Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Jeolus


__ADS_3

Basofi mengangsurkan buku menu di depan Sofiyah yang duduk di sebelahnya sambil melihat-lihat keadaan restoran yang kali ini mereka datangi. Tempatnya cukup nyaman dengan dekorasi yang dibuat seakan-akan kita sedang berada di musim semi. Dengan replika bunga-bunga sakura yang tersebar di beberapa sudut dan tiang. Seolah-olah membawa para pengunjung ke negeri Jepang.


Tempat duduk yang cukup berjauhan dan sekat unik dari kayu dengan ornamen semak-semak juga membuat suasana tenang karena antara satu pengunjung dengan pengunjung lain tidak akan terganggu dan punya privasi seperti di ruangan VIP.


Aya yang sedang asyik melihat-lihat tak sadar jika suaminya meminta dia memilih menu untuk makan malamnya. Sampai buku menu beberapa kali menyentuh tangannya barulah dia menoleh pada Babas yang juga sedang memperhatikannya. Sepasang mata suami istri yang tak sengaja berpandangan itu buru-buru mengalihkan pandangan. Rasa canggung menyeruak diantara aksi diam keduanya.


" Sushi rol tuna sama ramen ya kak" Kata Sofiyah pada pramusaji yang mendatangi mereka.


"Minumnya?" Tanya si mbak yang memakai celemek plus topi.


"Air putih saja kak" Jawab Sofiyah sambil tersenyum pada si pramusaji.


"Sudah itu saja" Jawab Basofi yang tidak memesan makanan sama sekali. Tadi dia sudah terlebih dulu memesan coffe latte kesukaannya. Ingin rasanya makan satu piring bersama tapi gengsi karena dialah yang memulai perang dingin ini.


Pasangan pengantin baru itu duduk sambil memegang ponselnya masing-masing. Asyik berselancar di dunia maya melupakan orang yang ada di sebelahnya. Sampai para pramusaji datang membawa makanan yang sudah dipesan.


Hanya ada dua menu yang tersaji membuat Sofiyah menoleh pada Basofi ingin bertanya kenapa tidak memesan makanan tapi kata-katanya tercekat di kerongkongan. Ingin rasanya berbagi makanan tapi ia takut jika mendapatkan penolakan. Akhirnya si cantik bermata sipit itu memutuskan untuk makan sendiri dan sudah siap dengan sendok yang ada di tangan.


Terdengar bunyi langkah sepatu high heels semakin mendekati meja keduanya tapi mereka tak menyadarinya.


" Hallo honey lama tak bertemu " Seorang wanita cantik berusia sekitar dua puluh lima tahunan dengan dandanan modis dan make up tipis menyapa Basofi dengan merangkul pundak pria itu kemudian mencium pipinya. Suami Sofiyah terkejut tapi tak bisa mengelak karena tidak tahu apa-apa dan langsung di serang saja.

__ADS_1


Basofi menoleh dan mendapati gadis yang yang dulu sering menghangatkan ranjangnya tapi ia lupa namanya. Belum habis rasa terkejutnya seorang wanita lain muncul di balik si modis berwajah cantik dan minimalis. Gadis ini berkulit sawo matang dan wajahnya tampak manis. Gadis itu mencondongkan bibirnya hendak mencium bibir Basofi berkebalikan dengan wajahnya dia malah nampak lebih agresif dari yang pertama.


Tapi kali ini Basofi bisa menghindarinya dengan menekan kening si hitam manis agar tak bisa mendekat ke wajahnya. Yang ini dia pun lupa siapa namanya.


"Whats wrong babe? Kita sudah lama tak bertemu. I miss you baby...!" Si manis tak puas karena tak bisa mendapatkan ciuman dari lelaki yang pernah mengisi hari-harinya.


"Aku sudah menikah. Ini istriku" Katanya sambil menggenggam tangan Sofiyah yang sama terkejutnya dengan sang suami dan dari tadi hanya diam saja melihat apa yang terjadi di depan matanya.


" No no no.... I don't believe it!" Kata si cantik yang kini duduk di depan Sofiyah.


"I agree with you. Don't lie babe! Kamu bukan orang yang mau berkomitmen tentang pernikahan" Sahut si manis yang ikut duduk di sebelah temannya dan tepat di depan Basofi.


"Lagi pula kalian bukan seperti pasangan suami istri" Si manis yang melihat interaksi Basofi dan Sofiyah tak melihat adanya keakraban layaknya pasangan. Hanya ada kecanggungan diantara keduanya.


"Aku tidak percaya"


"Aku juga!"


"Tunggu dulu, bukankah dia ini sekertaris kamu honey?" Gadis cantik bermake-up tipis itu mengingat Sofiyah saat mengunjungi Basofi beberapa hari sebelum dirinya juga teman-temannya tidak diperbolehkan masuk ke dalam perusahaan milik keluarga Basofi.


"Saya permisi, mau ke toilet sebentar" Kata Sofiyah yang dadanya terasa sesak karena tersudut saat mereka mulai menyadari dia hanya seorang sekretaris.

__ADS_1


" Tunggu sayang!" Ia menahan tangan Sofiyah agar tak beranjak meninggalkan dirinya bersama dengan kedua wanita tadi.


"Dia sedang ngambek padaku karena emosinya tidak stabil. Maklum dia sedang hamil...." Spontan saja Babas mengucapkannya tapi bagi yang mendengar hal itu tentu saja kaget dan masing-masing dari mereka mengerutkan keningnya.


Begitupun dengan Sofiyah yang malah ingin memukul kepala suaminya agar tak asal saja saat berbicara. Masak hanya tidur semalam saja bisa membuat dirinya hamil. Itu tak masuk akal menurutnya.


Sofiyah melepaskan tangan Basofi dan meraih tasnya kemudian meninggalkan mereka dengan tergesa-gesa. Bukan ke toilet tapi menuju pintu keluar restoran


"Aku harap kalian bisa menghargai diri kalian sendiri dan mari saling melupakan satu sama lain. Kalaupun bertemu suatu saat nanti berpura-pura lah kita tak pernah saling mengenal satu sama lain." Basofi memberi ceramah sebelum meninggalkan kedua wanita itu.


"Sayang tunggu!" Basofi tak malu menjadi pusat perhatian di tempat itu. Berlari menyusul sang istri yang sepertinya sedang cemburu. Untungnya tadi saat makanan datang dia sudah menitipkan kartunya untuk membayar makanan mereka sehingga kini dia bisa melaju menghampiri Sofiyah yang tak bisa berlari jauh darinya karena kakinya tak sepanjang milik Basofi.


Dua orang gadis tadi melihat si pria yang mencoba menyusul gadis berpakaian tertutup dan memakai kerudung di kepalanya dengan tergesa-gesa. Hal yang tak pernah mereka rasakan karena Basofi adalah pria player yang tidak perlu meminta seseorang datang karena justru gadis-gadis seperti mereka yang datang sendiri dan menawarkan diri. Jadi tidak ada yang berani coba-coba untuk merajuk apalagi ngambek dan sok jual mahal padanya.


Mereka bahkan punya grup wa untuk menggilir Basofi sehingga tidak pernah bertabrakan saat datang ke perusahaannya. Mereka punya jadwal sendiri-sendiri kapan waktunya mendatangi Basofi.


Mereka memang tidak hanya bermain dengan Basofi seorang melainkan dengan beberapa pria sekaligus namun mereka kehilangan Basofi yang berbeda sifatnya dengan kebanyakan pria yang pernah menghabiskan malam atau sekedar singgah di apartemen mereka.


Menurut mereka permainan Basofi halus dan menyenangkan sekali. Memanjakan wanitanya terlebih dulu sebelum memenuhi hasratnya sendiri. Dia juga tidak pelit sama sekali. Memenuhi kebutuhan mereka dalam skala wajar karena dia tidak suka pada wanita yang berlebihan.


Masih menurut mereka, Basofi juga tidak suka minum-minuman keras dan pergi klubing. Dia pria sibuk yang bisa meluangkan waktu untuk wanita yang datang padanya hanya untuk sekedar mengantarkannya belanja atau pergi ke hotel dan apartemen milik si gadis.

__ADS_1


Basofi belum pernah sama sekali mengajak seorang gadis ke apartemennya sendiri karena takut sang mama mengetahui.


__ADS_2