
“Temanmu?” Tanya Saka yang kemudian tertawa dan berkata “Yah.. kau benar.. seandainya kami tak menghentikan si Dani itu mungkin sekarang kau sudah habis dibully olehnya..” Ucap Saka.
Sharika muncul seketika dari belakang Saka dan membuat Randa terkejut dan mengurungkan niat untuk meninju wajah Saka. “Sudahlah.. ayo pergi!”
“Yah.. sebaiknya kalian merawat si Dani.. menyebalkan..”
“Woah.. keren sekali bagaimana mereka terburu-buru meninggalkanmu seperti ketakutan?” Tanya yang lainnya.
“Tapi.. aku kok merinding yah??” Ucap yang lain.
“Ck! Kurasa aku tau.. Huaaaa!! Hei!! Mengapa kau datang lagi? Apa aku punya salah denganmu?? Dengar kau dan aku tak ada hubungan mengapa kau menakutiku terus?” Tanya Saka.
“Ada apa Saka??” Tanya yang lain.
“Hantu ini.. Huaaaa!!” Ucap Saka berlari dan menabrak dinding sangat keras hingga pinsan.
***
“Ada apa Rin?” Tanya Sarah.
“Tidakkah kau pikir ini aneh? Bagaimana jika kekuatan kita ada hubungannya dengan Wadma?” Tanya Ririn.
“Itu..”
“Dan soal pembunuh itu.. aku rasa dia sudah mengenal kita..”
“Bagaimana kau bisa tau itu?” Tanya Sarah.
“Saat aku melihat gerak gerik Wadma.. ia terlihat hawatir dan seperti ia mengetahui sesuatu yang lebih banyak dari kita..”
“Menurutmu begitu?” Tanya sarah.
__ADS_1
“aku benar-benar penasaran tentangnya.. kau tadi lihat kan sesaat sebelum Wadma pinsan siswi gila itu pinsan dan kabur lalu aku dengar dia tak di scors..” Ucap Ririn.
“Scors karena membuat keributan itu.. yah.. aneh juga sih.. bagaimana jika kita bertanya pada gadis itu?” Tanya Sarah.
“Sarah Ririn?? Kalian sedang apa?” Tanya guru BK yang juga mengajar B.inggris.
“Ah.. tidak buk..”
***
Jika dia memiliki hubungan dengan kami
Maka tunjukkanlah padaku siapa dirinya?
Mengapa dia datang dengan tiba-tiba?
Membuat semua orang bertanya-tanya tentangnya
Aku penasaran dan ingin berteman dengannya..
Namun, ada ketakutan yang aneh pada diriku
Weraa 2020
Begitulah tulisan yang ditulis Weraa di jam pelajarannya yang baru saja masuk usai istirahat. Ia kemudian melihat Kartika yang duduk dikursi kosong disebelah Weraa namun, dalam kondisi menangis.
“apa yang dilakukan hantu itu?” Tanya Shanti dalam hati.
Sementara Sheli memperhatikan Kartika yang seperti sedang meninggalkan tulisan. Usai pelajaran ada seorang gadis berteriak karena melihat tulisan di meja Weraa “Temukan tubuhku secepatnya!!” dan meja kayu itu berbekas warna merah seperti berdarah sementara Weraa memutar bola matanya dan hendak ke Betlan School.
__ADS_1
“Ada apa ini?” Tanya Rinjani datang ke kelas Weraa bersama yang lain.
“Di meja Weraa ada darah..” Ucap siswi lain membuat Nisa langsung datang melihat darah itu. “Kartika..” Ucap Nisa dengan Sheli yang melihat kejadian sebelumnya Kartika yang duduk di kursi kosong. “Ada yang tidak beres dengan Kartika. “Ada apa?” Tanya Shanti.
“Aku melihat dia seperti berubah menjadi jahat..”
“Jika hantu menjadi jahat ia akan mendapatkan kekuatan dan bisa membunuh manusia kan??” Ucap Ririn.
“Dimana Weraa?” Tanya Sarah pada siswi lain.
“Dia tadi pulang duluan..”
“Pasti Weraa ingin menghentikannya..” Ucap Nisa.
“Ayo!” Ucap Rinjani.
***
“Bagaimana kalau mereka dalam bahaya??” Tanya Wadma.
“hah.. Jangan terlalu banyak berpikir.. Aku akan menelfon Rinjani..” Ucap sandi menelfon Rinjani.
“Halo..” Ucap Sandi dengan Rinjani yang mengatakan “Halo.. ada apa kak?”. “Kalian dimana?” Tanya Sandi.
“Kami.. sedang..” Ucapan Rinjani di potong Windy yang mengambil ponselnya. “Kami sedang bermain bersama.. memangnya kenapa?” Tanya Windy. Wadma yang mendengar nada bicara mereka berbeda langsung menyentuh ponsel nya dan menutup mata sambil mengatakan “Kemana Weraa pergi?” Tanya Wadma.
“Apa yang kau bicarakan Weraa bersama dengan kami..” Ucap Windy sementara Nisa memperhatikan ponsel dan bisa melihat 2 aura dari ponsel yaitu Wadma dan Sandi. Nisa menyadari aura salah satunya sangat lemah namun, keras kepala. “Jangan berbohong aku melihat kalian di van mobil kalian tanpa Weraa” Ucap Wadma membuka mata dan kembali lebih lemah dari sebelumnya namun ia melawan diri untuk tidak pinsan.
“Kau.. Siapa kau sebenarnya?” Tanya Windy.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part45