Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Sama-sama tahu


__ADS_3

Malam ini adalah malam ketiga mereka tinggal di apartemen dan hubungan mereka seperti berjalan di tempat saja tidak mengalami perkembangan.


Saat pagi Sofiyah memasak untuk dirinya juga Basofi dengan bahan-bahan yang ada di dalam kulkas yang sudah di sediakan oleh suaminya. Pastinya dengan menyusahkan si asisten, Mikail.


Saat sarapan tak ada perbincangan yang berarti diantara keduanya layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya. Keduanya hanya makan dalam diam dan setelah itu bersiap-siap pergi bekerja bersama. Hanya dengan menggunakan tatapan mata mereka berkomunikasi.


Saat di kantor pun sama, hanya berbicara masalah pekerjaan saja. Untuk makan siang, sudah dua hari ini mereka tak makan bersama karena Basofi harus meninjau lokasi perumahan mereka yang hampir rampung tapi ada beberapa kendala dengan beberapa penduduk di desa itu. Babas tak mengizinkan sang istri ikut bersamanya dan lebih memilih Mikail sebagai pendampingnya.


Jadilah Sofiyah memesan makanan dan menikmatinya sendirian di lantai paling atas gedung itu.


Mama mertuanya berkali-kali ingin mengunjungi putra dan menantunya itu tapi Basofi selalu memberi alasan kalau mereka saat ini sedang sibuk dan mungkin sering lembur jadi belum bisa menerima tamu.


Sepulang mereka dari bekerja seperti biasanya Basofi akan mengajak Sofiyah pergi untuk makan malam di luar sebelum akhirnya mereka pulang kembali ke apartemen. Dan seperti yang sudah-sudah Sofiyah akan ditinggal sendirian oleh Basofi tanpa sepatah kata. Ia hanya berpesan melalui ponselnya, agar tidak membukakan pintu untuk siapapun sebelum dia kembali ke rumah.

__ADS_1


Malam itu selepas solat isya' Sofiyah langsung berbaring diatas peraduannya. Badannya terasa lelah karena seharian bekerja. Toh tak ada lagi yang bisa ia kerjakan sehingga dia memilih untuk beristirahat meskipun jam belum menunjukkan pukul delapan malam.


Tiba-tiba Sofiyah ingat apa yang tadi siang dia lihat di meja kerja suaminya. Sebuah dokumen yang warna sampulnya sangat berbeda dengan yang lainnya.


Mata Sofiyah membeliak melihat sosok tampan jangkung yang menjadi cinta pertamanya ada di halaman pertama. Duduk di sebuah bar bersama dengan wanita-wanita cantik yang ada di sekitarnya. Raut mukanya tertawa bahagia dengan tangan yang tak lepas dari gelas cantik berisi minuman yang biasanya memabukkan.


'Apa koko menyelidiki kak Rey? Tapi kenapa?' Batinnya.


Di halaman-halaman selanjutnya ia lebih tercengang lagi karena Rayhan yang dikenalnya sopan dan tak banyak tingkah ternyata bersikap layaknya seorang player. Terlihat tangannya memegang paha mulus seorang wanita di sebelahnya yang berpakaian minim dengan make up tebal ala kupu-kupu malam.


Selama ini dia mengira kalau pria yang lebih tua satu tahun darinya itu menjaga dirinya dan hanya melakukan kesalahan dengannya saja.


Sofiyah yang lupa dengan Rayhan sejak pernikahan dadakannya itu kembali mengingat pria yang terakhir kali dia lihat di hari meninggalnya sang mami. Kini tak ubahnya menaburi luka dengan garam Sofiyah kembali merasakan perih dalam hatinya. Sudah tak punya siapa-siapa, suaminya tak menghiraukannya dan sekarang ia mendapati pria yang dia sukai ternyata juga gila wanita.

__ADS_1


Sofiyah menangis sambil meringkuk mendekap guling yang beberapa hari ini menemani tidurnya. Tak tahu harus berkeluh kesah pada siapa.


Sekitar jam sembilan malam Basofi sudah sampai di apartemen dan yang pertama ia lihat tentu saja kamar istrinya karena memang tak ada penghuni lain di tempat mewah itu. Mereka belum membutuhkan asisten karena selama ini untuk masalah kebersihan biasanya hanya datang seminggu sekali di bawah pantauan Mikail.


Setelah berganti pakaian Basofi menuju ke kamar istrinya. Ingin mendekap tubuh kecil milik sang istri yang tiga hari ini tak ia pedulikan. Sebenarnya itu juga menyakiti dirinya sendiri tapi dia belum bisa berdamai dengan takdir yang terjadi di masa lalu.


Dengan gerakan sangat pelan ia naik ke atas tempat tidur Sofiyah. Memeluk sang istri dari balik punggungnya. Rambut Sofiyah yang panjangnya sebahu di belainya kemudian ia kecup puncak kepalanya.


Seandainya mereka dipertemukan lebih awal mungkin dirinya tidak akan tersesat terlalu jauh. Pun dengan istrinya mungkin akan tetap menjaga kegadisannya tidak akan pernah ternoda oleh pria lain karena tak bisa lepas dari pesonanya. Basofi menyalahkan takdir yang tak berpihak ke padanya.


Meski ustadz Ni'am gurunya sudah mengatakan kalau kita tidak mungkin bisa merubah masa lalu tapi kita bisa mengupayakan masa depan kita. Menyesalinya boleh saja untuk memperbaiki diri dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Tapi nyatanya ia belum bisa.


Ya selama tiga hari ini dia memang bukan pergi ke klub atau kembali kepada teman-temannya seperti yang dipikirkan oleh istrinya melainkan untuk memperdalam ilmu agamanya. Mulai mengaji dari jilid awal seperti anak-anak yang baru dikenalkan pada huruf hijaiyah. Juga berkonsultasi tentang masalah rumah tangga.

__ADS_1


Sofiyah yang sudah masuk ke dunia mimpi merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan ia yakin dari aroma parfumnya jika itu adalah sang suami. Matanya berkeriap mencoba melihat tangan hangat yang tengah mendekapnya. Ia merasa tenang luar biasa. Ingin rasanya berbalik dan menyambut pelukan pria tampan yang menjadi bos besarnya tapi segan juga malu menghalangi niatnya.


__ADS_2