Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
cosplay


__ADS_3

Basofi segera berganti baju kemudian duduk di sebelah Aya. Ia mengambil piring yang ada di tangan mama dan menyendokkannya di mulut istrinya. Dia memang sengaja melakukan hal itu di depan sang mama agar Aya tak marah dan tak bisa menolaknya.


Benar saja meskipun terlihat tak rela tapi Aya tetap membuka mulutnya. Sedangkan mama mengusap punggungnya sambil tersenyum ketika sang menantu menoleh ke arahnya.


" Wanita hamil itu mood nya naik turun ko. Mood swing kalau kata anak-anak zaman sekarang. Jangan sampai menantu mama ini stres karena itu sangat berpengaruh pada janin yang sedang tumbuh di dalam sini." Lagi-lagi mama tersenyum kali ini sambil mengusap perut Sofiyah.


"Mama minta maaf kalau koko masih belum bisa menjadi suami yang baik. itu salah mama yang tak bisa mendidiknya"


Basofi menghentikan tangannya yang sudah siap menyuapi Sofiyah demi mendengar perkataan mama. Menggantung di udara.


"Jangan begitu ma!" Ujar Sofiyah sambil memegang lengan mama.


"Maafin koko ya sayang! Dia memang tidak peka tapi mama yakin kamu datang untuk merubahnya menjadi pria yang baik. Yang sayang sama istri, sama mamanya sama papanya, sama sinyo juga. Belajarlah dari kesalahan mama papa. Hidup yang rukun cuma berdua tanpa orang ketiga sampai nyawa berpisah dari raga. Kalau ada apa-apa langsung selesaikan jangan sampai berlarut-larut yang hanya menimbulkan kesalahpahaman lebih besar lagi"


Mama membelai rambut menantu tercinta kemudian memeluknya. Sedangkan Basofi hanya menunduk dan mencerna semua kata-kata mama. Bagaimanapun mama ingin melihatnya berbaikan dengan papa juga adiknya meski bukan adik kandung dan selama ini dia hanya acuh saja.


"Maafin Fiah yang masih kekanakan ya ma." Tangis Fiah tak terelakkan di dipundak mama Rosi. Sesenggukan dengan penuh penyesalan. Lupa bersyukur dan memilih egois pada sang suami. Padahal Babas sudah berubah dan yang penting tidak membagi cintanya seperti papa mertua.


"Sudah-sudah. Koko juga salah. Harusnya dia tahu ada yang berubah pada istrinya. Ini malah tidak tahu apa-apa" Kata mama melepas pelukannya sambil menatap sebal pada putranya sendiri.

__ADS_1


"Mama kebawah dulu ya, barangkali papa pulang ke rumah, nanti nyariin mama" Katanya lagi sambil tersenyum dan Fiah tahu kalau papa mertua meski sering pulang ke rumah ini tapi beberapa kali juga pulang ke rumah istri kedua yang berada di rumah Tata. Tapi lihatlah mama yang tak pernah menampakkan wajah sebalnya saat papa ada di rumah ini malah sebisa mungkin menyambutnya dengan penuh keceriaan.


Begitu mama keluar Sofiyah langsung memeluk Basofi dan minta maaf. Basofi yang semula sudah bersiap-siap untuk minta maaf kini merasa lega karena ternyata tidak sulit menjinakkan istrinya.


"Ini belum hari raya kenapa kita sudah bermaaf-maafan?" Kata Basofi membuyarkan suasana.


.


.


.


"Ko.... aku pingin pulang" Kata Sofiyah ketika mereka sudah berada di atas pembaringan.


"Aku ingin ke rumah yang di pondok tapi mampir dulu ke tempat ci Siska. Aku kangen sama teman-teman di bakery"


"Hem...." Koko Babas merengkuh Aya dan merapatkannya di dadanya yang bidang dan kini polos tak berpenghalang.


"Ko....!"

__ADS_1


"Iya boleh tapi Minggu depan ya. Besok kan kita harus masuk kerja. Ada rapat dengan dewan penasehat dan divisi pemasaran mengenai launching perumahan baru kita. Masak lupa. Hem?" Basofi menciumi rambut Aya yang berwana kemerahan. Bukan karena di cat warna tapi memang aslinya. Bawaan dari mami katanya.


Sofiyah mendongak ke atas melihat ke wajah sang suami.


"Pinginnya besok ko.... Aku mau menginap di sana" Matanya kini mulai berkaca-kaca. Begitulah wanita hamil. Sensitif sekali.


Basofi mengerlingkan matanya sambil naik turunkan alisnya menyadari keuntungan yang bisa dia dapatkan dari sang istri.


"Boleh, asal...."


"Ihh.... selalu...." Kata Aya sambil mengusap air matanya.


"Nggak ada yang gratis di dunia ini Sofiyah ku sayang.... Aku bisa merubah jadwal meeting kita kalau istriku yang cantik ini juga mau menuruti keinginanku. Bukankah ini hubungan simbiosis mutualisme? Saling menguntungkan? Bagaimana?"


Sofiyah berdecak sebal pada Basofi tapi dia menyanggupi," sekarang temanya apalagi?"


Basofi yang tahu kalau istrinya sudah bersedia langsung melompat turun dari ranjang dan berlari menuju lemari pakaian.


"Tarra.....! Ini dia!" Katanya sambil memperlihatkan kostum cosplay yang ingin dipakainya.

__ADS_1


"Sailormoon....!" Katanya sambil membuat gerakan seperti orang terbang.


Sofiyah menggelengkan kepala dengan kesukaan suaminya yang satu ini. Aneh saja menurutnya.


__ADS_2