
"How are you?" Tanyanya dengan sangat lembut.
"I am good. You?" Sofiyah mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengeluarkan suaranya karena tenggorokannya seakan tercekat. Tapi dalam hati kecilnya ia sangat bahagia.
Seorang lelaki berwajah tampan yang kini berdiri di depannya adalah kakak kelasnya. Mereka dulu sangat dekat meski tidak pernah saling menembak tapi keduanya menjalani hari-hari seperti orang-orang yang sedang berpacaran.
Sudah hampir satu tahun lebih mereka tidak pernah lagi berinteraksi karena dia kuliah di luar negeri.
Namanya Rayhan. Ia seorang lelaki yang wajahnya putih dengan tubuh jangkung yang bahkan terkesan sangat kurus. Dengan mata sayu yang dulu membuat Sofiyah selalu tak bisa menolak apapun permintaannya. Tapi kini ia memakai kaca mata dan tampak semakin mempesona juga terlihat semakin dewasa. Kalau berdiri berhadapan seperti sekarang ini tinggi Sofiyah hanya sebahunya saja.
Lelaki berkulit putih dan matanya agak sipit itu membuat orang-orang mengira dia juga dari kalangan orang-orang Cina. Tapi Rayhan pernah bercerita pada Sofiyah kalau mata sipitnya itu dia dapatkan dari kakek buyutnya yang punya darah Jepang.
Saat menjajah Indonesia dulu beberapa dari tentara Jepang tidak mau pulang ke negaranya malahan memilih tinggal dan menetap di Indonesia kemudian menikah dengan wanita pribumi dan meninggal di Indonesia. Tapi kalau ditanya bisa bahasa Jepang atau tidak dia akan menjawabnya dengan pasti kalau dia memang tidak tahu sama sekali.
Rayhan ternyata juga beragama Islam sama seperti Sofiyah tapi hanya sebagai formalitas saja. Kenyataanya mereka tidak pernah beribadah.
"Sofiyah..!!" Panggilnya lagi dan terdengar sebagai sebuah simphoni di telinga si gadis cantik, mungil dan berparas oriental itu.
" Kak Rey...!!"
Helehhhh.... bener-bener adegan mereka itu seperti yang ada di pilem-pilem India.
"Raja
kajool
Raja
kajool"
__ADS_1
Terus kameramennya yang berputar-putar mengelilingi mereka berdua.
"Sedang apa?" pertanyaan yang konyol sebenarnya tapi setelah lama tak bertemu keduanya merasa canggung mengingat hubungan mereka sebelumnya sangat dekat.
Dulu Sofiyah adalah gadis ceria yang hidup tanpa beban, selalu bersenang-senang dan berhura-hura bersamanya.
Dan sekarang ia mendapati gadis yang dulu dekat dengannya itu telah berubah 360 derajat. Memakai pakaian yang tertutup rapat, menutupi sebagian wajahnya dengan hijab dan tutur katanya seperti lebih berhati-hati.
"Belanja. Tadi...." Sofiyah sebenarnya ingin berkata tadi menemani calon mertuanya berbelanja tapi diurungkannya. Ia masih menyimpan harap semoga perjodohan ini bisa dibatalkan.
"Aku sudah mencoba menghubungimu Sof tapi tidak pernah bisa. Akun Sosial mediamu juga tidak ada yang aktif...?"
Sofiyah yang masih tertegun hanya diam saja tak mampu menjawab apa-apa. Memang kenyataannya saat keluarganya jatuh ia tak pernah lagi aktif dengan akun sosial medianya. Dia menghindari semua teman dari sekolahnya.
"Sendiri? " Tanya Rayhan lagi.
" Tidak!! dia sama saya..." Suara ngebasnya Basofi membuyarkan konsentrasi keduanya.
Rayhan yang melihat Sofiyah seperti tertekan menatap tajam pria di depannya dengan tatapan penuh kebencian.
"Tolong jangan kurang ajar !" Kata lelaki yang jauh lebih muda dari Basofi itu dengan tegas.
" Dia ini calon istri saya..." Kata Basofi.
"Sof....??" Pria muda itu memandang Sofiyah meminta penjelasan tapi gadis yang ditanya hanya menunduk saja tanpa menjawab pertanyaannya.
"Ayo pulang!!" Basofi menyeret Sofiyah tanpa permisi dan si gadis pun hanya pasrah mengikuti langkah kaki si playboy dengan sedikit berlari. Sofiyah masih sempat menoleh dan melihat wajah Rayhan yang terlihat sedih. Tatapan keduanya seolah berharap itu hanya mimpi belaka.
Mengetahui hal itu Basofi semakin mengeratkan cengkeraman tangannya pada gadis yang berlari untuk menyeimbangkan langkah mereka.
__ADS_1
Sofiyah merasakan nyeri di pergelangan tangannya tapi ia hanya diam saja tidak marah atau mengeluh kesakitan.
Begitu sampai di mobil Basofi menghempaskan tubuh kecil Sofiyah dengan kasar dan menutup pintu depan dengan keras hingga membuat gadis itu mengelus dadanya karena kaget dengan perlakuan Basofi padanya.
Basofi begitu marah mendapati Sofiyah yang secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada lelaki jangkung tadi.
Padahal niatnya tadi ingin membuat Sofiyah cemburu tetapi malah dirinya sendiri yang belingsatan karena ada rasa nyeri yang mengahantam dadanya.
Sebenarnya saat Sofiyah keluar dari toko tadi Basofi melihatnya dan memanfaatkan gadis yang pernah menjadi partner ranjangnya yang ia lupa siapa namanya untuk membuat Aya cemburu. Gadis yang tiba-tiba datang dan mendekat padanya tadi langsung main cium dan *****-prepe padanya. Sebagai lelaki normal tentu saja pusakanya yang sudah lama berpuasa langsung bereaksi dan tegak berdiri begitu mendapat rangsangan.
Ia tersenyum saat melihat Sofiyah berbalik badan seperti sedang cemburu berat melihat dirinya yang sedang bermesraan dengan seorang wanita.
Tapi dalam sekejap saja keadaan langsung berbalik saat dia melihat Sofiyah saling bertatap-tatapan dengan seorang lelaki yang bertabrakan dengan gadis kecilnya.
Pusakanya langsung luruh jatuh ke bawah. Darahnya mendidih bukan karena bergairah tapi karena tersulut api cemburu yang berkobar di kepalanya.
Kini Basofi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk meluapkan kekesalan di hatinya tapi Sofiyah hanya diam saja. Bahkan ia terlihat seperti sedang melamun sampai tak sadar jika dia masih berada di mobil bersama Basofi.
Angan Sofiyah kembali ke masa saat ia masih bersekolah dan bertemu dengan Rayhan.
Gadis yang memakai seragam putih abu-abu dengan rompi dan dasi yang berwarna senada itu melihat tim basket yang sedang bertanding. Sofiyah melihat salah satu yang paling tinggi diantara mereka. Gerakannya sangat cekatan saat mendrible bola dan memasukkanya ke dalam keranjang.
Ia dan teman-temannya memberi semangat pada tim biru dengan berteriak-teriak seperti yang biasanya dilakukan para gadis yang lain.
Sofiyah tanpa malu-malu meminta bantuan pada sahabatnya untuk bisa berkenalan dengan lelaki jangkung itu.
.Seiring berjalannya waktu dan kebersamaan yang terjalin diantara mereka lambat laun keduanya merasakan jika ada rasa tak biasa diantara mereka. Meskipun secara fisik mereka terlihat sangat jomplang tapi perasaan cinta diantara keduanya tak bisa menghalangi ketimpangan fisik yang ada.
Sampai suatu saat ketika Rayhan hampir lulus sekolah dia mengajak Sofiyah pergi jalan-jalan berkeliling kota menikmati suasana. Mereka sangat menikmati waktu kebersaman yang tinggal beberapa bulan saja karena Rayhan akan segera lulus dan mereka akan berpisah.
__ADS_1
Satu minggu kemudian Rayhan juga mengajaknya pergi ke tempat pariwisata selama dua hari dua malam di luar kota hanya berduaan saja. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada kemudian keduanya saling berjanji untuk sama-sama menjaga hati dan tidak berpaling pada cinta yang lain. Mereka juga berjanji akan selalu setia dan tak putus komunikasi.
Keduanya benar-benar kasmaran dan lupa keadaan. Sampai suatu ketika Sofiyah tak bisa menolak permintaan Rayhan