Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep. 79


__ADS_3

Keluarga kita sudah membantunya.. Kau yang membuat dirimu merasa tak dianggap teman shan..  Bukan sheli!" Ucap Sarah.


Ep.79


“sarah..” Ucapan Nisa di sela lagi.


“Sebaiknya kau beritau dia Sa kenyataan mengapa kita tak pernah membahasnya..” Ucap Sarah.


“Sheli selalu bercerita tentang masalahnya.. kadang pada ku kadang pada Sarah..” Ucap Nisa.


“Namun, masalah waktu itu bertepatan saat ibumu kecelakaan yang hingga sekarang masih koma.. karena itu tak satupun dari kami membahasnya.. kami tak mau kau terlalu memikirkannya..” Lanjut Nisa lagi.


“Ck.. haha.. kalian pasti bercanda kan?” Tanya Shanti yang mulai merasa bersalah.


“Gk sama sekali Shan..” Ucap Ririn.


“Kenapa kalian gk bilang?”


“.…”


“Kenapa kalian biarin aku gituin si sheli?”


“Sheli gk mau kamu mikirin masalahnya.. Karena itu dia yang minta kekami” Ucapan Sarah membuat Shanti memukul mukul kepalanya dan menutup wajahnya.. dan yah.. dia masuk kekamar mengurung diri.


“Shanti!! Keluar lah, mu gk sepenuhnya salah..” Ucap Nisa lagi namun seketika yang muncul adalah “Halo.. kakak kakak:)” Ucap Dinda muncul tiba-tiba dengan suara pelan yang mengejutkan.


“Astagfirullah!! Ya Allah manusia!!” Nice.. of course nisa yang terkejut.

__ADS_1


“Kenapa wajah kalian semua seperti sedang ada masalah?”


“Benar.. apa yang terjadi?” Tanya Cevin muncul tiba-tiba juga.


“Apa kalian tak bisa datang dengan normal?” Tanya Ririn


“Misalnya?” Tanya Cevin tepat dihadapan Ririn.


“Mengetuk pintu dan mengucap salam jika kau muslim..” Ucap Sarah.


“Shanti mengurung diri dikamarnya..” Ucap Nisa.


“kak Shanti??” Tanya Dinda masuk dan melihat Shanti yang sudah tertidur dengan air mata yang berbekas di wajahnya. Well se-atlet apapun dia tetap seorang sahabat yang baik. Dinda keluar dan memberitau bahwa Shantii sudah tertidur dan semuanya kembali tenang.


“BTW, Dinda.. dia?”


“Kakek? Bwahahahahahaaha!!! Kakek.. hahaha!!” Ririn sepertinya paling semangat menertawai cevin.


“Penyihir?” Tanya Rinjani.


“Kalau begitu.. apa kau tau apa yang di rencanakan Wadma pada kami?” Tanya Sarah.


“Entahlah.. Yang jelas aku datang kesini hanya untuk memastikan dari mana kalian dapat semua kekuatan itu..”


***


“Jadi…” Ucapan Adri terhenti karena Wadma yang menatapnya tajam.

__ADS_1


“Sharika dan yang lain sudah pergi.. Tapi weraa masih disini..” Ucap Wadma dengan Adri yang hanya bingung sejak melihat hantu yang ternyata adalah Weraa.


“Sebentar.. Jadi Weraa itu udah mati dan orang lain masuk ketubuhnya..”


“Yang benar itu Loosa yang sudah mati.. dan Dia masuk ke tubuh Weraa…” Ucap Sandi.


“Kalian gk punya bahan makanan?? (membuka laci dapur) Cuman mie instan??” Tanya Wadma lagi yang langsung membuat 4 mie instan.


“Tunggu!! Foto cewek waktu tuh berarti??” Ucapan Saka dengan Sandi yang mengingatnya.


“Iya.. itu Weraa..” Ucap Wadma menuangkan air panas.


“Kau..” Ucapan Sandi di sela Wadma


“Aku tau.. Tapi.. sebelum itu.. Besok biarkan aku bertemu dengan teman kalian yang merupakan gebetannya Cantika yah..”


“Kami tak berteman lagi dengannya ataupun mereka..” Ucap Saka.


“Aku tau itu.. Hanya saja.. ada yang ingin kutanyakan..”


“Kau.. masih memikirkan dia??” Ucap Sandi membuat yang lainnya menatap bingung


“(Tersenyum sinis) Aku hanya ingin memastikan dia melakukannya karena apa??”


“Apa yang kalian..” Ucapan Saka disela.


“Mie instannya sudah siap.. Sebaiknya ayo cepat kita makan>,

__ADS_1


__ADS_2