
Saat mengantarkan Sofiyah pulang ternyata mamanya Babas juga berada di kediaman keluarga gadis yang hari-hari ini singgah di hatinya. Rumah yang amat sangat sederhana itu kini menjadi tempat persinggahan keduanya.
Mungkin Sofiyah tidak tahu tentang hal itu tapi mamanya Basofi yang paling paham kebiasaan putranya sangat bersyukur dengan perubahan Basofi yang tidak suka main cewek lagi.
"Sudah lama mah?" Tanya Basofi pada wanita yang sangat disayanginya.
"Barusan. Tadi habis muter-muter cari parfum nggak nemu-nemu" Jawab sang mama.
"Kenapa nggak online saja? "
" Lebih asyik kalau belanja itu offline. Langsung datang ke tokonya, bisa megang-megang barangnya. Kalau ada cacatnya kan bisa langsung dikembalikan atau nggak jadi beli juga nggak papa. Apalagi kalau beli parfum. Kalau online kan nggak bisa cium baunya, harumnya bagaimana?".
Basofi tahu mamanya pasti sedang mencari pengalihan akan suasana hatinya karena kemarin papanya baru saja mengadakan pesta anniversary pernikahan dengan madunya, mamanya Daniel.
"Makanya mama kesini mau ngajak jeng Sora sama menantu mama ini untuk shopping hari minggu besok. Mau kan sayang?" Mamanya Babas mencoba memohon pada calon menantunya.
Tapi Sofiyah tak langsung menjawab
ia melihat ke arah maminya, minta pendapat.
" Sama Fiyah aja ya jeng. Saya belum bisa kemana-mana... " Kata mami.
" Jeng Sora kan harus cari udara segar juga biar fresh gitu.... Menghilangkan penat juga lelah yang menggerogoti jiwa kita...."
"Puitisnya....." Mami Sora menggoda wanita yang seumuran dengannya. Mungkin kata-kata itu memang berasal dari hati temannya tapi ia berusaha untuk mencairkan suasana.
"Mau ya jeng.... Kita hang out bareng kayak anak-anak jaman sekarang itu lho jeng. Just ladies...." Bujuk mamanya Babas.
" Bukannya saya nolak jeng.... tapi saya masih dalam masa iddah..." Jelas mami Sora.
"Ha....? Ida? Apa itu jeng?" Tanya mamanya Basofi persis seperti putranya tadi.
" Iddah itu.... ehm.... sebentar ya jeng..." Kata wanita paruh baya itu sambil masuk ke dalam rumahnya dan kembali lagi dengan membawa sebuah buku.
__ADS_1
Sementara itu ketiga orang yang berada di situ dengan sabar menunggu penjelasan darinya.
Sofiyah tadi belum sempat menjelaskan tentang iddah pada Basofi karena ada tamu yang sudah membuat janji dengannya.
Basofi pun sangat antusias sekali ingin mendengarkannya dengan benar.
"Iddah itu artinya secara bahasa adalah hitungan. Adapun pengertian iddah secara syar'i adalah waktu penantian seorang wanita tidak boleh nikah karena untuk mengetahui bersihnya rahim bagi selain wanita kecil dan wanita yang sudah tidak haid atau karena hanya mengikuti perintah bagi wanita yang masih kecil dan wanita yang sudah tidak haid atau karena kesusahan si istri bagi seorang istri yang ditinggal mati suaminya.
Mu'tadah (seorang istri yang iddah) itu terbagi menjadi dua macam yaitu seorang istri yang ditinggal mati suaminya baik dia sudah pernah di jim*' atau belum dan Seorang istri yang putus nikah dalam keadaan hidupnya si suami.
Kemudian seorang istri yang ditinggal mati suaminya itu ada dua macam, yaitu
Seorang istri yang sedang hamil maka iddahnya sampai lahirnya kandungan.
Seorang istri yang tidak hamil maka iddahnya sampai 4 bulan 10 hari.
Seorang istri yang sedang hamil maka iddahnya sampai lahir kandungan.
Seorang istri yang tidak hamil dan masih bisa haid maka iddahnya sampai tiga kali suci dari haid.
Seorang istri yang tidak hamil dan tidak bisa haid (masih kecil atau atau sudah tidak haid lagi) maka iddahnya tiga bulan.
Adapun seorang istri yang putus nikahnya dengan talak atau fasakh dan belum di j**a' itu tidak ada iddahnya oleh sebab itu ia sekaligus diperbolehkan menikah lagi.
Adapun kewajiban wanita dalam masa iddah sebab ditinggal mati suaminya dia diwajibkan ihdad (meninggalkan berhias karena berduka cita) selama masa iddah.
__ADS_1
Maka dia baik siang atau malam diharamkan memakai pakaian yang diberi warna untuk hias misalnya kain warna kuning, merah atau lain sebagainya walaupun kainnya bernilai rendah.
Adapun kain (pakaian) yang diperbolehkan bagi dia adalah kain yang tidak diberi warna walaupun bernilai tinggi dan kain diberi warna untuk menahan kotor misalnya warna hitam.
Dan dia pada siang hari diharamkan memakai perhiasan emas atau perak atau perhiasan lain yang biasa dipergunakan kaumnya sedangkan memakai perhiasan pada malam hari hukumnya makruh.
Dan dia baik pada siang atau malam hari diharamkan menggunakan bau-bauan yang harum baik pada tubuh, pakaian , makanan atau minumannya dan diharamkan pula menggunakan minyak pada rambut kepala dan bedak pada muka dan diharamkan pula menggunakan semir pada anggota yang kelihatan seperti muka, kaki, tangan dan kuku.
Bagi yang tidak melaksanakan ihdat sama sekali atau melaksanakan pada sebagian waktu yang telah ditentukan itu hukumnya termasuk dosa besar.
Bagi dia diperbolehkan menghias tempat tidur, peralatan rumah dan sebagainya dan dia juga diperbolehkan mandi keramas, menyisir rambut, memotong kuku, memotong bulu kem*l*an mencabut bulu ketiak dan lain sebagainya yang bersifat membersihkan badan.
Bagi mu'tadah sebab ditinggal mati dan mu'tadah sebab di talak Ba'in ( talak yang tidak dapat dirujuk kembali) dalam keadaan tidak hamil mereka diharamkan keluar dari rumah yang ditempati mereka pada waktu matinya suami atau pada waktu mentalaknya sampai habis masa iddah kecuali jika ada udzur misalnya hendak membeli bahan makanan, menjual hasil karyanya dan lain sebagainya maka mereka diperbolehkan keluar pada siang hari.
Sedangkan bagi mu'tadah sebab ditalak roj'i ( talak yang masih dapat dirujuk kembali) dan mu'tadah talak Ba'in dalam keadaan hamil mereka juga diharamkan keluar kecuali mendapat izin dari suami yang telah mentalaknya atau karena terjadi darurat misalnya rumahnya hendak roboh atau takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada diri atau harta mereka dan lain sebagainya.
Wallahu a'lam bisshowab.
Begitu seperti yang tercantum dalam kita I'anatun nisa' " Jelas mami Soraya setelah membaca panjang lebar kitab yang sedang di pegang nya.
"Saya juga belum faham sepenuhnya tapi menurut umi Zainab, istrinya abah Fani saya ini iddahnya 4 bulan 10 hari"
Sofiyah, Basofi dan mamanya hanya diam karena belum mampu mencerna sepenuhnya ilmu yang baru mereka dengarkan.
"Saya menyesal sekarang kenapa tidak dari dulu saya mengaji dan mencari ilmu agar tidak terjerumus terlalu jauh seperti saat itu. Kamu masih muda Nonik.... cari ilmu sebanyak-banyaknya dan berusahalah mengamalkannya agar bisa menolong papi dan mami nantinya!" Katanya sambil menggenggam tangan putrinya.
"Tolong bimbing Fiah ya ko...! Mungkin terkadang ia akan membangkang tapi dia sebenarnya mudah kok dijinakkan...." Kata mami Sora sambil tersenyum.
"Mami....!!" Sofiyah merajuk membuat kedua wanita paruh baya itu tertawa.
Sedangkan Basofi malah dengan beraninya menatap Sofiyah sambil tersenyum mengejek si gadis, " Tenang saja mi... Aya pasti akan nempel kayak perangko nanti..."
Sofiyah melirik Basofi dengan tatapan penuh benci.
__ADS_1
'Penghinaan ini' batin Sofiyah.
Segini dulu ya teman-teman. Insya Alloh besok di sambung lagi. Besok Aya akan bertemu dengan masa lalunya yang masih membuatnya terpana dan terpesona.