
“Wansa.. Wan-sa.. Nama yang kulupakan itu.. tak disangka bisa kuingat juga.. Bagaimana kalau kita membuat nama di casing ponsel kita?” Tanya Weraa.
“Kau mau? Kau bahkan tak menjawabku saat aku mengatakan aku mencintaimu..”
“Ah.. itu.. Aku akan urus ponsel kita jika kau setuju.. Jika tidak! Tidak perlu!” Ucap Weraa mengembalikan ponsel couple itu ketempatnya.
“Baik! Baik! Tapi bisakah kita beli yang biasa saja?” Tanya Wansa.
“Kau masih saja seperti itu.. Jangan hawatir.. Selama ini untuk kita.. jangan keberatan memakai uangku! Ayo!” Ucap Weraa menarik Wansa ke kasir.
“Yaampun.. ada apa dengan Psikopat satu itu? Dia berubah drastis dihadapan pacarnya.. tunggu jika itu pacarnya.. Adri kau benar-benar tamat..” Ucap Saka yang berdiri dan berbalik namun Sharika menunjukkan dirinya di hadapannya.
“AAaaa!!” Triakan Saka membuat semua orang melihatnya sementara Weraa menggenggam tangan Wansa lebih erat. “Apa itu?”
“Mbak.. totalnya 20 juta rupiah..”
“Ini mbak..” Ucap Weraa memberikan black card tanpa batasnya.
“Wah.. mbak luar biasa yah sudah dapat pacar yang tampan.. kaya juga!” Weraa langsung menatap tajam kasir itu. “Cepatlah! Dia tidak tampan! Dan awas kau jatuh cinta padanya!” Ucap Weraa melalui batin namun, Wansa bisa mendengarnya dan tersenyum.
“Trimakasih yah mbak..” Ucap Wansa mengambil barang dan Black Card Weraa.
“Simpanlah.. Jangan suka membuang-buang uangmu hanya untuk barang ini..”
“.. Wansa.. Kau mau berpacaran?” Tanya Weraa dengan Wansa yang menatap Weraa. “Apa maksudmu? Aku yang bertanya padamu.. Kau mau? Bukankah kau bilang kau tak tertarik punya pacar?” tanya Wansa.
__ADS_1
“Benar.. lupakan saja kalau begitu!” Ucap Weraa beranjak namun Wansa menariknya. “Hei! Aku bercanda.. ayo berpacaran..”
“Duar!!!” Ucap Kartika berusaha mengejutkan.
“Aku terkejut..” Ucap Weraa datar.
“Ck! Hei! Kalian terlalu sering berpandangan satu sama lain.. Apa kalian melihat Sharika?” Tanya nya.
“Tidak..”
“Hmmm.. Dimana dia?”
“Tadi kami mendengar suara triakan apa dia menakuti seseorang?” Tanya Wansa.
“Untuk apa ia menakuti seseorang?”
“Mengapa kau mengikuti Weraa hah?” Tanya Sharika.
“Ada apa denganku? Aku tak pernah melihat hantu.. mengapa aku bisa melihatnya?” Tanya Saka dalam hati.
“Jawab aku..” Ucap Sharika mendekat namun Sarah datang dengan Nisa.
“Hei? Kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Tanya Sarah tersenyum..”
“Sarah! Ayo cepat lupakan saja orang gila ini! Ada yang harus kudapatkan!” Ucap Nisa.
__ADS_1
“Orang Gila?! Hei! Beraninya kau mengatakan aku orang gila hah?”
“Eh? Bukankah kau temannya Senior gila itu? Ah.. Kau juga senior yang ingin dipanggil dihormati namun kalian semua hanya seorang penguntit..” Ucap Nisa.
“Nisa..” kode Sarah. “Maaf kak.. Nisa agak anti sama yang namanya cowok.. kakak baik-baik aja kan?” Tanya Sarah. “Iya gk papa..” Ucap Saka terpukau ole senyum Sarah namun Sharika kembali dihadapannya. “Aaaaaaaaaaaaa!!!” Triak Saka lari lagi dan pergi membuat Windy dan Shanti melihatnya.
“Ada apa?” Tanya Windy.
“Bukankah itu kak Saka? Temannya kak Adri?” Tanya Shanti.
“Eh.. mengapa Sharika berjalan mengikutinya?” Tanya Windy.
“Apa kak Saka Indigo juga?” Tanya Ririn muncul mengejutkan 2 gadis itu yang langsung melempar pakaiannya.
“Hei? Kalian sudah selesai?” Tanya Weraa datang dengan Wansa.
“Belum.. Kau sudah dapatkan ponselnya?” Tanya Windy.
“Sudah.. kami mau keliling dulu kalau begitu..” Ucap Weraa.
“Baiklah.. ayo Wansa!” Ucap Weraa.
“Wow.. aku tak pernah lihat wajah itu..” Ucap Shanti.
“Senyum cerah yang hilang itu kembali yah..” Ucap Windy.
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part24