Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
000


__ADS_3

Mikail masuk ke ruangan direktur dilantai paling atas gedung itu tanpa ketuk pintu apalagi permisi. Nafasnya terengah-engah karena kekesalan dari sahabatnya yang selalu bisa menerimanya kapan saja.


"Mana laporan yang kuminta kemarin?" Teriak Basofi begitu Mikail sampai depan pintu.


"Aku belum selesai mengerjakannya karena sebagian file nya sudah dihandle Sofi..."


"Cih alasan kau Mek...!"


"Kau yang seharusnya lebih tahu apakah itu pekerjaan asisten atau pekerjaan sekretaris.."


"Ka-u...." Basofi mengepalkan tangannya kemudian menariknya kembali saat melihat Sofiyah datang.


"Kau sendiri yang bilang aku boleh mendekatinya tapi lihatlah dirimu yang seperti tak rela kehilangan bayangannya walau hanya sedetik saja."


"Maksudmu apa Mek?!!" Basofi mulai berteriak.


"Terserah kau lah Bas Bas..,!! Orang yang pertama kali melihatmu saja pasti tahu kalau kau menyukai Sofiyah, jujur saja Bas...!"


"Asisten sialan....! Aku tidak punya perasaan apa-apa padanya! Aku hanya sedang bersandiwara dan menyenangkan orang tua saja!"


"Ok fine! Aku juga tidak akan menyerah begitu saja. Kau sendiri yang sudah mengizinkanku untuk mendekatinya."


" Aku tidak perduli tentang itu. Pergi kau asisten sialan!"


"Oke, jangan marah pak bos. Slow aja...!" Mikail berlari ke arah pintu karena Basofi melempar buku agenda tebal ke mukanya.


Saat sampai di luar ia melihat Sofiyah dan ia buru-buru menghampirinya.


"Eh Sofi, aku sampai lupa dan buru-buru meninggalkanmu tadi... maaf ya..?! Gara-gara si bos tuh... pagi-pagi udah marah-marah aja.. Kamu harus hati-hati nanti, kalau mau laporan sama dia siap-siap saja kertas dan pena berterbangan dan melayang-layang".

__ADS_1


"Pak Mike lebay...." Kata Sofiyah sambil tertawa cekikikan.


" Nggak papa lah yang penting bisa buat kamu tertawa." Kata Mikail sambil tersenyum senang melihat Sofiyah tertawa.


"Kring kringgggg...." Suara telpon berwarna merah di meja Sofiyah berbunyi dan itu adalah pesawat telpon yang baru dibuat khusus dari direktur ke sekertaris nya, Sofiyah.


"Cepat kemari ! Apa jadwal ku hari ini?" Basofi kemudian langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari orang yang ditelponnya.


Sofiyah menghela nafasnya. Harusnya ini belum waktunya bekerja. Masih ada waktu 15 menit untuk menunggu bel berbunyi tapi bos aneh itu sudah memanggilnya.


Pagi sampai menjelang makan siang Basofi hanya di dalam ruangannya untuk mempelajari dokumen-dokumen penting dan menandatanganinya jika dia setuju untuk bekerjasama atau setuju untuk permintaan pengeluaran dana dari divisi keuangan untuk keperluan kantor dan perusahaan.


Semua berjalan kondusif sampai saat jam istirahat seorang gadis datang dan posisi Sofiyah saat itu baru saja akan ke bawah untuk makan siang.


"Hallow... sekretaris baru ya?" Katanya menyapa Sofiyah sambil memperhatikan Sofiyah lebih dekat dari atas sampai bawah. "Pak Mek, ini pilihan siapa nih? Tumben-tumbenan modelnya kayak gini..."


"Siang kak.... ada yang bisa dibantu?" Tanya Sofiyah sambil melempar senyuman manisnya.


Gadis itu pun menjawabnya dengan ramah," Mau ketemu sama pak CEO..."


"Sudah ada janji?" Tanya Sofiyah lagi.


"Belum... Tapi Pak CEO nggak pernah lho nolak kedatanganku. Bilang saja ada Nurmala..." Katanya riang.


"Tunggu sebentar ya kak...!" Kata Sofiyah dan segera menelpon atasannya yang sebenarnya sudah tahu ada gadis yang sedang mencarinya.


"Biarkan masuk...!"


"Baik pak..!" Katanya pada Basofi yang saat ini sedang memandanginya dari balik kaca di dalam ruangannya.

__ADS_1


" Silahkan kak ! Sudah di tunggu sama pak dirut. Oh ya saya mau makan siang ke bawah. Kakaknya mau minum apa?"


"Es jeruk aja ya.!."


"Ok nanti diantar sama bagian pantry ya kak.."


"Makasih lo ya.."


"Sama-sama kak..." Katanya pada gadis yang kemudian meninggalkannya menuju ruangan Basofi.


"Sofi tunggu....!" Mikail yang dari tadi hanya diam memperhatikan kedua gadis itu berinteraksi kini mengejar Sofiyah. "Aku mau ke kantin juga" Katanya mensejajarkan langkahnya dengan Sofiyah.


"Saya ke pantry dulu ya pak Mike, mau minta es jeruk buat tamunya pak Bas"


"Nggak papa aku ikut kamu aja...." Kata Mikail riang.


*******(((((((())))))))***********


Sudah satu tahun lebih aku menulis cerita di noveltoon ini meskipun selama itu tidak mendapatkan respon seperti yang ku harapkan . Tidak ada komen atau interaksi dengan pembaca. Mungkin tulisanku ini benar-benar nggak menarik atau memang buruk sekali.


Meski begitu aku masih saja terus menulis tidak perduli dengan hal itu padahal tidak dapat apa-apa. Entah itu karena aku bodoh atau terlalu naif dan idealis. Pada mulanya aku ingin berbagi cerita tentang kehidupan Nabi dan keluarga serta sahabatnya tapi lambat laun aku juga ingin ada yang menyukai tulisanku dan berbeloklah niatku.


Suamiku sering bilang agar aku berhenti menulis karena toh sudah selama ini juga nggak dapat apa-apa.


Siapa yang tidak ingin mendapat penghasilan dari sesuatu yang menjadi hobinya. Aku juga ingin seperti mereka yang mendapatkan penghasilan jutaan rupiah dari hasil menulis tapi ya apa boleh buat. Yang membaca tulisanku cuma beberapa dan mereka juga tidak meninggalkan jejaknya. Mungkin mereka membaca sepintas lalu berhenti begitu saja karena kurang menarik dan kurang greget atau berbagai alasan lainnya.


Dan kenapa aku tidak pernah pindah plat from lain karena aku sering baca novel yang bagus kemudian tiba-tiba digembok itu rasanya nyesek banget padahal bisa beli paketan internet saja sudah Alhamdulillah. Daripada uangnya buat beli koin lebih baik buat beli kebutuhan lainnya saja.


Tapi bulan ini aku mau memindahkannya di lapak si ijo, pingin lihat respon di sana. Ada perubahan atau malah sama saja?

__ADS_1


__ADS_2