Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
dejavu


__ADS_3

"Assalamualaikum...." Basofi mengucap salam saat mau masuk ke dalam rumah kecil Sofiyah. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan bicara baik-baik dan bicara dari hati ke hati. Ia ingin memperbaiki kesalahannya dan memulai semuanya.


"Waalaikumsalam...." Jawab suara seorang lelaki dari dalam membuat Basofi langsung membelalakkan matanya sedang pikirannya sudah berlarian kemana-mana.


Sosok itu kemudian muncul dengan membenarkan gespernya di hadapan Basofi dan tahulah dia kalau Rayhan ada di rumah itu. Keduanya saling menatap tajam dan perseteruan yang nyata terlihat dari auranya


Basofi pikirannya sudah tak tahu arah. Bagaimana lelaki itu bisa keluar masuk rumah Sofiyah sesukanya. Dan apa yang dia lakukan dari dalam tadi. Lelaki dan wanita berduaan di dalam rumah, apa lagi yang mereka lakukan? Basofi menelan salivanya tak menyangka Sofiyah melakukan perbuatan senista itu.


"Fiah sedang ada di kamar mandi..." Rayhan berbisik di telinga Basofi yang langsung mendapat reaksi seperti yang diharapkannya.


Wajah Babas merah padam menahan amarahnya. Dadanya berkecamuk dan ia takut tak bisa menahan dirinya sendiri saat dia sedang emosi. Lelaki tampan itu segera beranjak berdiri sambil menarik nafasnya dalam-dalam.


Pikirannya buntu dan masjid lah yang ingin dia tuju. Ia berjalan dengan terburu-buru sampai tak ingin mengenakan sepatu.


"Ko...!" Sofiyah kini berdiri di depannya dan Basofi termangu untuk sesaat.

__ADS_1


"Aya....! Bukannya kamu di kamar mandi?" Tanya Basofi.


"Di kamar mandi? Aku baru dari warung cari camilan..." Kata Sofiyah sedikit bingung.


"Sudahlah...!" Kata Babas sambil memakai sepatunya dengan benar.


"Koh.... Tadi mami minta dibangunkan kalau koko ke sini" Sofiyah berusaha menahan Basofi.


"Nanti aku kembali " Katanya sambil berjalan menuju ke masjid.


Basofi baru menyadari itu karena tadi saat sampai ia menaruh mobilnya di dalam gerbang area pesantren. Dan ia sangat yakin pemilik mobil itu pasti bocah jangkung tadi.


"Hah... bodohnya aku ini.... !! Benar kata si Mek umurku saja yang sudah tua tapi nyatanya aku belum mengerti apa-apa" Ia bergumam di sepanjang jalan menuju ke masjid.


Kenapa aku bisa dikacangin sama anak bau kencur itu? Kenapa aku langsung mempercayai lelaki yang umurnya jauh di bawahku sampai menuduh Aya yang bukan-bukan padahal kelakuanku dulu lebih memalukan batinnya merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


Basofi memutuskan untuk solat Maghrib di masjid sampai saingan utamanya itu pergi. Dan kebetulan tidak sampai sepuluh menit kemudian adzan Maghrib sudah berkumandang.


Basofi selalu menemukan kedamaian saat solat terutama dalam sujudnya sampai-sampai tak terasa dia berada di dalam masjid sampai waktu isya' tiba karena saking asyiknya mendengar anak-anak mengaji.


Basofi juga bertemu dengan abah Fani dan berbincang sebentar setelah solat isyak. Bertanya tentang ini dan itu yang belum dia ketahui.


Sampai di rumah Sofiyah ternyata mami Sora sudah menunggunya di atas kasur tipis di ruang tamunya yang kecil.


"Mami kenapa di sini?" Tanya Basofi saat melihat wanita yang baru keluar dari rumah sakit itu malah tidur di bawah dengan alas seadanya.


" Nggak papa ko. Mami sudah sehat kok..." Katanya sambil tersenyum.


"Ko.... tolong jagain Fiah ya ko!" Kata mami dengan sangat pelan.


Deg.... Basofi seperti dejavu karena pernah mendengar yang semisal dengan itu dari mulut papinya Sofiyah. Babas menarik nafas meski agak ragu dia kemudian menjawab, " Insya Alloh ya mi..."

__ADS_1


__ADS_2