Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Marah


__ADS_3

Begitu sampai di dalam kamar Basofi menyingkap selimut mereka dan tak mendapati ada darah di sana. Raut mukanya langsung murung mendapati kenyataan di depan matanya. Meski selama ini dia belum pernah bermain dengan seorang gadis tapi kini Ia meyakini dengan pasti kalau istrinya itu memang sudah tidak gadis lagi.


Ternyata gadis yang selama ini dianggapnya suci itu ternyata sama saja dengan dirinya yang brengsek dan tidak dapat menjaga kesucian dirinya sendiri.


Basofi memakai bajunya dengan wajah yang muram tak seperi tadi. Pandangan matanya merah antara sedih dan marah. Dia terlalu berekspektasi tinggi tentang istrinya yang menurutnya suci bersih tak bernoda sama sekali. Tapi apa yang dia dapat ternyata berbeda.


Si Babas lupa kalau dirinya sendiri sudah tak perjaka saat dia menikah dengan Sofiyah. Ia juga seakan menutup mata dengan kebahagiaan yang semalam mereka lalui bersama. Sekarang cuma ada kecewa sedalam-dalamnya dalam hatinya.


Babas kemudian solat Subuh terlebih dulu sebisa yang ia tahu. Belum berani dia mengimami sang istri karena ia sadar ilmunya memang belum mumpuni. Ia hanya menggelar sajadah di ruang tamu dan solat di sana.


Sofiyah agak lama berada di dalam kamar mandi karena dia juga harus sesuci. Dia merasa daerah intinya terasa perih meskipun ini bukan pertama kali. Mungkin karena sudah lama tak terpakai jadi reaksinya seperti ini.

__ADS_1


Selesai mandi ia pun menggelar tikar di kamar orang tuanya dan segera solat disana. Dia pun melanjutkan dengan rutinitasnya mengaji untuk beberapa lama.


Setelah rampung ia baru mencari suaminya ternyata sedang tidur di atas sajadah di ruang tamu. Aya mengira kalau suaminya kelelahan dan ia tak ingin mengganggunya. Ia hanya menaruh bantal di bawah kepala Basofi dengan hati-hati.


Sofiyah menatap suaminya dengan senyum dikulum. Ia tak menyangka kalau hubungan mereka bisa berjalan secepat ini dan yang lebih jauh lagi kini mereka seperti sepasang suami istri yang saling mencintai.


Baru setelah berbelanja dan memasak ala kadarnya dia membangunkan suaminya.


"Sudah hampir jam tujuh" Sofiyah duduk menghadap wajah Basofi dan mengulas senyum saat suaminya itu membuka matanya.


Basofi lalu duduk berhadapan dengan Sofiyah, menatap istrinya dengan perasaan berkecamuk, marah juga kecewa. Bagaimana bisa wanita di depannya itu sudah tak gadis lagi. Ia cemburu dan sakit hati pada lelaki yang sudah menghisap madunya. Ia ingin bertanya siapa yang sudah mendahuluinya. Siapa yang membuka segelnya? Tapi diurungkannya. Basofi merasa putus asa dan ingin sekali menjambak rambutnya sendiri.

__ADS_1


Tapi meskipun begitu ia tetap memakan apa yang sudah di siapkan oleh istrinya. Tidak ingin membenci makanan yang tidak punya salah apa-apa. Sofiyah hanya memasak makanan rumahan yang sederhana tapi setiap hari pasti ada mi yang tersaji. Entah itu pagi hari, siang atau malamnya. Makanan favoritnya Aya.


Pagi itu setelah mereka menyelesaikan sarapan, keduanya kemudian pergi bekerja bersama-sama. Dan


Semenjak menikahi Sofiyah, Basofi punya kebiasaan baru yakni menggandeng tangan istrinya sejak turun dari mobil. Begitu pula saat pulang ia tidak akan melepaskan tangan istrinya kecuali sudah sampai di mobil lagi.


Tapi pagi ini ia tak melakukannya membuat Aya heran dan mulai bertanya-tanya.


'Apa koko sudah menyadari kalau aku sudah tak gadis lagi?' Batinnya sambil menelan salivanya. Takut tapi tak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Di tambah lagi pandangan mata para karyawan yang selalu mengamati mereka berdua membuatnya sangat tidak nyaman dan ingin segera bergegas pergi dari area lobi.


Hari itu semua pekerjaan dan urusan berjalan lancar tidak ada gangguan. Baik Basofi maupun Sofiyah, mereka bekerja sesuai kapasitas masing-masing sampai waktunya pulang meskipun saling diam.

__ADS_1


Sofiyah yang badannya masih remuk redam hanya diam saja saat berada di mobil dalam perjalanan pulang mereka. Ia tak menyadari jika Basofi ternyata tidak membawanya pulang melainkan menuju apartemen miliknya yang letaknya berada di pusat kota.


__ADS_2