selalu menjawab karena ia masih setia di dapur menunggu pangeran kesiangan yang ketakutan.
"Aya.... !! aku minta handuk bersih lagi, yang ini sudah kotor..." Kata Basofi seenak dengkulnya.
"Hishh.... menyusahkan sekali..." Gadis cantik itu menggerutu tapi tak bisa menolak permintaan si pria. Ia pun segera mengambil handuk di kamarnya untuk lelaki yang saat ini sedang ada di kamar mandi.
"Ini ko...!" Kata Sofiyah mengangsurkan handuk bersih dengan membelakangi pintu kamar mandi.
"Basofi membuka pintunya dan segera mengambil handuk sambil melirik Sofiyah yang tak ingin melihat ke arahnya.
Ia pun segera keluar dengan hanya memakai handuk saja. Memamerkan tubuh bagian atas dan bawahnya dan hanya bagian krusialnya saja yang ditutupinya.
__ADS_1
Buliran-buliran air di sekitar dadanya sengaja tak di keringkan dengan handuk agar bisa terlihat menarik di mata si gadis dan itu berhasil membuat Sofiyah salah tingkah.
"Ambilkan baju gantiku di mobil!" Perintahnya sambil memberikan kunci mobil di tangan Sofiyah. Gesekan tangan Basofi yang dingin karena baru terkena air dengan hangatnya kulit Sofiyah membuat jantung kedua anak manusia itu berdetak kencang saling berkejaran.
Sofiyah tak membantah dan langsung berjalan ke depan sambil menetralisir dadanya yang berdegup tak karuan.
Pakaian ganti Basofi yang di kemas menjadi satu dalam plastik laundry sudah berada di tangannya. Ia mencari Basofi di rumahnya yang kecil itu tapi tak didapatinya.
"Ko....!" Panggilnya dengan suara agak keras.
"Aku disini Ay....!" Teriak Basofi yang berada di dalam kamarnya.
Mata sipitnya membulat sempurna, bagaimana mungkin ia masuk ke sana tanpa permisi. Bagaimana kalau ada ********** yang belum dilipat dan tercecer di kamar.
Ia tergesa-gesa menuju kamarnya dan segera masuk ke dalam mengetuk pintu terlebih dulu.
Wanita paruh baya yang tertidur karena jiwanya yang lelah terbangun karena suara dua orang yang dikenalnya. Perlahan-lahan mami Sofiyah bangun dan keluar dari kamar . Mengitarkan pandangan mencari sosok keduanya.
Dari kamar putrinya dia mendengar suara berisik dan hatinya mulai was-was. Apa yang sedang dilakukan oleh dua orang yang berbeda jenis kelamin yang berada di dalam satu ruangan.
"Kalian sedang apa?" Kata sang mami ketika membuka kamar putrinya dan mendapati keduanya sedang dalam posisi
************(((((((((((())))))))))))**********
Temen-temen online ku...., novel ini sudah di kontrak sama Noveltoon. Itu berkat kalian semua, terima kasih banyak ya....!
Terima kasih juga untuk NT dan MT yang sudah mengontrak novel ini.
Untuk kakak editor mohon bimbingannya agar aku yang masih belajar ini bisa menulis dengan baik seperti para author kebanggaan NT π€π€
Spesial thanks untuk para pembaca, terima kasih sudah bersedia melirik tulisan receh ini. Terima kasih banyak untuk like dan komennya. Jika berkenan mohon kritik dan sarannya agar bisa menyajikan tulisan yang lebih baik dan semoga ada manfaat yang bisa di ambil meski sedikit.
Oh ya ada lagi. Uhm.... mmmm sebenarnya..... aku punya tulisan yang mau end dan aku mau kasih hadiah buat dua atau tiga pembaca yang komen paling banyak dan yang paling menarik dan mungkin kritik terbaik pas tamat nanti agar aku bisa memperbaiki kesalahanku.
Barangkali ada yang mau mampir dan baca , waktu dan tempat dipersilahkan!
Thank you very much. Love you allππ
__ADS_1