
“Kakak kira sekarang aku bisa melihatnya? Aku hanya bisa melihat auranya..” Ucap sarah dengan Batin “Auranya jelas sedang hawatir.. apa dia hawatir pada Wadma? Tapi mengapa dia mencekik wadma di betlan school hari itu??”
Ep.83
“Jangan bergerak dan biarkan mereka bisa melihatmu.. kau menggunakan sihir lagi?” Tanya Sheli.
“Cih.. memangnya kau siapa bisa memerintahku?” Ucapnya dengan Sheli yang menyentil besinya dan tentu saja itu membuat jubah hitam kesakitan.
“Hei!! Apa yang kau lakukan kepar*t” Bentak Jubah hitam.
“Saka, Sarah.. bisakah kalian buat agar orang-orang tak lewat sini?”
“Bagaimana caranya?” Tanya Saka dan Sarah serentak.
“Biar aku yang lakukan..” Ucap Weraa muncul datang setelah berlari dengan saka yang terkejut menjauh. Sementara Sarah bingung dari mana Weraa datang.
“Kau mengapa terengah-engah?”
“Bagaimana kau kembali ketubuhmu??” Tanya jubah hitam dengan Weraa yang membuat besi itu meleleh dan Jubah hitam terlepas. Namun, belum sempat kabur Sheli sudah mencatoknya dan membuatnya pinsan.
“Kau.. pria yang iwh.. cepat bawa dia.. Dimana Wadma?” Tanya Weraa.
__ADS_1
Sang Putri yang melihat Weraa datang mendekat ke jubah hitam segera datang ke arah weraa untuk merebut kembali tubuh Weraa namun Cevin langsung menyerangnya secara bertubi-tubi.
“Sial.. kau ak-” Benar.. sang putri terus mendapat serangan dari Cevin hingga ia terpojokkan.. Cevin hampir membunuhnya namun sang putri melempar pasir kearah Cevin dan menghilang kabur entah kemana.
“Dia kabur.. (teringat Wadma) Ah.. benar.. Wadma?!” Ucap nya teleport disamping Wadma.
***
“Bisa kau jelaskan bagaimana kau punya??” Tanya Sarah namun Weraa pinsan.
“Wadma mengambil alih tubuhnya sementara dia tak sadarkan diri karena tubuhnya sangat lemah.. jadi kebetulan weraa mencarinya dia meminta weraa mengizinkannya masuk kedalam tubuhnya sementara.. dia juga memperkuat arwah weraa yang sudah lama terlepas dengan jasadnya..” Jelas cevin
“Jadi.. maksudmu dia bukan pinsan karena Pria ini?” Tanya Adri.
“Jadi.. saat..” Ucapan Adri disela
“Mengapa kalian tak bisa diam dulu?? Aku sedang bingung bagaimana menyembuhkan mereka!!” Ucap Sheli sementara Sarah dan Nisa masih mengawasi aura masing-masing orang.
“Tapi.. kau tadi menyebut kak loosa sebagai bibik?” Tanya Dinda berdiri dihadapan Cevin dengan Cevin yang hanya diam.
“Bibik??” Tanya Ririn dengan suaranya yang selalu heboh.
__ADS_1
“HEI! Jika kalian tak bisa membantu sebaiknya biarkan kami konsentrasi.. atau.. cepat carikan bahan-bahan ini!!” Ucap Sheli.
“Apa ini semua? Kau ingin memasak?” Tanya Adri.
“Ini semacam bahan obat tradisional China.. Masa kau tidak tau??” Ucap Saka.
“Oh.. sheli kau juga akan membuat jamu?” Tanya Rinjani.
“Sudah kalian semua keluar dan beli saja semua bahan itu! CEPAT!!” Bentak Sheli membuat semua kabur dengan Cevin yang ditarik Dinda.
“Wah.. Ada apa dengan mu?” Tanya Sarah.
“Si jubah hitam ini…” Ucap Sheli hawatir.
“Kau menghawatirkannya? Bukannya tadi kau bilang..” Ucapan Nisa disela.
“Diamlah!!” Ucap Sheli pergi membanting pintu kamar mandi dan menghidupkan air keran.
“Baik.. aku diam.. aku selalu ternistakan..” Ucap Nisa mengehela nafas dengan Sarah yang tertawa.
“Apa lukanya akan sembuh? Aura jubah hitam semakin melemah sementara Wadma dan Sandi mulai pulih..” Ucap Sarah.
__ADS_1
“Entahlah.. Aku tak begitu mengerti medis.. Btw, Apa kau menyadari sesuatu? Gadis yang disebut Putri weraa itu adalah weraa yang selama ini bersama kita.. apa benar dia seburuk itu?” Tanya Nisa.