Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Kecewa


__ADS_3

Sofiyah mengerucutkan bibirnya karena perbuatan abstrak Basofi. Ia mengucek mata sipitnya agar pandangannya lebih jelas. Dia ingin bertanya apa yang sudah dilakukan pria di depannya tapi mulutnya masih kaku juga takut kalau bau.


Basofi bersedekap sambil menatap wajah bantalnya Sofiyah, ia menatap tingkah Sofiyah yang lucu seperti kucing kecil yang manja. Kerudung yang dipakai gadis itu sudah berantakan dan mleot-mleot tak tentu bentuknya. Matanya yang sipit semakin sipit dengan bibir yang kering dan kulit wajahnya yang kelihatan bekas garet-garetnya.


"Subuhnya mau habis....!" Kata Basofi setelah sadar kembali. Ingin rasanya ia mencubit pipi Sofiyah.


"Ha? Kok nggak bilang dari tadi sih?" Sofiyah malah mengomel sambil menyingkap selimut yang melindunginya dari hawa dingin semalam.


Gadis itu pun segera bangkit dan menuju kamar mandi.


Sofiyah kemudian bergegas ke kamar mandi dan Basofi mendekati mami Sora yang ikut terbangun karena suara mereka berdua.


" Mami mau ke kamar mandi?" Tanya Basofi.


"Mami haus ko!" Jawab wanita paruh baya itu.


Basofi pun dengan sigap membantu mami Sora. Ia melakukannya dengan sabar dan telaten. Sampai-sampai Sofiyah yang keluar dari kamar mandi dan melihat hal itu hatinya menjadi tersentuh. Ia merasa takjub dan tak percaya. Basofi yang selalu bisa membuatnya kesal dan marah malah begitu sayang dan telaten pada maminya.


Setelah itu Basofi keluar sebentar seperti menelpon seseorang dan memberi instruksi pada orang yang ditelponnya.


"Ini selimut siapa ko?" Tanya Aya saat Basofi sudah kembali masuk ruangan lagi. Ia berharap Basofi mengatakan kalau itu miliknya dan semalam dialah yang menyelimutinya.


Tapi kenyatannya, Basofi tidak menjawabnya dengan kata-kata melainkan menarik selimut tadi dari tangan Sofiyah dan melipatnya asal saja kemudian menaruhnya di sofa.


Membuat Sofiyah langsung diam dan mengerutkan bibirnya. Seperti biasa Basofi selalu sukses membuat gadis itu marah dan kesal. Apalagi ini di depan maminya, bukankah mereka sudah bersepakat untuk bersandiwara dan pura-pura bahagia di depan kedua orang tua, kenapa sekarang Basofi seolah lupa akan hal itu dan mempermalukannya seperti tadi di depan maminya.


Basofi benar-benar lupa kalau ada mami Soraya di antara mereka sehingga ia berbuat demikian. Setelah ia mengambil baju dan handuk barulah lelaki itu ingat ada calon mertuanya di situ.


"Koko mandi dulu ya mi...." Katanya saat melewati wanita paruh baya itu. Ia merasa bersalah dan tak enak hati pada Sofiyah juga maminya karena perilakunya tadi.


"Koko mu cuma sedang marah Nik....! Tapi kalau mami jadi dia mami juga akan berbuat seperti itu. Pasti hatinya sakit melihatmu dengan lelaki kemarin... Siapa lelaki itu, siapa namanya?"


Mendengar hal itu Sofiyah menunduk karena kebohongan yang ia lakukan pada maminya agar bisa bersama dengan Rayhan.

__ADS_1


"Siapa namanya Fi...?" Sang mami mengulang pertanyaannya.


"Kak Rey mi..., Rayhan namanya?"


"Dia teman di bakery dulu?"


Sofiyah menunduk sambil menggelengkan kepalanya.


" Mamanya koko kemarin menelpon ke bos bakery mu. Cece siapa itu namanya? Katanya kamu sudah lama nggak ke sana dan anak buahnya di tanyain semua katanya mereka juga sudah lama tidak berinteraksi sama kamu...."


Maminya memandangi putri semata wayangnya itu dengan wajah galau dan kecewa. Hanya gara-gara ingin berjalan bersama dengan seorang lelaki dia sampai tega membohongi maminya.


"Mami nggak rela......" Kata-katanya terhenti.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Basofi yang baru selesai mandi dengan wajah yang segar dan rambut basah yang acak-acakan.


Sesaat Sofiyah terpesona tapi ia segera memalingkan mukanya.


"Koko bisa kerja dari sini..." Katanya sambil berjalan keluar untuk mengeringkan rambutnya. Ia merasa sedikit canggung dengan calon mertuanya.


"Bawa masuk!" Kata Basofi pada seseorang yang baru datang.


"Pagi Sofi....! Pagi Bu.....!" Pria itu mengangguk hormat pada mami Sora.


"Pak Mike..." Sofiyah menyapa lelaki yang baru datang dengan membawa banyak barang.


Mikail kemudian menaruh Laptop, dan aneka makanan yang dibawanya di atas meja.


"Kenapa bawa makanan banyak sekali pak Mike..?" Tanya Sofiyah ketika melihat beraneka macam makanan di atas meja. Dari bubur, bakmi, nasi kuning , roti, pastry.


Sebelum Mikail menjawab dia celingak celinguk memastikan agar Basofi tidak ikut mendengar kata-kata nya.

__ADS_1


"Itu si bos gila yang nyuruh. Bayangkan saja pagi-pagi saat aku bangun dan melihat pesan beruntun dari si bos kepalaku langsung pening saja. Rasanya aku berencana untuk cuti hari ini. Tapi beberapa menit kemudian dia malah menelpon dan memerintahku dengan mengancam akan mengurangi setengah gajiku kalau aku tak bisa menjalankan tugas darinya. Bayangkan saja jam segini aku harus mencari makanan-makanan ini di saat hampir semua restoran dan toko belum buka. Emang dasar bos gila..." Katanya meluapkan kekesalannya.


"Ehem....!"


Sontak Sofiyah dan Mikail tersentak kaget karena mengira yang berdehem adalah Basofi. Tapi ternyata itu ulahnya si mami yang tak terima Basofi calon menantunya di gunjing oleh anak buahnya.


"Mami bikin orang kaget saja...." Kata Sofiyah dan Mikail mengusap-usap dadanya saking takutnya tapi kemudian dia merasa lega karena bukan atasannya yang berulah.


"Huftttt.... untung saja...." Gumamnya.


" Panjang umur..... " Gumam Mikail lagi ketika Basofi tiba-tiba masuk ke dalam kamar sambil mengeringkan rambutnya.


"Bawa semua pekerjaanku ke sini!" Kata Basofi dengan gerakan melepas handuk dari kepalanya kemudian menaruhnya di sofa".


"Isshhh.... sofanya jadi basah ko...!" Kata Sofiyah sambil mengambil handuk milik Basofi kemudian membawanya keluar dan menjemurnya di tempat jemuran untuk pasien.


Sofiyah kemudian kembali masuk ke dalam kamar dengan muka berkerut-kerut.


Mikail masih duduk sambil menatap hapenya mencari jadwal si direktur yang enggan berangkat ke kantor dengan alasan menjaga calon mami mertuanya.


"Hari ini ada pertemuan dengan PT Arijava Mandiri pada pukul 10 dan siangnya ada rapat dengan dewan direksi soal kenaikan gaji para karyawan" Kata Sofiyah dengan mantap.


"Cancel saja semuanya!" Kata Basofi yang kali ini memakai kaos dan celana jin membuatnya terlihat lebih muda dari umurnya.


"Koko pergi saja lagipula mami sudah baikan! Mungkin nanti juga sudah boleh pulang. Mami akan merasa bersalah kalau gara-gara mami koko tidak mau pergi kerja dan nanti ada masalah". Wanita yang sudah terlihat lebih segar itu menengahi percakapan para anak muda.


Basofi menghela nafasnya dan mematuhi kata-kata maminya Sofiyah. Toh nanti juga ada mamanya yang akan ikut menjaga.


"Kalau begitu koko pergi dulu ya mi.... Kalau ada apa-apa nanti telpon saja!" Kata Basofi berpamitan pada mami Sora sambil mencium tangannya.


"Hati-hati.... ya ko!! Makasih banyak sudah merawat mami. Tolong maafkan Fia kalau dia berbuat yang tidak-tidak. Umurnya memang belum bisa disebut dewasa. Koko yang sabar ya ko!!" kata wanita paruh baya itu sambil menepuk-nepuk pundaknya Basofi yang kemudian diikuti oleh Mikail.


Basofi hanya melirik Sofiyah dengan tatapan horornya membuatnya gadis itu tak nyaman dan memalingkan mukanya.

__ADS_1


"Antar koko mu keluar...!" Kata pasien di ruang inap itu.


Sofiyah terlihat malas untuk bergerak dari tempatnya tapi dia tak sampai hati menolak permintaan sang mami.


__ADS_2