Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.84


__ADS_3

  “Entahlah.. Aku tak begitu mengerti medis.. Btw, Apa kau menyadari sesuatu? Gadis yang disebut Putri weraa itu adalah weraa yang selama ini bersama kita.. apa benar dia seburuk itu?” Tanya Nisa.


Ep.84


  “Entahlah.. aku melihat aura hitam sejak lama ada pada dirinya.. namun weraa yang ini memiliki aura normal berwarna abu-abu seperti kebanyakan orang..” Ucap Sarah


  “Apa menurutmu dia sejahat seperti yang dikatakan kak Saka?” tanya Nisa.


  “No ones know.. Eh, kak saka suka sama Rinjani yah?” Tanya Sarah


  “Mana gua tau.. Nape emang?”


  “HEh.. ibuk ibuk ngerumpi.. Bantuin gua siapin panci.. salah satu aja.. yang satunya ngawasin 4 pasien tuh..”


  “Elu sana sa..” Ucap Sarah..


  “Hmm.. dasar..” Ucap Nisa ikut Sheli ke dapur.


***


  “Aku rasa kak sheli juga ingin memasak untuk makan siang deh.. Ayam, bayam, tempe, tahu.. kita dapat bahan ini.. fiks.. kak sheli lapar…” Ucap Dinda.


  “Kau kan biasa sendiri pergi kepasar.. mengapa kau membawaku juga?” Tanya Cevin.

__ADS_1


  “Bukannya kak Wadma menyuruhmu menjagaku?? Awal bertemu juga seperti itu..” Ucap Dinda.


  “haish.. Kau bisa menyuruh yang lainnya saja menjagamu.. lagi pula aku sudah memberimu sedikit kekuatanku agar kau bisa teleportasi dan tembus pandang..”


  “Tetap saja.. selagi kau ada kenapa bukan kau??” Ucap Dinda yang membuat Cevin menghentikan langkah kakinya. Dia ingat saat Wadma memintanya menjadi gurunya.


  “Wah.. sepertinya usiamu cukup lama kakak”


  “Siapa kau?” Tanya Cevin yang kemudian menyadari aura sihir yang kuat dan acak.


  “Aku? Perkenalkan aku Wadma.. kelihatannya kau seorang penyihir.. apa kau bisa mengajariku cara menguasai sihir ini? Kau pasti sudah melihat aura sihirku yang acak kan??”


  “.…” Menatap dengan tatapan ingin membunuh.


  “Ada apa ini?” Tanya pangeran Wansa.


  “Paman kenal gadis ini?” Tanya Cevin.


  “Dia gadis yang sering paman ceritakan..”


  “Wah.. apa paman tau banyak soal aku?? Itu hebat.. tapi bisakah paman melatihku mengendalikan sihirku?? Kakak ini punya wajah tampan namun sangat sombong hingga tak ingin melatihku..” Tanya Wadma.


  “tampan? Wah wah.. kau masih kecil.. tau apa soal ketampanan..” Tanya pangeran tertawa kecil.

__ADS_1


  “Hmm.. Paman mau mengajariku tidak??” Tanya Wadma dengan kesal namun wajahnya tetaplah seorang anak kecil.


  “Cevin..”


  “apa aku harus mengajari gadis kecil yang bodoh ini?” Tanya Cevin..


  “Ayolah.. selagi ada kalian berdua sang penyihir yang handal.. mengapa tidak??” Ucap Wadma.


  “HEi? Kau kenapa? Sejak tadi melamun soal apa?” Tanya Dinda tepat mendekatkan wajahnya dengan Cevin. Cevin yang melihat itu langsung mundur menjauh dan kehilangan keseimbangan yang membuatnya terjatuh.


  “Yaampun! Apa aku mengagetkanmu??” Tanya Dinda.


  “Tentu saja! Bagaimana kau bisa mendekatkan wajahmu sedekat itu pada seorang pria??”


  “Tapi.. kau kan sudah tua.. dan kau penyihir.. sementara aku manusia biasa.. jadi tak akan terjadi hal seperti yang kau pikirkan tua bangka.. hahaha..” Tawa Dinda yang pergi mengejek Cevin. Sementara Cevin merebahkan tubuhnya ditanah sementara orang-orang menganggap Cevin sebagai pemuda yang sedang putus cinta.


  “Hei.. Sedang apa kau disini?” Tanya Ririn membungkukan badannya.


“Mengapa aku harus dikelilingi para gadis yang menyebalkan seperti kalian?” Tanya Cevin.


“Dimana Dinda?” Tanya Ririn.


“Dipasar sana... Cari saja sendiri..” Ucap Cevin.

__ADS_1


“Yaampun.. Apa kau meninggalkannya sendiri?” Tanya Windi membuat Cevin menghela nafasnya dan berdiri membersihkan pasir ditubuhnya dengan gayanya yang.. membuat para gadis selain mereka terkesima.


“Sudah jelas dia yang meninggalkanku.. mengapa kalian memutar balikkan fakta seperti itu? Apa itu??” Tanya Cevin datar.


__ADS_2