Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Ingat papi mami


__ADS_3

"Ko ini dimana?" Tanya Sofiyah saat tiba di parkiran gedung bertingkat tinggi yang berada di pusat kota.


Basofi tak menjawab pertanyaan istrinya dan hanya berjalan menuju pintu masuk gedung tersebut sambil memasukkan kedua tangan di saku celananya. Pria itu sebal sekali pada dirinya sendiri juga pada Sofiyah dan pria yang sudah mendahuluinya.


Ia tidak terima dengan masa lalu Sofiyah dan lupa dengan keburukannya yang bahkan jauh lebih besar dari kesalahan istrinya. Dia tak terima Sofiyah pernah bersenang-senang dengan pria lain bahkan menyerahkan madunya untuk dihisap kumbang lain.


Basofi masuk ke sebuah apartemen dan istrinya hanya berjalan di belakangnya tanpa bertanya apa-apa lagi.


" Itu kamarmu, mulai sekarang kita tinggal di sini" Basofi menunjuk sebuah kamar tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ko, aku tidak membawa baju..." Kata Sofiyah.


"Di dalam lemari itu banyak baju" Basofi menjawabnya sambil mengambil minuman dari lemari es.


"Tapi ko, rumah abah masih kotor. Aku belum membersihkannya. Apalagi selimutnya tadi belum aku cuci. Itu pasti memalukan kalau dilihat orang lain ko..." Kata Sofiyah mengingat selimut mereka penuh dengan cairan dari hasil bercinta semalam.


" Aku sudah menyuruh Mikail untuk membersihkan semuanya. Lagipula tidak ada darah di selimutnya.." Kata Basofi sambil melepas jasnya dan melemparkannya ke sofa.


Deg

__ADS_1


Apa yang ditakutkan Sofiyah terjadi juga. Dia menelan salivanya sambil menatap wajah sang suami penuh arti.


" Semalam aku ingin menjelaskannya tapi koko tidak mau berhenti..." Gadis bermata sipit berkulit putih itu menundukkan kepalanya. Sadar kalau dirinya memang bersalah.


"Tapi kau menikmatinya kan?!" Kata Basofi dengan suara keras. "Katakan, siapa dia?" Babas semakin emosi karena Sofiyah hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaannya.


"Apa itu si Rayhan?" Lelaki tampan itu duduk sambil menautkan kedua tangannya. Gigi gerahamnya bergemelatuk karena rasa panas di dalam dadanya ko.


Sofiyah berjalan masuk ke kamar yang tadi ditunjuk oleh suaminya.


Prang!!!


Suami Sofiyah itu melempar asbak yang terbuat dari kaca ke tembok saking emosinya.


Sofiyah masuk ke dalam kamarnya dan bersandar di balik pintu. Air matanya mengalir membasahi pipinya tanpa suara. Ia tahu ia telah bersalah tapi yang lebih menyedihkan adalah kini ia tak lagi punya orang tua yang akan membelanya dan menenangkan dirinya atau bahkan memarahinya.


"Pi..... mi....." Badan gadis mungil itu merosot ke bawah tak kuasa mendengar kemarahan suaminya.


Lantunan adzan maghrib membuat keduanya seakan tersadar dan kembali lagi ke alam dunia. Sofiyah kemudian bangkit dan melihat ke dalam lemari sambil mengusap air matanya. Ternyata di dalamnya memang sudah terisi baju-baju seukuran Sofiyah. Sayangnya tidak ada kamar mandi di dalamnya membuat Sofiyah mau tidak mau harus keluar dari kamar untuk mandi dan untuk bersuci.

__ADS_1


Sofiyah yang memang pernah hidup kaya memilih mengambil jubah mandi dan handuk seperti kebiasaannya dulu. Masih dengan pakaian lengkap plus kerudungnya ia mengendap-endap keluar kamar setelah menguping dari dalam kamarnya dan tak mendengar suara Basofi sama sekali.


Wanita yang berstatus nyonya Basofi itu segera masuk ke kamar mandi yang ada di area dapur. Tak ada bathub disana tapi showernya tersedia pilihan air hangat dan dingin. Si cantik mungil itu merasakan kesegaran setelah cukup lama berada di dalam dan membersihkan tubuhnya.


Aya keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe yang dia kencangkan bagian kerahnya agar lehernya tak terlihat. Sedangkan handuknya ia pakai untuk menggulung rambutnya yang basah.


Sofiyah tak berani menoleh pada Basofi yang baru keluar dari kamar nya. Ia bergegas menuju kamar nya sendiri untuk segera menunaikan solat maghrib.


Setelah isyak barulah Sofiyah keluar dari dalam kamarnya karena rasa lapar yang meronta-ronta. Dilihatnya ruangan itu sunyi senyap dengan pencahayaan terang benderang tapi tak satupun orang terlihat.


Sofiyah mencari sesuatu di dalam lemari es untuk mengganjal perutnya dan dia menemukan roti dan selai ada di dalamnya. Ia pun menarik kursi di depan meja makan dan segera melahap roti yang sudah diolesinya dengan selai kacang. Aya membuka tudung saji karena penasaran ada apa di dalamnya.


Terdapat mi goreng , satu kartu dan kertas yang bertuliskan,


Pakai ini untuk berbelanja kebutuhanmu


Sofiyah menoleh ke segala arah mencari sosok suaminya.


'Apa koko pergi?'

__ADS_1


'Apa aku ditinggal sendiri di sini?'


'Apa dia mengunjungi pacar-pacarnya lagi?'


__ADS_2