
“Ada seorang pria yang bertanya padaku tentang pembunuhan itu.. Dia tau semuanya namun, ia tak bisa membantu..” Ucap Kartika.
“Kenapa?” Tanya Windy.
“Karena dia.. Mph!! Mph!!” Ucapan Kartika terhenti karena di tutup oleh Cantika yang tersenyum “Soal pria itu hantu bahkan seharusnya tak boleh membicarakannya!”
“Siapa?” Tanya Weraa dan Rinjani serentak.
“Kami tak boleh menyebutkan namanya.. atau kami akan menjadi abu..” Ucap Cantika.
“Yaampun.. mengapa ia tak memberi tauku? Aku masih ingin menjadi hantu yang berkeliaran..” Ucap Kartika.
“Ck! Kau itu aneh sekali.. Kalian harus segera pergi ke alam kalian! Jika didunia lebih lama kalian malah hanya akan membuat masalah.. Kalian menyiksa mata manusia yang bisa melihat kalian tau! Itu menakutkan bagi kami..” Ucap Weraa.
“Oiyah.. Weraa mereka udah disini apa berarti 3 pria itu sudah pinsan?” Tanya Ririn.
__ADS_1
“Kurang lebih kek gitu..” Ucap Weraa. “Jadi gimana Wer?” Tanya Santi. “Senior itu bilang dia punya kenalan betlan school kan? Kurasa aku harus temui dia besok..” Ucap Weraa dengan Sarah yang mengatakan “Kalau gitu aku ikut.. aku bisa lihat aura gelap kalau seandainya ada barang bukti yang tertinggal..” Ucap Sarah dengan Weraa mengangguk.
***
Keesokan pagi tiba dan Weraa berangkat dengan semua temannya. Sementara Dinda tak boleh keluar dari hotel dan bersama 3 arwah di apartemen itu. Sementara Adri dan Sandi datang ke sekolah dengan memakai kacamata hitam.
“Eh.. itu kak adri kan? Kok pakai kaca mata hitam?” Tanya para cewek disekitar dan sebagian langsung mengejarnya.
“Wer.. kayaknya mereka gak bisa tidur malam tadi tuh..” Ucap Santi.
“Kamu!” Ucap Adri menunjuk Weraa tepat di depan wajah Weraa dan teman-temannya yang lain serta seluruh siswi menepuk dahi dan menutup mata mereka. “Ada apa dengan kalian? Apa kalian tau sesuatu?” Tanya Adri tak sadar. “Gadis ini.. Buak!!” Tendangan andalan itu membuat Adri mimisan.
“Menyebalkan!” Ucap Weraa pergi meninggalkan Adri yang terlentang pasrah dan berkata “Aku bahkan belum selesai memakinya tapi dia malah menendangku..” Ucap Adri menyentuh darah dan melihatnya dengan tawa ironis.
“Lain kali bila ingin memakinya pikirkan 2 kali!” Ucap Windy melewatinya dan pergi dengan Ririn yang mengatakan “Semoga itu pertanda untukmu..” ucapnya dengan tertawa ngakak.
__ADS_1
“Maaf atas tendangannya..” Ucap Santi dengan Nisa yang mengatakan “Maaf karena senior tak bisa tidur..” Ucap mereka yang juga hanya melewati senior yang tengah duduk melihat 5 gadis yang sudah lewat itu. Dan melihat 3 sisanya.
“Apa lagi? Kalian ingin memukulku juga?” Tanya Adri.
“Aku hanya ingin bilang.. Sebaiknya lihat orang yang mencintaimu! Jangan mengejar orang yang mencintai orang lain!” Ucap Sarah yang maju. “Bagaimana kau tau dia mencintai orang lain?” Tanya Adri membuat keadaan memanas dengan Sheli yang memberi catokan di punggung Adri dengan maksud menyegarkan tubuhnya yang tak istirahat semalaman.
“Au! Apa yang kau lakukan..”
“Sudah baikan kan?” Tanya Sheli dan lanjut berkata “Sarah ada benarnya! Tapi.. jika menyerah sekarang, kau juga takkan pernah tau.. hati manusia bisa berubah..” Ucap Sheli bermaksud menyemangati Rinjani. “Kalau begitu aku takkan berubah!” Ucap Adri dengan Rinjani yang tertegun.
ME_Mawad
KSW_Part17
__ADS_1