
"Allohu akbar Allohu akbar!!!"
Terdengar suara adzan memecahkan kesunyian pagi itu membuat Basofi yang masih bergelung manja dengan sang istri gelagapan saat mendengarnya. Ia pun bangun dengan terburu-buru.
"Ay.... bangun Ay. Sudah subuh" Katanya sambil menggoncangkan pundak sang istri.
Semalaman mengayuh indahnya dunia bersama membuat keduanya kelelahan dan tak sadar jika hari sudah mulai pagi.
"Kamu mandi duluan aja ko!" Kata Aya masih dengan mata terpejam.
"Tungguin aku disana!" katanya. " Itu do'anya juga gimana aku belum hafal?" Katanya sambil melihat kembali bukunya dan melihat bab tata cara mandi besar setelah berhubungan badan.
Sofiyah yang mendengar kepanikan suaminya merasa kasihan juga. Ia kemudian bangun sambil menutupi dadanya dengan selimut.
"Kalau belum hafal baca bismillah terus niat saja dalam hati. Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar jinabat dari tubuhku fardlu karena Alloh"
Babas yang sudah memakai celana boxer kemudian mengambil pakaian Sofiyah dan memakaikannya pada istrinya.
"Aku bisa pakai sendiri,.." Rengek Aya karena malu.
"Kenapa tadi malam kamu tidak pakai baju?" Basofi malah menggoda Aya dengan raut muka yang datar saja.
__ADS_1
"Apaan sih ko. Aku bisa pakai sendiri...!" Aya mencicit karena Basofi kini sedang memakaikan celana nya.
"Sudah, biar cepet. Toh semalam aku sudah melihat semuanya "
"Bisa nggak, nggak usah bahas yang begitu-begitu?" Tanya Aya kesal campur malu.
"Nggak usah malu, kita ini suami istri. Kata abah Fani nggak ada aurot diantara kita Ay...." Kata Basofi sambil menggendong istrinya yang masih lemas karena tadi malam ia menggempurnya habis-habisan.
Lelaki mantan playboy itu mendudukkan sang istri di kursi yang ada di dapur seperti biasanya. Memintanya untuk menunggui dia mandi dengan perlengkapan mandi yang sudah dilengkapi oleh Mikail pada hari kedua dia menempati rumah ini.
"Di basuh semuanya terus niat begitu kan yang?" Tanya Basofi sebelum masuk kamar mandi.
Aya menelan ludahnya mendengar panggilan sayang dari suaminya. "Niat di dalam hati sambil mulai mengguyur air di tubuh kita. Jangan sampai ada yang terlewati. Semua lubang harus kena aliran air "
"Nggak muat ko, kamar mandinya kecil" Kata Sofiyah sambil memalingkan muka.
Basofi pun masuk ke kamar mandi sambil berkata " Kamar mandiku besar Ay, kita bisa mandi bersama disana" .
'Kenapa sekarang koko jadi manis sekali?' Batin Sofiyah sambil mengipasi wajahnya.
"Gimana tadi niatnya Ay?" Tanya Basofi dari dalam kamar mandi dan Sofiyah mengajarinya dengan telaten.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Basofi kemudian mengigat malam panasnya semalam dan baru menemukan suatu keganjalan. Kenapa istrinya yang nampak alim itu sama seperti wanita-wanita yang selama ini menjadi penghangat nya. Maksudnya tidak merasa kesakitan seperti yang pernah ia dengar dari temannya. Mereka bilang kalau perawan itu pasti kesakitan saat pertama kali bercinta. Tapi ekspresi Aya terkesan biasa saja.
'Rasanya memang sempit tapi .... tunggu dulu sepertinya dia memang tak berdarah sama sekali' Di dalam kamar mandi Basofi galau sendiri. Apa jangan-jangan dia memang sudah tak gadis lagi? Ia berusaha menepis perasaannya dan meyakini kalau darah keperawanan itu tidak selalu keluar di malam pertama.
Lelaki berdarah Jawa tionghoa itu mencoba membersihkan tubuhnya dengan benar kemudian bergegas ke kamar untuk memeriksa sprei.
.
.
.
.
Eh kamu.... iya kamu.... !!! yang cuma baca aja nggak mau ngelike nggak mau komen. Hati-hati... seret rejeki lu! Mmmmphhh..... š¤ššš šš¤£
Hahahaha.... sorry I was joking guys.
Semoga yang ngelike dan ngelike dan komen rejekinya lancar jaya. Dan yang baca saja rejekinya juga barokah.
Ternyata setiap hari yang baca lumayan juga sampai ratusan ya
__ADS_1