Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Dia hanya tak ingin orang lain melihatnya seperti itu..


__ADS_3

*


  “Ah.. nona benar.. tapi apa yang membuat nona yakin bahwa ini yang diinginkan tuan Wansa?”


 *


*  “Aku tipe orang yang berterus terang.. meskipun ia jujur atau bohong aku bisa melihat isi hatinya dan keinginan semua orang.. Yang kulihat dari semua orang adalah kenangan, penyesalan, dan keinginan.. Cukup membuatku menjadi seorang teman dari mereka..”*


*  “Nona benar-benar anak yang baik.. padahal saya sempat hawatir..”*


*  “Hawatir?”*


*  “Semakin kita berbuat baik.. bukan hanya teman tapi musuh juga bertambah..”*


*  “.. Bagaimana kalau kita ubah musuh menjadi teman?” Tanya Wadma dengan seseorang berdiri mengehentikan mobil Wadma. Seorang gadis kecil yang memakai baju tekwondo dengan sabuk hitam nya. “Haish!! Apa yang dilakukan gadis itu?!” Ucap Wadma kesal sementara bodyguardnya langsung keluar.*


*  “Ada apa nak?”*


*  “Ibuku.. Dia sakit parah..” Ucap Gadis itu sambil menangis.*


*  Wadma melihat ada kekuatannya di dalam tubuh gadis itu dan keluar melihat secara langsung. Gadis itu langsung bersujud mohon bantuan. “Mengapa kau meminta bantuanku? Ada begitu banyak orang disekitar sini!” Ucap Wadma.*


*  “Mereka takut padaku.. Mereka menyebut diriku sebagai monster.. Tolong lah!! Bantu aku.. hiks.. hiks..”*


*  Wadma pun membawa ibu gadis itu ke Rumah Sakit dan membiayai semua pengobatannya. “Maaf pak.. kita harus melakukan oprasi..”*

__ADS_1


*


  “OPrasi??”*


*  “Ada apa?” Tanya Wadma memainkan ponselnya.*


*  “Nona muda.. ibu anak ini memiliki penyakit kanker dan sudah stadium akhir…. Kita harus melakukan oprasi..”*


*  “Tidak!! Oprasi tidak menjaminnya untuk hidup! Aku tak mau!! Aku hanya memiliki Ibu.. Tolong selamatkan ibuku selain melakukan oprasi.. Pasti ada cara lain..” Ucap gadis itu.*


*  “Nona Shanti dengar yah.. kita harus melakukan oprasi untuk menyelamatkannya.. Kita gak punya pilihan.. Shanti harus tabah dan serahkan semuanya ke Allah yah..”*


*  “Tapi.. tapi..”*


*  “Biarkan aku masuk kedalam..” Ucap Wadma menyimpan ponselnya.*


*  Wadma masuk sendirian karena ia langsung menutup pintu dari dalam. Bodyguardnya langsung mencoba membuka pintu karena hawatir Wadma akan melewati batas kemampuannya. Wadma melihat ibu Shanti dengan saksama dan memegang dahi ibu Shanti dan menutup mata.*


*  “Sinar apa itu??” Tanya Dokter sementara bodyguard pribadi Wadma mencoba mendobrak pintu dengan sekuat tenaga. “Siapa kau?” Tanya Ibunya Shanti. “Aku juga bertanya pada diriku sendiri siapa diriku? Dan apa yang kuinginkan sebenarnya?” Ucap Wadma mulai melihat semuanya dengan pandangan yang kabur dan pinsan.*


*  “Tolong!!” Ucap Ibu Shanti semakin membuat bodyguard Wadma memperkuat tenaganya. “Nona Wadma!” Ucap Bodyguard yang melihat Wadma tergeletak dibawah menutup mata namun masih sedikit sadar. “Jangan hubungi siapapun aku hanya perlu tidur..”*


*  “Nona Wadma melakukannya lagi..” Ucap Dokter.*


*  “Apa yang dilakukannya?” Tanya Shanti.*

__ADS_1


*  “Dia menyembuhkan ibumu nak Shanti..” Ucap Dokter lagi.*


*  “Tapi.. bukankah dia tak perduli dari awal dan terlihat tak suka di rumah sakit?” Tanya Shanti.*


*  “Dokter aku akan membawanya ke apartemen dengan perawatan dari paara pembantu disana.. Jangan hubungi keluarga pratama..” Ucap Bodyguard itu.*


*  “Tunggu!! Bagaimana cara aku berterimakasih padanya?” Tanya Shanti.*


*  “Lindungi ibumu.. Dan kendalikan kekuatanmu..” Ucap Bodyguard dan pergi.*


*  Sesampainya di apartemen para pembantu disana langsung memeriksa Wadma dengan Dokter pribadi Wadma. Serta seorang supranatural yang mengajari Wadma tentang sihirnya. “Dia baik-baik saja.. Dia hanya kelelahan.. karena dia menyembuhkan kanker dia harus membayarnya lebih banyak.. Dia akan tak sadarkan diri kira-kira selama sebulan..” Ucap guru sihir itu.*


*  “Apa kau tak bisa menghilangkan kekuatannya saja?” Tanya dokter.*


*  “Tidak.. karena itu sudah menyatu dengannya sejak lahir dan ia juga menikmatinya.. Dia tipe penyihir yang tak pernah mengeluh atas sihirnya.. Dia tak pernah menyalahkan sihirnya..”*


*  “Tapi ia malah menyalahkan dirinya..” Ucap Bodyguard.*


*  “Benar.. satu-satunya yang membuatku hawatir.. Ia sering merasa bersalah.. walau ia tak sengaja membuat masalah dengan sihirnya..”*


*  “Sebaliknya ia malah tak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan dengan sengaja..” Ucap Bodyguard.*


*  “Hei.. Apakah Sepupu kecilmu sudah kau kenalkan pada nona Wadma?”*


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part58


__ADS_2