Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Nisa dapat tambahan kekuatan lagi...


__ADS_3

    "Masih sempat-sempatnya mu makan Shan.." Ucap Ririn namun ikut makan diikuti Windy.


    "Kalian sama saja.. wansa..  Bukannya mu biasanya tau keberadaan Weraa?" Tanya Rinjani.


    "Bener juga..  Waktu di betlan school.. Kak Wansa datang tiba-tiba... Kek teleportasi gitu.. Wush.." Ucap Ririn.  Sementara sheli masih dikamar tempat loona mengurung diri.


    "itu hanya jika weraa berteriak minta tolong atau saat dia memang dalam masalah..  Sisanya dulu aku hanya.. "


    "mengikutinya.." Ucap Sheli.


    "Dia pergi menemui seseorang.." ucap Nisa.


    "Kau juga bisa melihat masa lalu seperti sarah?  daebak..  Apa wadma begitu kuat??" Ucap Ririn.


    "Tidak..  Kekuatanku masih sama..  Aku tau dia mengikuti seseorang karena ada aura yang janggal disini.."


    "Sebenernya aku gak yakin yang dia lihat itu orang atau makhluk..  Yah taulah kelen..  Jelas dia tuh indigo.. " Ucap Sarah.


    "Jadi maksud lo??" Ucapan Windy terhenti karena Wansa yang tiba-tiba menghilang.


    "Dia menghilang" Ucap Sheli santai.


    "Mengapa kau malah mengambil minuman dengan santai?" Tanya Shanti.


    "bukankah jika Wansa sudah bersama Loona dia akan baik-baik saja?  Lagi pula aku masih bingung harus menganggap gadis itu apa?"


    "Kami tau Weraa adalah sahabat masa kecilmu..  Tapi bukankah seharusnya dia menemuimu?" Tanya Shanti.


    "Berhentilah..  Aku lelah jika diantara kita memperdebatkan hal ini lagi..  Mata batinku sudah dibuka lagi oleh Wadma!  Jadi aku bisa melohat aura weraa yang asli..  Dia punya alasan..  Semua orang lunya alasan tersendiri jadi hentikan saja perdebatan ini..  Anggap saja keduanya adalah sahabat kita!" Ucap Nisa


    "Tapi Sa.. " Ucapan Sheli di bantah Rinjani.


    "Bukankah seharusnya kita mencari keduanya?  Bagaimana kalau membuat keduanya menjadi dekat dulu?" Tanya Rinjani.

__ADS_1


    "Aku tak yakin.." Ucap Sheli.


    "Mengapa?" Tanya Nisa.


    "Sudah jelas kan..  Ibarat nya seperti saat aku dan Windy yang sering berebut makanan hingga sekarang bahkan sampai masuk ugd karena kami sama-sama melukai diri kami masing-masing" Ucap Shanti.


    "Itu takkan terjadi jika kau mau mengalah!!" Ucap Windy.


    "Apa?! Hei dengar..  Jika bukan karena kau yang mengambil camilan kesukaanku aku tak akan marah padamu!!" Bentak Shanti.


    "Hei..  Hentikan..  Apa kalian lupa hari itu kalian memperebutkan camilan yang ternyata milikku!!" Ucap Ririn.


    "Jadi?" Tanya Sarah melihat sheli.


    "apa?" Tanya sheli.


    "Sheli ayolah..  Apa kau tak mengerti tatapan sarah?" Ucap Rinjani.


    "Apa?  Apa yang kalian pikirkan?" Tanya Ririn bingung.


    "Tentu saja..  Aku adalah orang yang loyal bila soal makanan.. Hehe" Ucap Ririn bangga.


                                                                                        ***


    "Apa kau sering melakukan hal seperti itu?" Tanya Sandi.


    "Apa?" Tanya Wadma tersenyum dengan tangan yang dilipat dibawah dagunya. Sandi yang melihat itu menutup wajahnya dengan tangan kanannya sambil menghela nafas.  "Ada apa? Apa tidak imut sama sekali??" Ucap Wadma kesal membanting tasnya ke meja membuat pelanggan lain terkejut.


    "Aku mendapat tugas dari manager.. Mereka menyuruh ku melatih diri untuk bertingkah imut.." Ucap Wadma.


    "Itu jauh dari sifatmu.. " Ucap Sandi.


    "Jika aku tak melakukannya aku harus membintangi drama indonesia korea!" Ucap Wadma kesal lagi.

__ADS_1


    "Bukankah itu memang pekerjaanmu??" Tanya Sandi.


    "The problem is..  There is any kiss scene!!" Ucap Wadma membuat Sandi yang meminum jus tersedak.


    "Kiss?? jangan bilang??" ucapan sandi di potong.


    "Kau pasti baca rumornya..  Aku dipaksa oleh para fans mengikuti drama itu atau aku harus melakukan agyeo untuk pertama kalinya.."


    "Hah?? Apa mereka gila??"


    "Hei..  Mereka fans ku..  Mereka hanya berharap aku lebih popular.. " Ucap Wadma menelfon seseorang.


    "Kau menelfon siapa?" Tanya Sandi.


    "manager.. Karena Percuma aku melakukan agyeo yang tak imut sama sekali..."


    "Kau akan menerima tawaran drama itu?"


    "Iya..  Oh..  Halo manager!!"


    "Tunggu!!" Ucap Sandi menghentikan Wadma dan mata mereka bertemu satu sama lain dengan jantung berdegub kencang satu sama lain.


    "Halo?? Wadma??" Tanya manager.


    "Ada apa?" Tanya Wadma.


    "Aku perlu bicara dengan managermu.." ucap Sandi


    "??" Wadma bingung namun Sandi mengambil ponsel Wadma dan berbicara dengan manager diluar. Wadma menghela nafas dan mencoba menetralkan detak jantungnya. "Gua kenapa??" Tanya Wadma.


    "Ini pesanannya.." Ucap seseorang yaitu Dani.


    "Cih..  Hanya seorang pelayan tapi berlagak sok kaya.." Batin Wadma kesal.

__ADS_1


ME_MAwad


KSW_Part74


__ADS_2