Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Terserah


__ADS_3

Malam itu seperti biasanya Babas keluar untuk mengaji, ia berkomitmen sekali ingin memperbaiki diri dan Sofiyah yang sudah tahu suaminya kemana dengan senang hati mengikhlaskan kepergiannya. Mama mertua yang mendengar penjelasan dari sang menantu akhirnya juga lega ternyata pikirannya salah.


Papa Adi beda lagi, dia tidak langsung percaya dan tanpa sepengetahuan istrinya menyuruh orang kepercayaannya untuk menguntit putranya dan memantaunya.


"You nggak pingin ngelanjutin kuliah?" Tanya Daniel pada Sofiyah saat mereka sudah selesai makan malam.


"I dont know.... Eh but the way I want to ask you something..."


"What?"


"Emh.... you nggak kasihan sama mama you kalau you disini? Kenapa you lebih memilih pulang kesini daripada ke rumah mama you sendiri"


"Suka-suka I lah" Daniel tiba-tiba jadi kesal mendengar pertanyaan Sofiyah yang tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia pun segera beranjak pergi dari ruang makan.


"Sorry nyo! I am just....." Sofiyah tak jadi mengejar Daniel karena Basofi ternyata sudah berada di rumah dan kini sudah berada di dekatnya.


"What happened?"


"Emm.... Koko mau makan?" Aya tersenyum menyambut suaminya tak ingin Basofi salah paham padanya.


Basofi menggelengkan kepala kemudian mencium kening sang istri dan berjalan ke lantai atas sambil menggandeng jemari Sofiyah.


"Ko.... mejanya belum diberesin..."


"Buat apa punya asisten rumah tangga banyak kalau kamu juga yang membereskan semuanya. Ada aku yang selalu butuh kamu, yang perlu kamu urus...." Babas mencium punggung tangan Sofiyah yang ada dalam genggamannya.

__ADS_1


Begitu sampai di kamar Sofiyah segera menanggalkan kerudungnya kemudian ke kamar mandi untuk sikat gigi dan bersih-bersih.


Sementara itu Basofi menyiapkan baju ganti untuk sang istri. Bukan lingerie seperti kebanyakan pria yang ingin istrinya memakai pakaian seksi. Babas sudah sering melihat wanita dengan segala kemolekannya. Dari yang rata sampai yang tumpah-tumpah. Ia sudah bosan dan sekarang ia ingin mencoba sesuatu yang baru dengan pasangannya yang sah.


Sofiyah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sama saat ia masuk tadi. Ia merasa heran dengan tingkah suaminya yang senyum-senyum tak jelas padanya.


"Tara....! Kamu pakai ini ya! Kita couplean! Sebentar aku ke kamar mandi dulu" Kata Babas sambil menyampirkan baju di pundaknya dan segera masuk ke kamar mandi.


Sementara itu Sofiyah mengernyit heran. Ia mengira akan dipaksa untuk memakai lingerie yang super seksi tapi ternyata dia malah disuruh memakai piyama berwarna pink.


Babas keluar dari kamar mandi sambil bersiul-siul tampak riang sekali. Ia kemudian melihat sang istri yang juga sudah berganti baju dan kini mereka tampak serasi dengan piyama couple warna pink yang mereka pakai. Pria tampan itu kemudian mengambil bando berbentuk telinga kelinci dari laci dan memasangkannya di kepala sang istri.


"Very cute...!" Ucap Basofi sambil menangkup wajah sang istri.


"Ummmmmmmuuaaaccccchhhhh" Ia menenggelamkan bibirnya di bibir Sofiyah yang hanya pasrah saja dengan apa yang diperbuat suaminya.


Sofiyah hanya mengikuti permainan yang diciptakan Basofi. Ikut tertawa saat Babas tertawa bahagia.


"Aku mau bereksperimen setiap hari. Aku akan menyiapkan kostum yang lucu-lucu. Kamu mau kan sayang?" Tanya Basofi masih sambil berputar kesana kemari melepaskan sang istri kemudian menariknya kembali setelah itu dia memeluknya dan berdansa dengan saling merapatkan raga juga jiwa mereka.


"Hemm" Jawab Sofiyah yang malu untuk berkata iya dan Babas tahu jika istrinya setuju dengan usulnya.


"Aku ingin kamu memakai pakaian sailormoon dan aku akan memakai pakaian tuxedo bertopeng. Terus pakaian aladin dan jasmine, terus putri salju dan pangeran, terus...."


Cup

__ADS_1


Sofiyah mencium bibir Basofi agar suaminya itu diam dan menghentikan ocehannya.


"Terserah saja" Kata Sofiyah.


Basofi seolah linglung mendapat ciuman tiba-tiba dari Sofiyah tapi kemudian dia segera sadar dan lekas menggendong istrinya ke atas tempat tidur.


"Ko....!"


"Tadi katanya terserah!!"


"Bukan itu maksudku...."


"Jadi kamu nggak mau ?"


"Ihs.... Bukan begitu koo...."


"Terus gimana?"


"Au ah. Aku mau tidur, ngantuk !" Kata Sofiyah yang belum bisa mengungkapkan isi hatinya. Maunya dimengerti tanpa harus berbicara.


"Aku kan mau kamu Ayy..... Tapi kalau kamu nggak mau aku nggak akan maksa kook....!" Basofi langsung memeluk istrinya yang memunggungi dirinya.


"Maaf..." Katanya lagi kemudian mencium kepala sang istri.


"Bukan begitu ko....!" Sofiyah segera membalikkan badan dan memandangi suaminya yang menatapnya dengan sayu.

__ADS_1


Keduanya saling berpandangan dan .....


__ADS_2