
Dikunci hanya untuk pasangan suami istri
BYURrrr!!!
Basofi yang sedari tadi pura-pura tidur tiba-tiba menarik Aya sampai wanita yang sudah menjadi istrinya itu terjatuh di atas pangkuannya.
"Emmhhh!!! Ish.... koko!!!" Aya berteriak sambil mengusap wajahnya yang terkena cipratan air. Menyadari sebagian tubuhnya berada di atas tubuh Basofi dengan kaki yang masih menapaki lantai kamar mandi ia menelan ludahnya sendiri. Buru-buru ia bangkit karena jantungnya berdegup kencang tak karuan. Padahal setiap hari berdekatan bahkan mereka juga pernah saling merasakan tapi Sofiyah panik sekali. Lebih tepatnya canggung dan salah tingkah sih.
' kenapa rasanya dag dig dug ser begini?' Batin Aya sambil berpegangan pada bibir bathtub berniat untuk berdiri tapi tubuhnya tak bisa bergerak karena Basofi memeluk pinggangnya dengan erat.
"Ay....!" Suara Babas terdengar serak karena menahan gejolak.
Sofiyah mukanya merah padam saat menyadari ada sesuatu di bawah tubuh tubuhnya yang mulai mengeras dan baru kali ini dia merasakan hal seperti itu. Sedangkan Basofi menyandarkan kepalanya di punggung sang istri sambil merasakan kejantanan nya mulai bangun dan menggeliat.
Beberapa saat keduanya hanya diam saling menetralisir degupan jantung masing-masing, yang suaranya saling bersahutan mendendangkan irama penasaran dan ingin menelisik lebih dalam.
"Ko...."
"Ay....! Aku sudah mandi kembang seperti yang kamu minta. Sekarang aku harus apa lagi biar kamu nggak jijik sama tubuhku? Apa aku harus operasi kulit biar bisa menyentuhmu?" Basofi masih menyembunyikan wajahnya di balik punggung Sofiyah.
Sang istri pun mulai terbawa suasana dan mulai menyadari ketulusan suaminya.
"Apa koko biasa seperti ini?" Tanya wanita yang masih berpakaian lengkap itu sambil melirik sang suami.
"Maksudnya?" Babas menarik kepalanya dan kini memandang wajah Sofiyah yang sedang duduk di pengakuan nya.
"Koko sering mandi berduaan begini dengan gadis-gadis itu?"
"Ay.... aku minta maaf untuk masa laluku. Aku tidak bisa merubahnya tapi aku sangat menyesalinya. Aku minta maaf atas perbuatanku yang sering menyakiti hatimu. Aku minta maaf. Bisakah tidak membahas masa lalu? Itu hanya akan menyakiti hati kita. Sekarang aku hanya ingin memperbaiki diri dan menghabiskan masa depanku bersamamu....." Babas mengungkapkan isi hatinya dengan penuh sesal dan pengharapan.
__ADS_1
Sofiyah masih mematung di atas Basofi, tak bereaksi, membuat sang suami keki.
"Ay....." Basofi menelan salivanya. Menyiapkan diri karena sepertinya sang istri belum bisa menerima dirinya dengan lapang dada.
Aya bergerak berdiri dan berjalan menjauh membuat Babas sedih dan hanya bisa melihatnya dengan menghela nafas berat.
Dengan menepikan rasa malunya Sofiyah melepaskan jilbabnya dan menaruhnya di keranjang pakaian kotor. Basofi menelan salivanya kembali. Penasaran apa yang akan dilakukan sang istri. Ia pun menunggu dengan hati berdebar-debar.
Sofiyah melangkah mendekat pada Basofi kemudian meraup bunga dengan tangannya dan dibasuhkannya pada tubuh si pria yang sudah menjadi suaminya.
"Merem!" Kata Sofiyah pada suaminya yang tak berkedip melihatnya.
Buru-buru Basofi memejamkan matanya dengan tersenyum tipis. Tak ingin istrinya yang sudah mulai membuka diri merasa malu dan tak melanjutkan niatnya.
Sofiyah menggosok dada juga punggung Basofi dengan bunga-bunga yang ada di dalam bathtub.
"Iya..." Jawab Babas dengan memejamkan mata. Merasakan sensasi yang membuat bulu romanya meremang karena sentuhan dari si pujaan hati.
"Siapa yang beli?" Tanya Aya lagi.
"Mikail" Jawab si Babas.
Sofiyah kemudian melanjutkan menggosok lengan Babas yang sebelah kiri kemudian di sebelah kanan. Dilanjutkan dengan menggosok bibir Basofi lagi.
"Ay....." Basofi memandang wajah Sofiyah yang ada di depannya. Jarak mereka sangat dekat hanya beberapa senti saja tapi Basofi masih takut untuk memulai.
"Hem... "Jawab Aya tanpa memandang wajah suaminya. Berpura-pura seakan sedang fokus membersihkan bibir sang suami padahal hatinya juga grogi tak terkendali.
"Kamu nggak takut masuk angin? Bajumu sudah basah Ay...." Basofi memberanikan diri menyingkap rambut Sofiyah yang menutupi matanya. Diselipkannya ke belakang telinga dan Sofiyah tak menampik tangannya. Itu artinya dia tak menolak.
__ADS_1
Basofi langsung berdiri membuat mata Aya terbelalak dan segera memalingkan muka.
"Koko....!!!!" Ia melempar kelopak bunga-bunga yang masih ada di tangannya ke arah Basofi.
"Ay..... kau juga harus menggosoknya dengan bunga-bunga itu. Kenapa kau bisa melupakannya" Kata Basofi sambil memeluk Sofiyah dari belakang dan mengarahkan senjatanya pada tubuh sang istri agar Sofiyah bisa merasakan kegagahannya yang sudah siap untuk berperang.
Aya termangu dengan kata-kata Basofi tapi dia sudah tak ingin menghindar lagi. Jiwanya juga meronta-ronta ingin merasakan hal yang tak biasa.
Buru-buru Babas menggendong istrinya dan masuk ke dalam bathub bersama sebelum Aya berubah pikiran.
"Bersihkan yang ini agar aku jadi pria yang bersih dan suci " Katanya berbisik di telinga sang istri yang kini duduk di depannya sambil mengarahkan tangan Sofiyah pada barang krusialnya.
"Ko!!" Sofiyah terjengat kaget karena memegang barang kebanggaan para pria. Ia segera mengangkat tangannya kemudian refleks mencubit lengan Basofi.
"Aduh..." Basofi pura-pura mengaduh untuk mendapat simpati lebih.
"Aku mau keluar aku kedinginan..." Kata Aya sambil berusaha keluar dari bathtub.
"Aku bantuin lepasin" Kata Basofi yang sudah berhasil melepas semua kancing milik sang istri tanpa disadari oleh si pemakainya.
Basofi tak membuang waktu. Ia segera bergerak agar Sofiyah tak menolaknya. Menyelesaikan apa yang sudah berada di ujung kepalanya. Menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi, di bawah gemericik shower yang sedang mengalirkan air hangat tanpa paksaan sama sekali. Keduanya ikhlas saling memberi dan menerima.
.
.
.
Wes mari wes mari wes mari.... !!! gak ditotok-totokno. Sampai disini saja ya pemirsahhh!! Selanjutnya silahkan dipraktekkan sendiri dengan suaminya masing-masing. Biar bisa plong dan nafasnya nggak tersengal-sengal lagi.š¤š¤
__ADS_1