
“Benar.. Dia lumayan tampan..” Ucapnya
“Ck! Jangan coba jatuh cinta padanya!” Ucap Weraa.
“Jangan hawatir! Dia terlalu tampan untukku..” Ucapnya.
5.Jalan untuk mengembalikannya
Saat hati itu sudah mati. Percayalah akan ada orang sekitar yang berusaha untuk mengembalikannya. Mengubah hati yang sedingin es itu kembali menjadi gati yang sehangat cahaya matahari. Kalau kau berpikir ini hanyalah kebohongan tetaplah percaya dan biar kan dirimu mengetahui ini lagi, orang itu sedang dalam perjalanan atau mungkin sedang tersesat dalam langkah mencarimu.
Weraa pergi dan menuju hotel bersama 3 arwah korban pembunuhan dan Dinda yang sengaja ia bawa bersamanya agar Dinda selamat. Sampai di hotel Weraa masuk kekamarnya diam-diam karena teman-temannya tidur di ruang tamu.
“Tapi.. apa aku tidak apa tinggal disini?” Tanya Dinda.
“Jangan hawatir.. Kau tidak boleh ke Coffe Shop lagi!” Ucap Weraa.
“Kenapa? Itu sumber penghasilanku!” Ucap Dinda.
“Bukan hanya Kartika yang tinggal disana sebagai arwah tapi seluruh pelayan disana adalah hantu…”
“B-Bagaimana dengan pelanggannya?” Tanya Dinda.
__ADS_1
“Sebagian hantu dan sebagian manusia.. Haish.. Dia berusaha memberi tau mu namun mereka terlalu banyak.. jadi Kartika terus disana seakan dia sendirilah hantunya.. Dia tak bisa melawan mereka semua..”
“Kartika?” Tanya Sarika yang langsung menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kartika. “Aaph!” triakan Dinda terhenti karena tangan Weraa yang menutup mulutnya. Seketika itu juga teman-teman Weraa terbangun dan 3 anak indigo itu melihat wajah Kartika dengan pandangan datar setengah kesal. Santi melempar bantal pada kartika dan Weraa langsung menepuk jidatnya dan menyumbat telinganya dengan Headphone.
“Hua~... Hi~…. Hi~…. Hi~… sakit…. Hi~…. Hi~…….”
“Yaampun.. hantu cengeng ternyata..” Ucap Santi menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Sarika? Kamu kenal Kartika?” Tanya Weraa.
“Apa aku lupa memberi taumu?”Tanyanya yang langsung terkena jurus tinju Weraa. “Bagaimana apa kau merasakan sakit?” Tanya Weraa.
“Tunggu dulu.. itu artinya aku bukan korban pertama?” Tanya Cantika.
“Santi! Selamatkan aku!” Ucap Cantika di belakang Santi.
“Aku ingin membunuh kalian semua!! Tapi kalian malah sudah mati!” Ucap Santi memukuli Cantika dengan kesal.
“Membunuh?” Ucap 3 arwah itu
“Apa kalian ingat sesuatu lagi?” Tanya Sheli.
“Dia bilang dia kesal karena telah membunuh seseorang yang dicintainya.. Sebelum dia membunuh ku.. dia sempat menceritakan kisah cintanya..” Ucap Cantika.
__ADS_1
“Aku hanya ingat tubuhku dimasukkan kedalam peti namun arwahku malah ada di CoffeShop..” Ucap Kartika.
“Itu karena kalian bekerja disana dan selalu memikirkan tempat itu mungkin..” Ucap Windy dengan Weraa yang terdiam.
“Jadi.. Cantika mengajak Kartika untuk bekerja part time disana? Lalu Kartika mengajak Sharika… sejauh ini kau belum mengajak siapapun untuk bekerja disana kan?” Tanya Sarah.
“Andai kita indigo.. pasti gak bingung sama apa yang mereka omongin..” Ucap Nisa.
“Mu mau buka mata batin sa? Biar aku yang buka..” Ucap Weraa.
“Kagak! Lihat di tv aja udah ketakutan setengah mati.. apalagi yang nyata..” Ucap Nisa.
“Jadi? Coffe shop itu apa hubungannya Wer??” Tanya Rinjani.
“Mereka bertiga ketemu aku disana karena mereka bekerja disana.. Tapi.. kau bagaimana aku tak menyadarimu sebelumnya?” Tanya Weraa.
“Ada seorang pria yang bertanya padaku tentang pembunuhan itu.. Dia tau semuanya namun, ia tak bisa membantu..” Ucap Kartika.
“Kenapa?” Tanya Windy.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part16