Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama
Tanda kehamilan


__ADS_3

Tok tok tok


Babas mengetuk pintu kamarnya yang sudah di kunci dari dalam.


"Saya...ngg!" Panggilnya dengan nada melas.


"Sayang.....!!! Ayaaa!"


Tok tok tok


"Ayy!!! Bukain pintunya Ay... " Basofi merapatkan tubuhnya pada pintu jati berplitur coklat dengan ornamen klasik sambil telapak tangannya menepuk-nepuk pelan setelah yakin istrinya tidak akan dengan mudah membuka pintu.


Dengan langkah berat Ia pun turun ke bawah dan berniat meminta bantuan pada mamanya karena dia yakin Sofiyah tidak akan berani menolak jika mamanya yang minta.


"Ma, Fiah pasti lapar karena tadi kami belum sempat makan..." Siasatnya di mulai ketika sang mama masih membereskan meja makan.


"Mama yang ngantar ke atas ya ma!" pintanya.


"Kamu gimana sih Bas? Masak istri hamil tidak tahu?"


" Ya mana tahu ma. Dia nggak muntah-muntah kayak yang ada di tipi-tipi itu"


"Kamu ini. Hihhhh" Mamanya mencubit lengan Basofi sampai putranya itu mengadu kesakitan.


"Orang hamil itu beda-beda bawaannya. Istrimu itu mama lihat nafsu makannya tidak seperti biasanya. Bahkan malam haripun dia selalu membawa camilan ke atas. Ditambah lagi dia cepat lelah. Begitu pulang kerja biasanya langsung mandi. Beberapa hari ini mama lihat langsung tertidur di ruang tengah. Kamu jadi suami yang peka dengan perubahan yang terjadi sama istri kamu Bas. Masa hal begitu kamu tak menyadarinya" Jelas mama panjang bin lebar.

__ADS_1


Basofi mengingat perkataan mamanya dan membenarkannya. Memang akhir-akhir ini Sofiyah sering tertidur saat berada di kantor. Bahkan saat rapatpun ia kerap memergoki sang istri terkantuk-kantuk mencoba menahan kelopak matanya yang tak mau terbuka.


"Mama tahunya kapan ma?"


"Mama beli tespacknya tadi malam. Tadi pagi mama minta dia mengetestnya dan ternyata hasilnya positif"


"Kok mama nggak bilang-bilang?"


"Kan baru tadi pagi juga tahunya. Mama kira Fiah sendiri yang ngasih tahu kamu ko!" Kata Mama sambil membawa nampan yang berisi mi pangsit, camilan, dan buah naga.


"Ketuk pintunya!" Kata mama sambil menunjuk ke arah pintu menggunakan dagunya ketika sudah sampai di depan pintu kamarnya.


Basofi pun segera mengetuk pintu tanpa bersuara.


Tok tok tok


Tak lama kemudian pintu terbuka dan sosok Aya muncul dengan wajah sembabnya.


"Ma...."


"Ayo makan dulu! Mama bawa mi pangsit terenak di daerah sini."


Pintu pun di buka lebar-lebar oleh Aya untuk mempersilahkan sang mertua masuk. Tak disangka seseorang yang membuatnya menangis kini ikut menerobos masuk ke dalam membuatnya semakin kesal tapi tak berani mengusirnya karena ada sang mertua bersama mereka.


"Ayo makan , kamu pasti lapar..."mama suapin ya?"

__ADS_1


"Fiah makan sendiri aja ma"


"Mama suapin ya" Kata mama sambil duduk di sofa.


"Nanti saja ya ma" Kata Aya pura-pura acuh akan keberadaan Basofi padahal ujung matanya melirik ke arah sang suami yang sedang menuju kamar mandi.


"Duduk sini sayang!" Kata sang mama sambil menepuk sofa di sebelahnya. Meminta sang menantu agar duduk di dekatnya.


"Dulu sewaktu koko masih di kandungan mama itu bawaannya lapaaaar terus. Tapi anehnya tubuh mama nggak gendut- gendut. Perut mama juga biasa aja. Nggak tahu itu makanannya larinya kemana.


Kamu harus ingat sekarang ada kehidupan lain di tubuh kamu. Kamu harus makan sekalipun tidak nafsu. Nanti biar mama yang marahin koko kamu ya. Jangan sampai cucu mama ini kelaparan!" Katanya sambil mengusap punggung Sofiyah.


.


.


.


.


Maaf ya readers aku udah absen beberapa hari. Gara-gara si moody datang lagi.


Semangat semangat semangat


Tiap hari bisa up

__ADS_1


Minimal seribu kata dalam satu bab


❤️❤️❤️


__ADS_2