Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Dimensi Penyihir


__ADS_3

  “Meski dahulu ia sangat egois?’


  “Waktu itu ia masih seorang gadis kecil.. aku pun pernah seperti itu..”


  “Bukankah kau sudah tau bahwa Sandi keponakan Agra adalah..”


  “Tapi.. bukankah nothing is impossible paman?”


  “Hah, sepertinya ini akan berlanjut lebih lama..”


  “Tapi.. apa paman tetap tak ingin memberitauku tentang pria jubah hitam itu?”


  Sopir weraa melihat Cevin dan tersenyum serta menghela nafas. Melihat kota dan mulai berbicara “Dahulu.. para penyihir hidup di dimensi lain kan.. itu sudah beribu tahun lalu dan mereka tak memiliki darah manusia dan berumur panjang..”


  “Paman adalah penyihir dengan darah itu.. Paman hidup disana sebagai anak dari seorang raja penyihir.. Ayah paman dikenal dengan baginda raja Saka, Ibunda paman dikenal sebagai Permaisuri Sarah, Dan Permaisuri kedua adalah Permaisuri Rinjani. Putra sulung adalah pangeran Sandi.. sementara paman adalah putra bungsu yaitu pangeran Wansa.


  “Tunggu.. nama paman dan yang lainnya..”


  “Kehidupan kalian adalah ramalan..”


***


  Dahulu saat kami tak mengetahui bahwa ada dimensi lain yaitu manusia. Kami hidup dengan serba sihir. Setiap melakukan apapun itu bahkan hal  kecil sekali pun semuanya dengan sihir.


*  “Wansa kemari..” Ucap Raja Saka.*

__ADS_1


*  “Iya ayah..”*


*  “Coba tunjukkan sejauh apa sihirmu berkembang..”*


  Diantara pangeran Sandi dan paman.. hanya paman lah yang peling lemah.. Sihir paman benar-benar lemah. Semua penduduk selalu menggosssipkan baha paman tak akan bisa menjadi seorang raja dan sudah jelas putra mahkota adalah Pangeran Sandi.


  Hidup dengan tak dihargai meski kau adalah seorang pangeran itu lebih menyakitkan dari pada sebagai orang biasa. Kehidupan yang seperti itu membuat diri paman tertekan dan ingin mangakhiri hidup beberapa kali. Namun, Pangeran Sandi adalah kakak yang baik dan mengatakan. “Jangan hawatir.. kakak percaya ayah akan memilihmu..”


*  “Bagaimana? Tapi bukankah ibunda Rinjani ingin kakak yang menjadi putra mahkota”*


*  “apa yang kau bicarakan? Ibunda RInjani tak ingin kakak menjadi putra mahkota.. Ibunda mengatakan ia bermimpi bahwa kakak harus pergi ke suatu tempat..”*


*  “Suatu tempat?”*


*  “benar.. Kakak harus mencari seseorang yang masuk ke dalam mimpi ibunda sebagai seorang gadis itu..”*


*  “Kau benar.. tapi gadis ini berbeda..”*


*  “Boleh aku ikut..”*


*  “Tidak boleh! Kau harus melatih sihirmu dan merebut posisi putra mahkota..”*


*  “Tapi..”*


*  “Kakak akan pergi sore ini.. Baiklah.. kakak akan menjumpai ayah handa dulu yah..”*

__ADS_1


  Kakakku itu memang pria sejati. Dia selalu patuh pada apapun yang diperintahkan oleh ibunda Rinjani. Aku kadang berharap aku bisa seperti itu.. Namun, Setelah Pangeran Sandi pergi aku jadi berlatih sendirian dan tak ada yang membantuku sampai seorang putri dari kerajaan sihir tetangga datang dan menjadi temanku.


***


  “Mengapa itu terdengar seperti..”


  “Saat Wansa datang ke rumah Wadma?” Tanya Paman.


  “Tunggu kalau begitu paman..” Ucapan Cevin disela.


  “Panggil saja paman.. itu lebih baik..”


  “Tapi..”


  “Kau tau selanjutnya bagaimana? Kami berdua berlatih sihir bersama dan membuat kedua orang tua kami memutuskan untuk mengumumkan perjodohan kami berdua…”


***


  Namun, saat itu paman benar-benar hanya menganggap Weraa sebagai seorang teman. Putri Weraa menerimanya karena sejak awal dia memang menyukai paman.. Namun berbeda saat usia kami 17 tahun usia fisik manusia. Tapi.. paman akan menceritakan kakak paman dulu.


  Pangeran Sandi sudah keluar dari kerajaan dan mencari tempat dengan ciri-ciri yang disebutkan ibunda Rinjani. Saat Ia sampai ditempat itu ia hanya melihat banyak sekali pohon beringin. Disana ia bermalam menunggu tanda-tanda dari gadis yang ia cari sampai usia nya 20 tahun usia fisik manusia.


*  “Dimana gadis itu..”* Ucap pangeran Sandi dan dia berkeliling hingga melihat sebuah Cermin yang lonjong dan melayang diudara.


  “Sejak kapan ada cermin disini?” Tanya Sandi.

__ADS_1


#ME_Mawad


#KSW_Part67


__ADS_2