Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Amarah dari seorang penyihir


__ADS_3

Angin bertiup seperti akan ada badai “Ada apa ini?” Tanya Wansa.


“Tadi cuacanya cerah..” Ucap Weraa.


“Sandi? Apa ini ulah Wadma?” Tanya Wansa.


“Bukan.. ini ulahmu! Sebaiknya kalian perkuat saja cinta kalian.. Aku tak yakin dengan yang namanya Cinta.. tapi gadis itu sudah sering membawaku pada kisah-kisah itu..” Ucap Sandi pergi menyusul Wadma.


***


“Ada apa dengan cuacanya?” Tanya Adri yang duduk sendirian di taman kota usai melihat Rinjani di antar oleh Saka. Adri melihat langit yang gelap seperti menandakan akan hujan lebat. Ia berdiri dan hendak menaiki hondanya namun, Wadma datang dengan Sandi yang mengejarnya. “Hei! Kau hanya berjalan namun mengapa aku harus berlari agar bisa mengejarmu?” Tanya Sandi terengah-engah.


“Mengapa kau juga menyia-nyiakan sesuatu yang berharga?” Tanya Wadma membuat Sandi terkejut dan baru menyadari keberadaan Adri.


“Aku? Apa lagi? Siapa lagi? Rinjani??” Tanya Adri kesal.


“Aku tak menyebut namanya.. kau yang menyebutkannya..” Ucap Wadma dengan Adri yang tertegun.


“Wadma.. tenangkan dirimu dulu..” Ucap Sandi.


“Aku sudah tenang!!” Tegas Wadma yang masih emosi dengan petir menyambar. “Hei! Sebaiknya nanti saja cerewetnya.. lihat! Cuaca sedang tidak baik..” Ucap Adri dengan Wadma yang menghela nafas. Seketika awan kembali cerah dan Adri mundur di belakang hondanya.


“Siapa kau? Apa kau penyihir?” Tanya Adri.

__ADS_1


“Bukan.. aku hanya ingin mengingatkanmu.. berpikirlah sebelum bertindak..”


***


“Makasih kak.. Kakak gak mampir dulu?” Tanya Rinjani.


“Gk Deh.. nanti si Dika keburu pulang.. malah gk dapet contekan..” Ucap Saka.


“Eh.. iya kak.. kakak Indigo juga atau gimana kok bisa lihat Sharika?” Tanya Rinjani.


“Sharika?? Hantu menyeramkan itu?? Haish!! Sebenarnya kakak sendiri kaget plus bingung.. kakak bukan anak indigo.. tapi kok..” Ucapan Saka terhenti saat melihat Sharika dibelakang Shanti yang mengunyah permen karet.


“Wah.. kau sudah pulang?” Tanya Shanti sementara Sharika mengikuti. “Yaudah yah.. kakak pulang!! Kau!!” Ucap Saka menunjuk Sharika “Jangan mengikutiku lagi! Aku pulang!! Dah..” Ucap nya pergi dengan berkendara melebihi kecepatan. “Ada apa dengannya?” Tanya Rinjani sementara Shanti tertawa.


“Sharika ada disini?” Tanya Rinjani.


“Yaps.. tepat dibelakangmu..” Ucap Shanti.


“Yang lain sudah pulang?” Tanya Rinjani.


“Weraa baru saja pulang.. aku ingin keluar mandi hujan karena katanya akan turun hujan.. tapi kelihatannya cuaca nya biasa-biasa saja.. cerah berawan..” Ucap Shanti melihat langit.


“Bagaimana dengan Wansa?” Tanya Rinjani.

__ADS_1


“Wansa siapa?”


“Pacar Weraa:v”


“Ah.. dia Wansa.. berusaha bagaimanapun sepertinya sulit mengingat namanya.. Aku tidak melihatnya mengantar sampai di depan pintu.. Memangnya kenapa?” Tanya shanti.


“Sebenarnya aku tidak yakin ia memiliki tempat tinggal..” Ucap Rinjani.


“Dia punya.. Dia tinggal di dekat sini.. Aku sering kerumahnya sebelum aku melupakan namanya..” Ucap Weraa datang dan berkata lagi “Aku bahkan tak ingat alasan aku lupa namanya..” Ucap Weraa.


“Syukurlah kalau dia punya rumah.. Bagaimana kencan kalian?” Tanya Rinjani dengan Weraa yang mengubah topik.


“Aku pergi yah.. Sharika ayo!” Ucap Weraa.


“Kemana?” Tanya 2 gadis dan 1 hantu itu serentak..”


“Ke coffe shop.. Ada seseorang yang mengenalku dan sering kesana.. Dan aku rasa dia ada hubungannya dengan pembunuhan berantai ini..” Ucap Weraa.


“Bagaimana bisa?” Tanya Rinjani.


ME_Mawad


KSW_Part33

__ADS_1


__ADS_2