Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
sekretaris


__ADS_3

Dari dalam ruangannya Basofi tidak bisa berkonsentrasi karena pandangannya tidak bisa beralih dari Sofiyah. Kaca di ruangannya adalah jenis kaca dua arah sehingga dia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar ruangannya sedangkan orang yang diluar seperti sedang bercermin dan melihat refleksi dirinya sendiri.


Di lantai paling atas gedung itu hanya dibagi menjadi dua. Satu ruangan untuk direktur dengan ruangan utama untuk bekerja dan menerima tamu pribadi, satu kamar untuk istirahat yang sering di gunakan untuk hal-hal berbau dewasa oleh Basofi dan terdapat satu kamar mandi mewah juga di dalamnya.


Basofi bisa melihat dengan jelas semua aktifitas yang terjadi di ruangan depannya yang luas tanpa sekat.


Begitu memasuki lantai paling atas gedung, yang pertama kali dilihat adalah meja sekretaris kemudian sofa letter L untuk para tamu yang sedang menunggu agar bisa bertemu dengan sang direktur dan terkadang tempat itu juga digunakan untuk menerima tamu oleh Basofi.


Dan tak jauh dari pintu ruangan pribadi Basofi ada meja khusus untuk asisten Basofi yang menjadi area kekuasaan Mikail sejak lama. Sekretarisnya memang sering berganti tapi tidak dengan asisten pribadinya yang merupakan sahabatnya.


Sebenarnya pekerjaan Mikail adalah membantu urusan Basofi dari hal-hal kecil yang bersifat pribadi tetapi Mikail juga lebih sering terlibat dalam urusan kantor karena kebanyakan pekerjaan sekretaris Basofi biasanya hanya menemaninya saat ada meeting. Saat Basofi bersenang-senang dengan sekretaris nya maka semua pekerjaan akan beralih padanya. Dari menerima telpon, membuat janji temu, membuat surat-surat penting, laporan dan lain sebagainya.


Mikail langsung berdiri begitu melihat Sofiyah keluar dari ruangan bos besarnya.


"Ayo.,.! Aku tunjukkan tempatmu!" Kata Mikail memimpin jalan di depan Sofiyah. Padahal hanya perlu berjalan beberapa langkah saja dari situ tapi Mikail sangat bersemangat. Ia selalu bermimpi jika suatu saat akan memiliki seorang istri yang berkulit putih dan bermata sipit. Kini ada seorang gadis seperti yang diimpikannya berada di depannya secara nyata.


"Ini mejamu dan aku ada di sana. " Ia menunjuk mejanya. "Jika kau membutuhkan bantuan ku katakan saja aku selalu siap setiap saat. Ini nomer telpon hp ini..." Ia menaruh iphone di meja Sofiyah sambil memberikan secarik kertas yang berisi beberapa digit nomer.


"Baik.... Terimakasih pak Mike(Baca: Maik pake k kkk...)


Tak ayal Mikail tersenyum bahagia karena panggilan yang dirasanya sangat spesial itu. Biasanya orang-orang memanggil namanya dengan lengkap il Mikail atau yang paling di bencinya adalah panggilan bosnya dan teman-temannya dulu saat ia masih sekolah, Mek pake huruf k kkkk, Mek mek.


Ia menyentuh dadanya dengan senyum yang terkembang. " Ah... sweet nya..."


Sofiyah yang mendengar hal itu pun mengernyitkan keningnya, merasa bingung dengan sikap Mikail.


"Ini pertama kalinya kita bertemu dan kau langsung bisa memahamiku. Aku tersanjung.." Rona bahagia masih memenuhi wajah Mikail. Rasanya seperti terbang di awang-awang mungkin.


"Maksudnya?" Sofiyah mengangkat dagunya sedikit miring sambil mengerutkan matanya membuatnya terlihat hampir seperti orang yang memejamkan matanya.


"Aku suka caramu memanggilku..." Kata Mikail mengutarakan isi hatinya dan itu terdengar seperti orang cabul bagi Sofiyah.

__ADS_1


'Oh my God, tak jauh beda dengan bos nya ternyata...' batin Sofiyah.


"Baiklah kalau begitu I akan... oh maksud saya , saya akan memanggil bapak Mikail saja. Itu akan terasa aneh jika I , emm.... jika saya memanggil anda demikian dan reaksi anda akan seperti itu."


"Bukan seperti itu Sofi...!!!. ok ok .... ! fine... Aku tidak akan bersikap seperti tadi tapi please....jangan ganti panggilan kamu! ok?!"


"Ok!"


" One question one question..." Pinta Mikail memelas.


"What?"


"Mengapa kamu memanggil ku Mike?"


"Its just... itu adalah nama Malaikat pembagi rezeki dan orang luar negeri banyak yang memakainya untuk nama depan mereka. mereka menyebutnya Michael dan menyingkatnya jadi Mike. Itu adalah nama yang sangat indah...."


"Ooh..." Mikail manggut-manggut tapi merasa sedikit kecewa mendengar jawaban Sofiyah. Ia mengira ada sesuatu yang istimewa sehingga gadis itu ingin memanggilnya dengan panggilan yang spesial tapi ternyata tidak ada maksud apa-apa.


Untuk yang kedua kalinya mereka berdua kaget secara bersamaan karena mendengar bunyi telpon yang ada di meja sekretaris, meja Sofiyah. Mikail langsung tanggap dan segera mengangkat telpon, "Ini dengan Mikail asisten direktur ada yang bisa dibantu?"


"Segera ke ruanganku!!!!" Mikail langsung menjauhkan telpon itu dari telinganya. Teriakan itu memekakkan telinganya dan Mikail tahu betul itu adalah suara sang direktur.


"Baik pak!" Jawabnya segera.


"Kau ingin mengobrol atau bekerja hah!!!???" Basofi masih belum puas dan berteriak lagi kemudian langsung menutup telponnya.


Mikail menunjuk dirinya sendiri kemudian menunjuk ke arah ruangan direktur. Memberi isyarat pada Sofiyah bahwa dia dipanggil direktur ke ruangannya. Sofiyah yang faham hal itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mikail, pria dengan tubuh tinggi tegap dan berwajah ramah itu segera melesat ke ruangan sang direktur. Ia tak mau menjadi bulan-bulanan bos nya itu. Meski dia tidak merasa melakukan kesalahan tapi dia paham rumus seorang bawahan akan selalu menjadi target kesalahan sang atasan dan sebaliknya bos itu selalu benar.


Mikail masuk ke ruangan Basofi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan begitu ia membuka pintu ia mendapatkan lemparan bolpen sebagai sambutan dari sang atasan.

__ADS_1


"I am sorry boss..." Katanya sambil menangkap bolpen mahal yang hampir saja mengenai kepalanya. Ia tak merasa bersalah tapi tetap minta maaf pada Basofi untuk meredakan emosinya.


"Kau suka padanya?" Tanya Basofi langsung.


"Aku rasa aku tertarik padanya. C mon ....Aku tahu itu bukan tipe mu Bas, karena itu aku mencoba mendekatinya. " kedua telapak tangannya ia buka lebar-lebar.


"Tunggu!! jangan bilang kau tertarik padanya. Seleramu belum berubah kan Bos?"


Kini mereka berbicara sebagai seorang teman dan sahabat.


"Mama menjodohkan aku dengannya..," Suaranya melunak sambil matanya melihat ke arah Sofiyah


"What the.... Tapi lu nggak tertarik sama dia kan?" Tanya Mikail kaget juga penasaran. Ia ikut melihat ke arah Sofiyah. Tentu ia berharap jawaban temannya itu tidak. Big no.


"Heh,..? Tidak ada yang menarik untuk dilihat darinya. Kurus kerempeng, pendek, tak ada yang bisa dipegang darinya. Apalagi matanya yang sipit itu. Mama benar-benar tak tahu bagaimana standart ku..." Matanya bahkan tak bisa beralih dari Sofiyah.


"Yakin kau tidak tertarik padanya? Lalu kenapa kau melihatnya tanpa berkedip seperti itu?" Mikail bersedekap sambil mengamati raut muka teman brengseknya itu.


"Yakin. Bahkan milikku tak bereaksi sama sekali berapa lama pun aku melihatnya. Lagi pula kami sudah sepakat tidak akan saling mengurusi urusan pribadi masing-masing".


"Ok... fine. Kalau begitu aku boleh mendekatinya kan? Kau tidak akan marah kan?"


"Terserah" Jawab Basofi acuh.


"Ok deal.." Mikail mengajak Basofi berjabat tangan sebagai tanda mereka sudah saling sepakat


"Deal..."


Mikail berbalik arah hendak keluar dari dalam ruangan sang direktur tapi mereka berdua melihat ke arah Sofiyah yang sekarang sedang menerima tamu pertamanya di perusahaan itu.


"O ou...." Mikail berkata pelan sambil melihat Basofi.

__ADS_1


Seorang gadis cantik, tinggi, seksih, dengan make up yang mendominasi dan rambut panjang yang tergerai indah dengan warna coklat tua. Kakinya yang jenjang, putih mulus begitu mengundang pandangan kaum Adam yang akan berfantasi saat melihatnya.


__ADS_2