Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.100


__ADS_3

  "Eh- sarah?- kau.." respon rinjani yang cukup terkejut begitupun semua orang. "Dia terlalu banyak omong negatif.. Wadma sudah memperingatkanku dan Nisa bahwa dia akan mencari cara memecah kepercayaan kita pada Weraa... Tapi, sesuai perkataan ku kemarin.. aku sendiri belum 100% percaya padamu.." Ucap Sarah mengunci pintu apartemen "Dengar Kita mengawasinya dan jangan biarkan dia kabur.. jadi sementara semua didalam saja dulu kalau mau kluar bilang.."


Ep.100


  "Hmm.. boleh aku keluar? Aku ingin pulang kerumah bibiku untuk sementara.. bibiku sedang sakit.." Ucap Nisa.


  "Baiklah.. biar aku antar.." Ucap Windy.


  "Nggak nggak.. gak usah.. A-" Ucapan Nisa di potong Ririn.


  "-ku bisa sendiri.. gk usah repot-repot.. gak papa serius.." Ucap Ririn yang sudah hafal tingkah teman mereka yang satu itu.


  "Gws buat bibimu yah sa.." Ucap Sheli.

__ADS_1


***


  "Ini.." Mirkah dan randi terdiam melihat kios lama mereka didekat Coffe shop. Kios yang jika dari luar terlihat kumuh dan sudah lama tak diurus. Terlihat papan nama kios yang bertuliskan GaleryMI.   "Kalian tidak ingin berkunjung?" Tanya Wadma.


Mereka turun secara perlahan sambil mengingat bagaimana mereka dibesarkan keluarga mereka dengan kebahagiaan walau penuh kekurangan dalam hal ekonomi. Bagaimana lukisan itu bisa menghapus rasa ketidakpuasan mereka dalam ekonomi keluarga.


  "Sampai akhirnya arwah putri weraa hadir? Aku bisa melihat bayangan kebahagiaan disini.." Ucap Wadma membuat Randi membuka lukisan yang tertutup oleh kain kain usang. "Ah... Aku mengerti sekarang.. kau sebenarnya ingin mengorek informasi mengenai lukisan yang ada di betlan school itu kan?" Tanya Randi dengan mirkah yang masih mengingat masa kecilnya yang bahagia walau sederhana.


  "Benar.. aku menjanjikan akan datang lagi untuk membantu segala kesulitan keluargamu.. Namun, aku terlambat saat tau ayah ibumu meninggal 10 tahun yang lalu.. tepat saat aku mendapat kabar pembunuhan berantai aku sering memimpikan janjiku pada seorang anak remaja laki-laki yang lebih tua dariku.. bahwa aku akan kembali untuk membantunya.." Ucap Wadma dengan Mirkah mulai mengerti "kau.. ingin tau makna lukisan yang hampir disentuh oleh putri weraa hari itu?" Tanya mirkah.


  Saat putri weraa berpindah ke tubuh yang lain dia memang akan benar-benar lupa pada jati dirinya sebagai seorang putri kerajaan. Itu berarti ia memang berusaha membantu mencari Mirkah yang merupakan pembunuh berantai untuk membantu Sharika, Cantika, dan Kartika. Juga dia ingin mencari tau apa yang salah dengan dirinya dan apa yang dia lupakan. "Yang aku pikirkan.. apa dia benar-benar jatuh cinta pada Wansa?" Tanya Wadma membuat mirkah dan Randi saling pandang tidak tau mengenai itu.


  "Makna lukisan waktu itu adalah takdir yang tak menentu antara kegelapan dan cahaya antara kesepian ditengah keramaian.. dan antara ruang 1 dan ruang lain.." Ucap Mirkah.

__ADS_1


  "Alasan aku mendorongnya jauh dari lukisan adalah karena jika ia menyentuh lukisan itu ingatannya tentang jati dirinya akan kembali lebih cepat.. aku sendiri memang menginginkan dia tetap hidup sebagai orang lain agar aku tak perlu membunuh orang lain lagi.." Jelas mirkah melihat tangannya yang penuh rasa bersalah.


  "Walau kau akan mengorbankan Weraa yang asli?" Tanya Wadma.


  "Setidaknya tidak akan ada pertarungan antara kau dan dia dan tak akan ada kehancuran oleh nya.. dia bertekat menghancurkan dunia kita para manusia.. dan kau malah memberinya waktu berkeliling kota? Bukankah seharusnya kau mengawasinya?" Tanya Mirkah.


  "Dia pasti punya alasan kak.." Ucap Mark.


  "Mark? Kau disini?" Tanya Mirkah memeluk adiknya itu.


  "Hari itu kios ini akan digusur kak.. tapi Wadma membeli tanah kios ini jadi aku masih bisa tinggal disini.. ayo lanjutkan pekerjaan ayah ibu kak.." Ucap Mark.


  "3 bersaudara.. kedatangan putri weraa membuat lukisannya menjadi seperti ini? Kau yang melukisnya Mark? Ada rasa sakit, putus asa, kecewa, keinginan balas dendam.. namun kau meletakkan cahaya kecil disana sebagai simbol harapan yang kecil.. namun kemudian awan menutupinya.. kau yakin.. bahwa ada hati yang hangat di hati putri weraa? Boleh kutanya mengapa kau yakin?" Tanya Wadma.

__ADS_1


__ADS_2