Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Mereka itu masa lalu


__ADS_3

"Tunggu Ay....." Basofi mencengkeram tangan istrinya kemudian menggenggam jemarinya. Sedang Aya hanya memalingkan muka tak kuasa menahan rasa cemburu yang berkobar dalam dada.


'Aku bukan cemburu, hanya saja aku tak suka ternyata wanita yang pernah bersama dengan koko bukan hanya banyak tapi sangat banyakkk'. Sofiyah menyangkal apa yang dirasakan hatinya.


'Dia marah karena aku pernah berbuat kesalahan. Bagaimana dengannya. Apa sekarang aku juga boleh marah?' Dia mengumpat pria yang sedang menggandeng tangannya tapi hanya dalam hati saja.


Sofiyah yang sedari tadi tenggelam dalam pikirannya sendiri baru sadar saat Basofi membantu memasang sabuk pengaman untuk dirinya.


Bau parfum Basofi menyeruak memenuhi rongga hidungnya. Secara tak sadar Sofiyah memejamkan mata untuk menikmati bau khas yang keluar dari tubuh suaminya. Merasakan ketenangan seperti tiap malam yang mereka lalui bersama. Meski belum bisa dikatakan berpelukan tapi keduanya merasa nyaman. Karena sampai saat ini Sofiyah masih berpura-pura tidak menyadari jika Basofi mendatanginya tiap malam dan memeluk tubuhnya dari belakang.


Basofi yang melihat istrinya memejamkan mata tersenyum kemudian spontan mengecup bibir milik istrinya.


Cup


Sofiyah yang merasa ada benda kenyal dingin menyentuh bibirnya langsung membuka mata dan mendapati wajah sang suami tepat berada di depan wajahnya.

__ADS_1


Babas mengusap puncak jilbab isteri nya sambil mengulas senyum tampannya yang kali ini menurut Sofiyah terlihat menyebalkan sekali. Tanpa rasa takut dia mengusap bibirnya dengan kasar. Mencoba menghapus tanda cinta dari pasangannya.


Basofi yang sudah menghidupkan mesin mobilnya perlahan-lahan menjalankan mobilnya.


"Kali ini kumaafkan tapi kalau nanti setelah kita berciuman kau menghapus jejaknya aku tidak akan melepaskan bibirmu yang manis itu" Kata-kata rayuan berbalut kata-kata mesum yang keluar dari mulut Basofi sama sekali tak membuat mood wanita di sampingnya menjadi membaik. Justru malah membuatnya semakin kesal.


"Sudah berapa bibir yang dia cium" Gerutunya sambil memalingkan wajahnya ke jendela mengingat saking banyaknya gadis-gadis yang wira wiri di kehidupannya dulu.


"Kau bilang apa?" Kata Basofi yang sudah fokus pada jalanan di depan mereka.


"Ok. Kalau tidak mau jawab tidak apa. kita selesaikan nanti saat kita sudah sampai di kamar. Aku tidak akan mengizinkanmu untuk tidur nyenyak malam ini" Kata Basofi kembali pemaksa seperti sebelumnya.


"Pemaksa" Kata Sofiyah hanya menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara.


Begitu sampai di tempat parkir Sofiyah langsung keluar tanpa menunggu Basofi terlebih dulu. Berjalan dengan cepat dengan maksud meninggalkan Basofi tapi ternyata lift tak kunjung terbuka membuat sang suami bisa menyusulnya.

__ADS_1


"Kau cantik sekali saat cemburu Ay!" Kata Babas berbisik di telinga sang istri saat mereka sudah berada di dalam lift sambil menggenggam jemari istrinya cukup erat. Karena posisi mereka bukan hanya berdua saja di dalam lift itu Sofiyah tak bisa menepis tangan Basofi begitu saja.


Bersama mereka ada beberapa orang yang menuju lantai yang berbeda.


Saat satu persatu penghuni apartemen keluar dari lift dan tinggalah sepasang suami istri yang terlihat manis sekali karena sejak masuk ke dalam lift tadi mereka bergandengan tangan seakan tak terpisahkan.


Aya mencoba menepis tangan suaminya dengan muka cemberut tanpa mau melihat wajahnya.


"Jangan cemburu sama mereka Ay! Itu cuma masa lalu ku!" Kata Basofi tanpa mau melepaskan genggaman tangannya.


"Aku tidak cemburu!" Kata Aya sewot. Rasanya ingin sekali menangis sambil memarahi sang suami yang seenaknya saja. Dia mendiamkan istrinya karena cemburu pada satu orang lelaki dan sekarang si istri tidak boleh cemburu pada wanita-wanita yang pernah dekat dengannya dengan alasan itu hanya masa lalu.


Tanpa babibu Babas langsung mencium bibir istrinya yang sedari tadi berkedut-kedut karena menahan kesal padanya. Sofiyah mencoba melepaskan tautan bibir mereka tapi tak bisa. Ia juga memukuli dada Basofi tapi kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan si pria yang kini menghimpit tubuhnya. Air matanya keluar tanpa diminta tapi Basofi masih menikmati pagutannya sampai pintu lift terbuka dan dia masih asyik dengan bibir istrinya.


"Bas!!!"

__ADS_1


Spontan Basofi melepaskan tangannya dari wajah Sofiyah dan menoleh pada sumber suara yang tidak lain adalah mamanya.


__ADS_2