
Pov Sofiyah
"Oh my God...! Seharusnya aku tahu dan meyakini kalau dia tidak ada rasa kepadaku. Bodohnya aku ini".
Aku berjalan menuju ke tempat kerja setelah dia meninggalkanku begitu saja. Dia menegaskan padaku kalau dia sebenarnya sedang bersandiwara dan karena permintaan papi yang memintanya untuk menjagaku.
"Dasar playboy tengik... cap kampret!!!" Aku mencak-mencak di trotoar tak perduli kalau ada yang melihatku yang penting aku bisa meluapkan emosi ku sesaat sebelum nanti aku harus bertemu dia kembali.
"Brmmmm" Sebuah motor cowok berjalan perlahan di dekatku.
"Pagi Sofi....!" Dia membuka helm teropongnya dan melajukan motornya dengan pelan untuk mengimbangi jalanku yang sedikit lelet.
"Eh.... pagi pak Mike..." Aku balas menyapanya dan memberi bonus senyuman manis untuknya.
"Bareng yuk lumayan jauh lho....!" Katanya dengan memamerkan senyumannya yang tak bisa kulihat karena tertutup helmnya. Penampilannya ok punya. Memakai jaket kulit tidak seperti kemarin saat dikantor, formal sekali.
Ya emang lumayan jauh juga sih jaraknya. Okelah aku bareng aja, pikirku sambil berhenti berjalan dan pak Mike pun menghentikan motornya.
__ADS_1
"Ayo naik....!"
Tanpa menunggu lama aku pun segera naik di boncengan motor asisten si playboy itu.
Ternyata menyenangkan sekali berada di belakang pria yang membonceng kita diatas sepeda motor khas lelaki pria sejati, weleh weleh aku jadi ingin sekali merentangkan tangan sambil menyapa angin yang kami lewati. Sayangnya aku masih cukup malu kalau melakukan ide gila yang ada di kepalaku itu di sini. Secara orang lalu lalang bersileweran. Kalau seperti itu aku pasti jadi pusat perhatian.
Pak Mike membawa motornya pelan-pelan saat mulai memasuki gerbang perusahaan. Para security pun menyapanya dengan menganggukkan kepala mereka. Semoga mereka tidak mengira yang bukan-bukan melihatku datang bareng sama pak Mikail.
Saat sudah sampai di parkiran Pak Mike mematikan mesin motornya. Aku pun turun terlebih dahulu kemudian berdiri menunggunya tak jauh dari situ. Ia melepas helm teropongnya kemudian menaruhnya di stang sepeda motor. Menggelengkan kepalanya yang membuat rambutnya bergerak ke kanan ke kiri kalau slow motion mungkin seperti iklan shampo di tipi-tipi kali ya. Ia kemudian menyugar rambutnya ke belakang dan mengaca sebentar. Setelah itu barulah ia turun dan menghampiriku.
Kami memasuki gedung diiringi dengan tatapan dari beberapa pegawai yang sudah datang pagi itu.
"Mau nggak besok aku jemput?" Tanyanya saat kami sudah mulai berjalan di dalamnya.
"Makasih pak Mike... tapi besok saya akan mengendarai motor saya sendiri.." Kataku sambil tersenyum, manis sekali teman kerjaku ini. Kira-kira dia player kayak si bos tengik juga nggak ya? batinku bertanya-tanya.
"Yah... sedihnya aku. Kau menolak niat baikku. Hiks..." Dia berpura-pura menangis dan itu terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
"Pak Mike lebay ternyata.... hehe.."
"Eh nggak ya. Cuma sama kamu lho aku begini..." Katanya yang sudah seperti rayuan gombal.
"Gombal...." Kataku.
Ia mengangkat tangannya kemudian jari-jarinya membentuk huruf V.
"Suer... mati disamber ..."
"Sssttt" Aku menaruh jari telunjukku di bibirnya agar dia berhenti bicara yang nggak-nggak. Ngomongnya malah ngelantur nggak jelas. "Kalau ngomong hati-hati pak Mike!"
Ia malah diam mematung tapi matanya berkedip-kedip. Lucu sekali. Coba kalau dia yang dijodohkan denganku. Kan asyik tiap hari bisa bercanda dan bergembira seperti ini.
"Pengumuman ini ditujukan pada orang yang bernama Mikail. Anda diminta untuk segera menghadap Bapak direktur karena pekerjaan anda yang belum beres. Sekali lagi kepada pak Mikail diharap untuk segera menghadap bapak direktur karena beliau sudah menunggu anda sejak tadi. Terimakasih."
Suara pengumuman itu menggema di seluruh gedung dan membuat malu orang yang ada di sampingku.
__ADS_1
"Shitt....!!. Bos gila itu, akan kucincang kau" Katanya sambil berlari meninggalkanku sambil membuka resleting jaket kulitnya.